Pendidikan

Sampaikan Duka Cita, Kadindik Jatim Ikuti Tahlil dan Doa Bersama di SMAN 1 Sidoarjo

Senin, 22 Januari 2024 - 18:13 | 18.20k
Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai saat menyampaikan duka cita dalam acara tahlil dan doa bersama para siswa dan para guru di SMAN 1 Sidoarjo, Senin (22/1/2024).(Dok.Humas Dindik Jatim)
Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai saat menyampaikan duka cita dalam acara tahlil dan doa bersama para siswa dan para guru di SMAN 1 Sidoarjo, Senin (22/1/2024).(Dok.Humas Dindik Jatim)

TIMESINDONESIA, SIDOARJO – Musibah kecelakaan yang menimpa rombongan siswa study tour SMAN 1 Sidoarjo tentu menjadi duka mendalam bagi dunia pendidikan di Jawa Timur.  

Terlebih lagi, kejadian tersebut memakan korban hingga meninggal dunia yakni Sutining Hidayah (60), guru Bimbingan Konseling (BK) dan Nabil Asfa Putra (17) seorang siswa kelas 12. 

Sebagai ungkapan duka cita, Kepala Dinas Pendidikan (Dindik), Aries Agung Paewai, beserta Kabid SMA Ety Prawesti,  Kabid GTK Suhartatik, dan Kacab Sidoarjo-Surabaya Lutfi Isa Ansori berkesempatan untuk mengikuti tahlil dan doa bersama para siswa dan para guru SMAN 1 Sidoarjo. 

Pasalnya, pasca kejadian naas tersebut tak sedikit siswa yang mengalami trauma. 

Dalam kesempatan itu, Aries juga menyampaikan bantuan dari Gubernur Khofifah kepada keluarga korban kecelakaan bus study tour SMAN 1 Sidoarjo. Di samping itu,  ia juga memberikan motivasi untuk menguatkan kembali mental dan psikis siswa. 

"Saya atas nama Kepala Dinas Pendidikan dan mewakili ibu Gubernur Khofifah menyampaikan duka cita mendalam atas yang terjadi beberapa hari yang lalu. Mari kita berdoa yang terbaik bagi almarhumah Bu Sutining dan almarhum ananda Nabil agar diberikan tempat terbaik dan keluarga dilapangkan," seru Aries usai gelar tahlil dan doa bersama di SMAN 1 Sidoarjo, Senin (22/1/2024).

Aries mengungkapkan, meski kejadian cukup membekas khususnya bagi keluarga besar SMAN 1 Sidoarjo, namun ia berpesan agar para siswa bisa terus fokus belajar. Utamanya bagi kelas 12 yang akan melanjutkan ke perguruan tinggi maupun sekolah kedinasan.  

Pria kelahiran Makassar ini juga menambahkan, kegiatan study tour menjadi bagian dari pengenalan perguruan tinggi negeri (PTN) kepada siswa, tak terkecuali kunjungan ke UGM dan ISI yang dilakukan SMAN 1 Sidoarjo. 

"Ini salah satu upaya sekolah untuk memacu semangat siswanya berkompetisi dan bersaing untuk masuk PTN. Saya memahami musibah yang terjadi di luar kendali kita," ucapnya.

"Tapi, berdasarkan informasi kegiatan study tour ini sudah melalui berbagai proses diskusi dengan wali murid. Jika tidak ada yang bisa, sekolah tidak memaksa dan mewajibkan. Pun pilihan UGM dan ISI menjadi pilihan terbanyak dari siswa yang kemudian di diskusikan kembali oleh sekolah dengan wali murid. Jadi sekali lagi, dalam musibah ini,  kita tidak bisa menyalahkan siapapun karena diluar kendali kita," tegas Aries.  

Penguatan motivasi yang diberikan Aries ini juga diberikan kepada siswa kelas 10 dan 11 agar mendapat dukungan moral untuk semakin giat belajar agar cita-cita yang diharapkan bisa terwujud.  

Sementara itu,  Kepala SMAN 1 Sidoarjo, Eko Redjo Sunariyanto mengungkapkan,  sebelum kunjungan kampus "study tour" dilaksanakan, pihaknya lebih dahulu melakukan sosialisasi kepada orangtua. Termasuk terkait sosialisasi regulasi seleksi penerimaan mahasiswa baru (SPMB). 

"Orangtua sebelumnya sudah kita undang dan kita berikan pemahaman terbaru terkait regulasi SPMB. Karena yang masuk eligible 40 persen itu belum menjamin anak-anak masuk PTN. Jadi kita sosialisasikan juga agar orangtua mengetahui bagaimana strategi dan persaingan anak-anaknya untuk masuk PTN," jelas dia. 

Pilihan study tour UGM dan ISI Jogjakarta juga diakui Eko sebagai hasil musyawarah dan keputusan bersama.

Di mana banyak mayoritas siswa memilih kedua kampus tersebut sebagai jujukan untuk masuk PTN. Lebih lagi, penerimaan mahasiswa baru di SMAN 1 sidoarjo juga cukup tinggi. Angkanya mencapai 80 persen siswa diterima PTN tiap tahunnya. 
 
Ia juga menegaskan, meski masih dalam suasana berduka Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tetap berjalan dengan efektif, dengan diawali doa bersama untuk mendoakan para korban.

Usai pembelajaran, tambahnya para siswa yang duduk dibangku kelas 10 dan 11 digerakkan untuk takziah di rumah rekan satu almamater tersebut secara bergiliran. 

Sementara bagi siswa yang mengalami luka-luka, Eko menuturkan jika ada beberapa di antaranya masih istirahat di rumah. 

Pihaknya pun menurunkan guru BK dan Wali Kelas untuk bertugas melakukan pendampingan secara personal untuk menyembuhkan luka traumatis siswa. 

Selain itu, semua guru juga diinstruksikan membangun motivasi siswa saat mengajar. Kerjasama juga dibangun sekolah dengan wali murid untuk memantau perkembangan siswa selama dirumah.  

"Kehadiran pak Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai dan para Kabid merupakan motivasi mahal yang diterima langsung oleh anak-anak," tandasnya.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Irfan Anshori
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES