Pendidikan

Hadirkan Guru Besar Undip, Cara STKIP PGRI Pacitan Membangun Narasi Sejarah Indonesia

Selasa, 30 April 2024 - 19:07 | 23.33k
Guru Besar Ilmu Sejarah Universitas Diponegoro Semarang, Prof. Dr. Dra. Endah Sri Hartatik, sebagai pembicara kuliah umum STKIP PGRI Pacitan. (FOTO: Tangkapan Layar Zoom)
Guru Besar Ilmu Sejarah Universitas Diponegoro Semarang, Prof. Dr. Dra. Endah Sri Hartatik, sebagai pembicara kuliah umum STKIP PGRI Pacitan. (FOTO: Tangkapan Layar Zoom)

TIMESINDONESIA, PACITAN – Prodi Pendidikan Sejarah STKIP PGRI Pacitan menggelar kuliah umum secara online pada Selasa (30/4/2024) dengan tema "Membangun Narasi Sejarah Indonesia Melalui Kegiatan Menulis dan Membaca". Kuliah umum ini menghadirkan Guru Besar Ilmu Sejarah Universitas Diponegoro Semarang, Prof. Dr. Dra. Endah Sri Hartatik, sebagai pembicara.

Dalam paparannya, Prof. Endah menekankan pentingnya sejarah dan berbagai manfaatnya bagi kehidupan. Menurut beliau, sejarah memiliki empat fungsi utama, di antaranya kegunaan edukatif, inspiratif, rekreatif dan instruktif. 

STKIP-PGRI-Pacitan.jpg

"Sejarah membantu kita memahami masa lampau dan belajar dari pengalamannya untuk membangun masa depan yang lebih baik. Kisah-kisah heroik dan pencapaian para tokoh sejarah dapat menginspirasi generasi muda untuk terus berkarya dan berprestasi," paparnya.

Menurut Prof. Endah, membaca dan mempelajari sejarah dapat menjadi kegiatan yang menyenangkan dan menghibur. "Sejarah dapat menjadi sumber informasi dan pengetahuan yang bermanfaat untuk berbagai bidang kehidupan," tambahnya.

Prof. Endah kemudian menjelaskan langkah-langkah yang perlu diperhatikan sebelum menulis sejarah, yaitu dengan menentukan topik dan tema.

"Pilihlah topik yang menarik dan relevan dengan minat pembaca. Pastikan tema tulisan jelas dan terarah," pintanya.

Lebih lanjut, faktor individu penulis juga menjadi penentu seberapa kualitas tulisan tentang sejarah yang akan digalinya. "Pertimbangkan kemampuan dan pengetahuan penulis dalam memilih topik dan tema. Penulis harus memiliki pemahaman yang mendalam tentang topik yang akan ditulisnya," urai Endah.

Dalam kesempatan itu, Prof. Endah juga menyinggung tentang kekayaan sejarah Pacitan yang perlu terus digali dan ditulis. "Pacitan memiliki sejarah panjang yang sangat menarik untuk ditelusuri. Banyak peristiwa penting yang terjadi di Pacitan, seperti adat, corak dan budayanya," kata Prof. Endah.

Sementara itu, Ketua STKIP PGRI Pacitan, Dr. Mukodi, berharap kuliah umum ini dapat memantik semangat mahasiswa dan dosen untuk aktif menulis dan membangun narasi sejarah Indonesia.

"Banyak hal di Pacitan yang perlu ditulis oleh sejarawan. Seperti sejarah Pondok Tremas yang telah eksis selama tiga abad dalam menyebarkan ilmu agama Islam dan peradaban pesantren. Selain itu masih banyak peninggalan sejarah purbakala, goa, hingga budaya yang bisa ditulis oleh mahasiswa," ujarnya.

Kuliah umum ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran mahasiswa dan dosen STKIP PGRI Pacitan tentang pentingnya sejarah dan mendorong budaya menulis dan membaca untuk membangun narasi sejarah Indonesia yang lebih kaya dan komprehensif. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES