Pendidikan

Ramai Mahasiswa KIPK Hedon, UB Verifikasi Ulang Penerima Bantuan

Rabu, 08 Mei 2024 - 18:28 | 26.80k
Salah satu sudut Universitas Brawijaya. (Foto: Dok TIMES Indonesia)
Salah satu sudut Universitas Brawijaya. (Foto: Dok TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Universitas Brawijaya (UB) bakal melakukan verifikasi data terkait penerima beasiswa dari Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) yang ada di UB. Hal ini setelah adanya informasi viral seorang mahasiswa yang diduga sebagai penerima KIPK namun punya gaya hidup yang hedon.

"Kami akan melakukan evaluasi ulang kelayakan mahasiswa sebagai penerima KIP-K. Ada 3 tahapan proses yang akan dilakukan. Pertama, mendata dan mengidenfitikasi nama-nama mahasiswa yang beredar di media sosial sekaligus nama-nama yang terlapor melalui UB-Care," jelas Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kewirausahaan Mahasiswa Dr Setiawan Noerdajasakti, SH, MH.

Ia menambahkan, sejauh ini UB masih menerima laporan kemahasiswaan telah mendata dan mengidentifikasi nama-nama mahasiswa yang muncul di media sosial, serta menerima laporan baik secara langsung kepada kemahasiswaan maupun melalui layanan UB-Care.

Untuk penelusuran lebih lanjut, Setiawan mengatakan, akan dilakukan kemudian. Setelah dilakukan verifikasi data dan jika ditemukan indikasi kuat melakukan kecurangan, pihak kampus akan memanggil yang bersangkutan untuk dikonfirmasi dan dievaluasi.

"Tahapan kedua, kami akan melanjutkan proses evaluasi penerima KIP-K yang secara rutin dilaksanakan tiap semester. Dan ketiga, memanggil mahasiswa-mahasiswa yang terlapor untuk evaluasi lebih lanjut," ujarnya.

Sebelumnya, mahasiswa penerima beasiswa KIPK menjadi sorotan banyak pihak, setelah viral di media sosial seorang mahasiswa penerima KIKP yang diduga dari Universitas Diponegoro (Undip), Jawa Tengah (Jateng). Mahasiswa tersebut gemar memamerkan barang mewah seperti handphone mahal di akun media sosialnya.

Padahal, syarat penerima KIPK sebenarnya  adalah mereka yang berasal dari golongan tidak mampu, dengan potensi akademik baik. Saat mereka mendaftar sebagai penerima KIPK, mereka juga disyaratkan untuk melaporkan penghasilan orang tua hingga foto rumah. Kasus ini pun menjadi sorotan banyak perguruan tinggi seperti Universitas Brawijaya (UB) yang akan melakukan evaluasi terhadap mahasiswa penerima KIPK mereka. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Hendarmono Al Sidarto
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES