Pendidikan

Kemenko Marves Gandeng UB Dorong Pengembangan Maritim dan Pendidikan

Jumat, 23 Februari 2024 - 22:09 | 23.33k
Acara penandatanganan MoU antara UB dengan Kemenko Marves yang digelar di Gedung Rektorat UB, Kamis (22/2/2024). (Foto: Humas UB)
Acara penandatanganan MoU antara UB dengan Kemenko Marves yang digelar di Gedung Rektorat UB, Kamis (22/2/2024). (Foto: Humas UB)

TIMESINDONESIA, MALANGUniversitas Brawijaya (UB) dan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Dan Investasi (Kemenko Marves)RI resmi menjalin kerjasama. Hal ini ditandi dengan adanya penandatanganan nota kesepahaman, yang dilaksanakan di Ruang Rapat Lt. 8 Gedung Rektorat Universitas Brawijaya pada Kamis (22/02/2024).

Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah pimpinan UB dan juga petinggi dari Kemenko Marves. Dalam sambutannya, Rektor UB, Prof. Widodo, menegaskan pentingnya kerjasama ini, baik dalam bentuk formal maupun informal.

Dia berharap kerjasama ini dapat membantu pengembangan kampus Universitas Brawijaya secara keseluruhan. Ditegaskan pula bahwa UB memiliki fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, suatu keunggulan yang tidak dimiliki oleh banyak institusi di Indonesia.

“Potensi maritim yang dimiliki Indonesia harus didukung dengan teknologi dan pengetahuan yang memadai, dan kerjasama ini diharapkan menjadi langkah awal untuk mengoptimalkan potensi tersebut” ujar Rektor.

Sementara itu Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Prof. Dr. Sc. Asep Awaludin Prihanto, S.Pi., M.P., menjelaskan bahwa nota kesepahaman ini menjadi landasan kerjasama antara UB dan Kemenko Marves dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa melalui Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Kerjasama ini tidak hanya terbatas pada Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, melainkan juga mencakup seluruh fakultas di UB, rencana ke depannya adalah memperluas kerjasama dengan melibatkan fakultas lainnya. "Sehingga kontribusi UB tidak hanya terbatas pada bidang pendidikan, tetapi juga pada riset dan pengabdian kepada masyarakat” tutur Prof. Asep.

Harapan dari kerjasama ini adalah implementasi bidang pendidikan yang berkelanjutan setiap tahun. Diharapkan pula kerjasama ini dapat berkembang lebih luas lagi, tidak hanya memberi manfaat bagi UB, tetapi juga bagi Kemenko Marves secara umum, serta berkontribusi pada pembangunan negara secara menyeluruh.

Ditempat yang sama, Staf Ahli Bidang Ekonomi Maritim Kemenko Marves,  Dr. Sugeng Santoso menyampaikan bahwa penandatanganan nota kesepahaman ini sejalan dengan evaluasi kinerja Kemenko Marves tahun 2023.

Salah satu fokusnya adalah menjaga momentum transformasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045 melalui hilirisasi industri, peningkatan ketahanan pangan, penguatan kinerja pariwisata dan ekonomi kreatif, serta peningkatan kualitas pendidikan, riset, dan teknologi.

"Sinergi antara pemerintah, akademisi, dan dunia usaha sangat diperlukan. Kebijakan Outcome Based Education (OBE) dan MBKM sejalan dengan semangat sinergi dan kolaborasi antar elemen triple helix ini," ucapnya.

Menurut Sugeng, kontribusi Universitas Brawijaya dalam penyusunan kebijakan inovasi dan intermediasi sangat diperlukan untuk menciptakan keterkaitan antara kebutuhan inovasi oleh dunia usaha, industri, dan wirausaha berbasis inovasi dengan hasil penelitian dari perguruan tinggi dan lembaga litbang.

"Pengembangan ekosistem Inovasi dalam Nota Kesepahaman ini diharapkan akan menumbuhkan budaya Iptek dan Inovasi di kalangan Perguruan Tinggi, pemerintah, Industri, dan para pemangku kepentingan, Serta pengambil keputusan untuk transformasi ekonomi berbasis iptek dan inovasi yang bernilai tambah, menghasilkan outcome, dan impact," pungkas Sugeng. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES