Pendidikan

Kampus di Malang Berlomba-Lomba Tambah Kuota Mahasiswa Baru

Rabu, 03 April 2024 - 21:53 | 26.66k
Ilustrasi Maba yang ada di Universitas Brawijaya.  (Dok. TIMES Indonesia)
Ilustrasi Maba yang ada di Universitas Brawijaya. (Dok. TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Berbagai kampus di kota Malang berlomba-lomba untuk dapat menggaet lebih banyak mahasiswa baru. Hal ini dibuktikan dengan semakin besarnya kuota penerimaan mahasiswa baru di berbagai perguruan tinggi yang ada di Kota Pendidikan ini.

Di tahun 2024 ini yang paling banyak memberikan penambahan kuota penerimaan mahasiswa baru (PMB) adalah Universitas Negeri Malang (UM). Berdasarkan data yang dihimpun pada tahun 2023 kemarin UM menerima sebanyak sekitar Rp9.000 mahasiswa baru dan pada tahun 2024 Ini kuotanya bertambah hingga  mencapai hampir 3 ribu atau menjadi 12 kuota untuk mahasiswa baru.

Tak hanya itu penambahan kuota juga terjadi di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. Diketahui tahun 2023 lalu, UIN Malang menerima Maba sebanyak 4504 orang. Dan pada tahun 2024 ini, mereka menetapkan kuota PMB menjadi 5.710. Hal ini karena UIN Malang telah merampungkan sebagian pembangunan di kampus 3 yang ada di Kota Batu sebagai Ma'had Maba, serta adanya fakultas baru yang mereka dirikan, yakni Fakultas Teknik.

Pada kesempatan sebelumnya, Rektor UIN Malang, Prof Zainuddin mengatakan, dengan seleseainya pembangunan Kampus 3, kedepan UIN Malang mampu memberikan kuota PMB hingga 10 ribu kuota.

"Ke depan setelah selesainya pembangunan gedung Ar-Rahim ini diharapkan dapat menerima mahasiswa baru hingga 7-10 ribu. Dan dapat memenuhi Angka Partisipasi Kasar (APK) dalam rangka Perluasan Akses Pendidikan," ucapnya.

Meski banyak kampus yang terus menambah jumlah penerimaan Maba, namun kampus dengan kuota mahasiswa baru terbanyak di Malang hingga saat ini masih diduduki oleh Universitas Brawijaya. Dimana jumlah PMB nya tahun 2024 ini mencapai  18 ribu kuota.

Wakil Rektor 1 UB, Prof Imam Santoso mengatakan, dengan fenomena banyaknya kampus yang menambah kuota PMB mereka hal ini tentu saja menjadikan peluang bagi para siswa yang ingin masuk ke perguruan tinggi menjadi lebih besar. Sehingga hal ini harus disikapi dengan positif.

"Setiap perguruan tinggi mempunyai skema sendiri dan itu boleh saja, sepanjang sesuai dengan kapasitasnya, jumlah dosen, jumlah labnya, dan fasilitas  pembelajaran yang lain," tuturnya.

Dia pun mengaku, UB dalam waktu dekat juga akan menambah kuota PMB mereka. Namun dalam hal ini konteknya bukan untuk berkontestasi dalam jumlah mahasiswa, tetapi untuk pengembangan keilmuan.

"Kalau itu konteksnya adalah pengembangan keilmuan. Seperti pada beberapa tahun lalu UB membuka sains data, kemudian Aktuaria, kan itu memang ilmu yang trend.  Its ok menurut saya," kata dia.

Dia pun memberikan  bocoran, bahwa dalam beberapa waktu ini, sudah ada pembahasan pembukaan beberapa Prodi baru. Baik di jenjang sarjana, magister, hingga doktor.

"Ada proses pendirian. sedang in progress belum sampai rilis, masih review. Itu ada beberapa. Ada di S1, ada S2, S3 dan lainya," pungkas Prof Imam. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES