Pendidikan

Rektor UIN Malang Beri Materi Moderasi Beragama Untuk Peserta Orientasi PPPK

Rabu, 06 Maret 2024 - 17:04 | 12.38k
Rektor UIN Malang Prof Zainuddin saat memberikan materi terkait moderasi beragama kepada para peserta orientasi PPPK UIN Malang, Rabu (6/3/2024). (Foto: Humas UIN Malang)
Rektor UIN Malang Prof Zainuddin saat memberikan materi terkait moderasi beragama kepada para peserta orientasi PPPK UIN Malang, Rabu (6/3/2024). (Foto: Humas UIN Malang)

TIMESINDONESIA, MALANG – Ada banyak pengetahuan baru yang diberikan oleh UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kepada para Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang mengikuti peserta orientasi pengenalan nilai dan etik ASN di UIN Malang. Salah satunya seperti tentang moderasi beragama.

Pada Rabu (6/3/2024), sebanyak 79 PPPK itu mendapatkan materi moderasi beragama yang disampaikan langsung oleh Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA. Dalam sesi tersebut, Prof. Zain mengawali pemaparannya dengan pertanyaan sederhana, "Kenapa moderasi itu penting?"

Dalam arahannya, Prof. Zainuddin menekankan pentingnya dasar Al-Qur'an dalam menjawab pertanyaan tersebut. Menurutnya, Islam adalah agama dakwah yang memiliki tiga pendekatan penting, yaitu berbicara dengan kata-kata yang santun dan baik, berdakwah dengan dialog yang menyejukkan hati, serta misi memberikan kasih sayang dan menjadikan manusia berakhlak mulia.

Prof. Zainuddin juga menegaskan bahwa dosen dan karyawan di UIN Maliki Malang harus memiliki pemahaman yang baik tentang bagaimana cara memahami dan mengaplikasikan ajaran agama dengan baik. Moderasi beragama menjadi kunci penting dalam menciptakan kehidupan keagamaan yang rukun, harmonis, damai, dan seimbang, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, negara, maupun kehidupan beragama.

"Pasalnya, manusia tidak bisa lepas dari hubungan teologis, sosial, dan alam," tuturnya.

Prof. Zain menjelaskan bahwa moderasi beragama bukanlah sekadar konsep teoretis, tetapi sebuah prinsip yang harus diterapkan secara praktis dalam kehidupan sehari-hari. Dalam konteks ini, peserta diajak untuk memahami bahwa moderasi beragama melibatkan sikap saling menghormati, toleransi, dan kebijaksanaan dalam beragama, serta kemampuan untuk menghadapi perbedaan dengan damai dan bermartabat.

Lebih lanjut, pria kelahiran Bojonegoro Jawa Timur itu menegaskan .bahwa dalam era globalisasi dan kompleksitas sosial yang semakin meningkat, penting bagi setiap individu, terutama mereka yang terlibat dalam dunia akademik dan keilmuan, untuk menjadi pelopor moderasi beragama.

"Mereka harus mampu menjadi teladan dalam menyampaikan ajaran agama dengan cara yang bijaksana dan membumi, serta mampu menjembatani perbedaan-perbedaan yang ada dalam masyarakat dengan sikap yang terbuka dan inklusif," pesannya.

Dia berharap, peserta orientasi di UIN Malang dapat menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai moderasi beragama ke dalam praksis kehidupan mereka sehari-hari. Baik di lingkungan kampus maupun di masyarakat luas. Dengan demikian, mereka akan menjadi bagian dari solusi dalam membangun masyarakat yang lebih harmonis, damai, dan bermartabat, sesuai dengan misi Islam sebagai agama rahmatan lil 'alamin. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES