Pendidikan

Lulus 100 Persen, Apoteker Angkatan Pertama UIN Malang Ucapkan Sumpah

Kamis, 02 Mei 2024 - 20:24 | 21.39k
Sidang Terbuka Pengucapan Sumpah Apoteker Periode 1 yang digelar UIN Malang, Kamis (2/5/2024). (FOTO: Achmad Fikyansyah/TIMES Indonesia)
Sidang Terbuka Pengucapan Sumpah Apoteker Periode 1 yang digelar UIN Malang, Kamis (2/5/2024). (FOTO: Achmad Fikyansyah/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) menggelar Sidang Terbuka Pengucapan Sumpah Apoteker Periode 1, Kamis (2/5/2024). Ada 40 orang apoteker yang mengucapkan sumpah pada acara ini. Dan mereka merupakan angkatan Prodi Apoteker yang dimiliki oleh UIN Malang.

Selain perolehan IPK yang tinggi dari para wisudawan, acara ini menjadi istimewa karena para apoteker yang mengucapkan janji ini merupakan satu angkatan yang solid. Mereka saling memotivasi satu sama lain untuk bisa menuntaskan studinya tepat waktu. Hingga angkatan pertama ini bisa lulus 100 persen dalam waktu yang sama.

Rektor UIN Malang, Prof. Dr. Zainuddin MA mengatakan rasa bangganya terhadap para lulusan dan juga untuk Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK). Menurutnya, FKIK berhasil menerapkan sistem pendidikan yang bagus, hingga para mahasiswa bisa semangat dalam menjalani studi mereka.

"Saya mengapresiasi pimpinan FKIK yang telah berhasil meluluskan apoteker, hingga masuk kategori yang terbaik dari 14 PTKIN di seluruh Indonesia, karena yang lulus 100 persen," ucapnya.

Dia yakin, lulusan UIN Malang akan lebih mudah terserap ke dunia kerja. Selain karena UIN Malang mempunyai banyak mitra, para mahasiswa Kampus Hijau ini juga mempunyai kelebihan yang tak dimiliki oleh mahasiswa lain.

"Kita punya pembeda, kelebihan soft skill dan kepribadian utamanya. Jadi tidak cukup ilmu yang dipelajari, baik itu medis maupun farmasi. Tapi bagaiamana lulusan Farmasi UIN dapat berkompetisi dengan lulusan dari perguruan tinggi lain," tuturnya.

Dekan FKIK UIN Malang, Prof. Dr. dr. Yuyun Yueniwati, PW., M.Kes., Sp.Rad(K) menambahkan, para mahasiswa di FKIK memang digembleng untuk bisa menjadi pribadi dan lulusan yang terbaik. Khusus bagi para mahasiswa apoteker angkatan pertama ini, dia menyebut bahwa para mahasiswa tersebut mempunyai beban tersendiri .

"Menjadi angakatan pertama itu berat, mereka harus bisa menjadi role model dan panutan bagi adik-adiknya.  Dan alhamdulilah mereka berhasil menyelesaikanya," ujarnya.

Prof Yuyun mengatakan, di Prodi ini, setiap tahun kuota yang dibuka memang hanya 40 orang. Meskipun animo pelajar untuk mendaftar di Farmasi sangat tinggi, namun pihaknya belum bisa memberikan tambahan kuota. Hal ini disandarkan pada kemampuan dan kapasitas pengejaran agar tetap bisa maksimal.  (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES