Pendidikan

Cerita Wisudawan Terbaik ITN Malang, Penerima KIP IPK 3.94 hingga Buat Game Petualangan

Sabtu, 20 April 2024 - 05:24 | 27.09k
Wisudawan terbaik dalam wisuda ke 71 ITN Malang Iva Roudhotul Rohmah. (Foto: Humas ITN Malang)
Wisudawan terbaik dalam wisuda ke 71 ITN Malang Iva Roudhotul Rohmah. (Foto: Humas ITN Malang)

TIMESINDONESIA, MALANG – Ada banyak perjuangan dan kisah menarik yang dihadapi oleh Iva Roudhotul Rohmah selama kuliah di Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang. Namun perjuangannya itu seakan terbayar tuntas setelah mahasiswa Prodi Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri (FTI), ITN Malang itu ditetapkan menjadi wisudawan terbaik ITN Malang dalam wisuda ke 71 ITN Malang pada Sabtu (20/4/2024).

Iva menyelesaikan masa studi S1 nya selama 3,5 tahun, dengan IPK 3,94. Dia merupakan mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Baginya, beasiswa KIP  sangat membantu untuk biaya pendidikan dan makan selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

“Sebenarnya target lulus (3.5 tahun) itu juga untuk mengurangi biaya kos. Soalnya rumah saya di Kepanjen Malang, jika ke kampus pergi-pulang jaraknya jauh dan lelah. Kuliah inipun saya masih dibantu kakak,” ucapnya.

Untuk meringankan biaya kuliah Iva juga melaksanakan program magang di BuildWithAngga, merupakan penyedia jasa pembelajaran online website dan mobile development. Sambil magang di grafis desain ia mengambil skripsi. Dari sinilah akhirnya ia memutuskan mengambil skripsi tentang game.

“Jadi skripsi saya mengambil game agar tidak pecah fokusnya (kerja dan skripsi). Saya membuat grafis desain untuk promosi kelasnya di media sosial. Alhamdulillah dapat uang saku, lembur juga dapat tambahan,” kata Iva yang magang mulai Juli 2023 lalu.

Dengan mengikuti magang Iva merasa mendapatkan pengalaman lebih sebagai bekal kelak ketika lulus kuliah. Magang ini ia kerjakan secara online jadi tidak mengganggu perkuliahan.

“Hasil dari magang saya dikontrak satu tahun. Jadi sambil kerja saya juga bisa belajar terkait penerapan informatika untuk karir lebih baik,” tuturnya.

Wanita yang pernah lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa Artificial Intelligence (PKM-AI) 2023 itu pun berhasil menciptakan sebuah game berbasis android.

Mulanya, dia mulai meneliti sebuah game yang ada di Playstore yakni Pets Adventure 2D Platformer atau sebuah game sides-crolling di mana pemain memandu seekor kucing untuk mengumpulkan tiga bintang. Meskipun game ini sudah diunduh lebih dari 5000 kali, namin masih terdapat tantangan dalam hal respons musuh terhadap pemain dan variasi misi. Hal ini ditemukan oleh Iva Roudhotul Rohmah.

“Masih ada beberapa masalah dengan game tersebut. Saat pemain menyerang musuh, musuh tetap diam. Game ini juga belum memiliki misi, yang membuatnya tidak memuaskan pemain yang mencari tantangan. Agar permainan menjadi lebih menyenangkan, pemain harus berperilaku seperti manusia, melompat, jatuh, berlari, dan mati,” terang Iva.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Iva menggunakan engine unity membuat game petualangan “Adventure of Ruvy Fox” berbasis Android. Game ini memiliki kecerdasan FSM (Finite State Machine) untuk membuat perilaku cerdas untuk karakter pemain dan karakter musuh NPC (Non-Player Character).

Perancangan Adventure of Ruvy Fox merupakan sebuah game side-scrolling yang menampilkan petualangan rubah melawan monster untuk menjaga keseimbangan alam. Terdiri dari tiga level dan dimainkan oleh satu pemain dan bersifat online. Ia menuangkan idenya dalam judul skripsi “Penerapan Metode Finite State Machine Pada Game 2d “Adventure of Ruvy Fox” Berbasis Android”.

Diceritakan Iva, game “Adventure of Ruvy Fox” menampilkan petualangan seekor rubah yang berusaha mempertahankan keseimbangan alam dengan melawan makhluk-makhluk yang merusak lingkungan. Game ini sangat menarik karena animasinya. Termasuk animasi saat karakter mengambil koin dan ceri, saat dia jatuh ke dalam air, dan saat dia menyundul peti.

“Desain game sebelumnya kurang menarik, jadi saya menambahkan animasi agar game lebih menarik. Ada rintangan dan strategi untuk menyelesaikan tiap level rintangan yang ada. Targetnya untuk semua kalangan, dengan berusia 10 tahun ke atas,” katanya.

Ketertarikannya membuat game untuk skripsi berawal dari Iva yang suka bidang desain. Sementara di teknik informatika diharuskan bisa membuat coding. Untuk itu Iva memutuskan membuat game dengan coding dan desain animasi.

“Membuat game untuk riset memerlukan waktu yang lama. Tapi saya ingin membuat skripsi hasil saya sendiri tanpa mengambil karakter dari luar. Maka saya desain sendiri game-nya. Paling lama saat proses mendesain, kalau untuk membuat game sendiri membutuhkan waktu sekitar 3 bulan,” tuturnya.

Hasil pengujian menyatakan tingkat keberhasilan 100% untuk seluruh aspek permainan, termasuk pemain, musuh seperti jamur, tikus, dan landak, serta kondisi musuh Dino. Fungsi FSM pada pemain dan musuh beroperasi sesuai dengan yang diinginkan dalam berbagai situasi.

Wanita asal Kepanjen Kabupaten Malang ini telah melakukan uji kegunaan kepada 27 responden dengan rentang usia 10-15 tahun, dan 20 tahun. Dari uji kegunaan menunjukkan skor System Usability Scale (SUS) sebesar 68,79 dengan kategori “Ok” atau C. Menandakan bahwa game ini dianggap dapat digunakan dengan baik oleh pemain. Pengujian black box juga menunjukkan keberhasilan 100 persen untuk semua menu yang ada.

Pengembangan yang disarankan adalah menambah fitur multiplayer, animasi pada layar cutscene, dan pemanfaatan koin dalam permainan menjadi potensi tambahan yang dapat meningkatkan daya tarik dan pengalaman bermain game secara keseluruhan. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES