Pendidikan

Kisah M. Mas'ud Said: Mengukir Jejak Global di Kancah Pendidikan Tinggi

Selasa, 30 April 2024 - 07:45 | 21.96k
Prof Mas'ud Said (kiri) bersama Professor Hugh Bowden, Head of Arts, Faculty of Arts and Humanities Kings College London. (foto: ISNU for TIMES Indonesia)
Prof Mas'ud Said (kiri) bersama Professor Hugh Bowden, Head of Arts, Faculty of Arts and Humanities Kings College London. (foto: ISNU for TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Namanya singkat, M. Mas'ud. Abahnya bernama KH M. Said yang telah wafat beberapa tahun lalu. Mengambil nama dari orang tuanya-lah, sosok Mas'ud melengkapi namanya menjadi M. Mas'ud Said.

Kini, kisah Prof M. Mas'ud Said PhD menjadi salah satu intelektual muslim Jawa Timur yang patut disegani dengan berbagai capaian prestasinya. Baik prestasi akademik hingga pemerintahan.

BACA JUGA: Profil Singkat Mas'ud Said Ketua ISNUJatim

Dari ranah akademis, Prof Mas'ud yang kini menjadi Direktur Pascasarjana Universitas Islam Malang (Unisma) ini memulai perjalanan akademiknya dari penerimaan beasiswa penuh di Australia. Dengan latar belakang akademis yang mengesankan dan dedikasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan, ketua ISNU Jatim ini tidak hanya mengejar keunggulan ilmiah, tetapi juga membawa transformasi yang mendalam ke dalam sistem pendidikan tinggi di Indonesia dan di luar negeri.

Kisah akademis Prof Mas'ud ini dimulai ketika ia meninggalkan Indonesia untuk studi di Flinders University di Australia. Di kampus ini ia meraih kesempatan untuk mengeksplorasi dan mengembangkan pemahaman dalam administrasi publik dan kebijakan desentralisasi.

Disertasinya yang berjudul "New Directions for Decentralization in Indonesia" bukan hanya sebuah karya akademik semata. Tetapi juga menjadi rujukan dalam perumusan kebijakan di Indonesia, menunjukkan bagaimana ilmu pengetahuan dapat berkontribusi langsung pada pengembangan sosial dan politik.

Setelah kembali ke tanah air, Prof. Mas'ud tidak hanya mendedikasikan dirinya pada pengajaran dan penelitian. Dia  juga mengambil peran aktif dalam memperkuat jaringan internasional Unisma. Kunjungannya ke universitas-universitas terkemuka di Malaysia dan Thailand baru-baru ini, serta kolaborasi dengan akademisi dan institusi dari seluruh dunia, mencerminkan komitmennya untuk memajukan dialog dan kerjasama lintas batas.

Perannya sebagai penasehat akademik internasional dan reviewer untuk jurnal-jurnal penting seperti International Journal of Islamic Thought (IJIT) menunjukkan pengakuan global atas keahlian dan wawasannya. Tidak hanya itu, tawaran untuk menjadi penasihat di The Global Business and Administrative Technological College (TGBC) di Bangkok menegaskan lagi posisinya sebagai tokoh yang berpengaruh dalam dunia akademik internasional.

Di tengah tantangan global yang semakin kompleks, pendekatan Prof. Mas'ud terhadap pendidikan tinggi — yang mengutamakan kolaborasi, inovasi, dan keterbukaan terhadap berbagai perspektif — menjadi sangat relevan. Keterlibatan beliau dalam proyek-proyek internasional dan inisiatif kolaboratif, seperti kerjasama dengan Al Azhar di Mesir dan King’s College London, bukan hanya meningkatkan kapasitas akademiknya. Tetapi juga memperkuat jembatan budaya dan ilmiah antar negara.

Kisah Prof. M. Mas'ud Said adalah tentang visi, ketekunan, dan dampak — tiga pilar yang telah membantu beliau mengukir jejak di kancah global. Ini adalah perjalanan seorang akademisi yang menggunakan pendidikan sebagai alat untuk membangun pemahaman dan kerjasama internasional, menunjukkan bagaimana pendidikan tinggi bisa menjadi kekuatan untuk perubahan positif di dunia. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Rifky Rezfany

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES