Pendidikan

Tentukan Arah Pengembangan Kampus, Polinema Jaring Aspirasi Stakeholder Melalui FGD

Selasa, 14 Mei 2024 - 17:31 | 13.66k
FGD Arah Pengembangan Institusi dengan Pemangku Kepentingan yang digelar Polinema di Hotel Atria Kota Malang, Selasa (14/5/2024). (Foto: Achmad Fikyansyah/TIMES Indonesia)
FGD Arah Pengembangan Institusi dengan Pemangku Kepentingan yang digelar Polinema di Hotel Atria Kota Malang, Selasa (14/5/2024). (Foto: Achmad Fikyansyah/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Politeknik Negeri Malang (Polinema) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Arah Pengembangan Institusi dengan Pemangku Kepentingan di Hotel Atria Kota Malang, Selasa (14/5/2024). Forum ini menghadirkan para stakeholder atau pemangku kepentingan dari berbagai bidang. Mulai dari pemerintahan, industri, akademisi, dan unsur lainya.

Dalam kesempatan itu, ada banyak insight yang diberikan oleh para stakeholder, baik yang hadir secara offline maupun online. Mereka semua memberikan masukan yang membangun sesuai dengan bidang masing-masing, yang bisa dipertimbangkan untuk diterapkan di Polinema di masa mendatang. 

Wakil Direktur 4 Polinema, Prof Ratih Indri Hapsari, ST MT Ph.D. mengatakan, dengan menggelar FGD ini, Polinema ingin bersilaturahmi sekaligus menguatkan jaringan kerjasama bersama dengan mitra Polinema.

"Kita ingin mendapatkan masukan, tidak hanya untuk perluasan kerjasama, tetapi juga arah pengembangan institusi dimana kita sekarang dalam proses revisi Renstra (Rencana Strategis) dan rencana induk pengembangan Polinema," ucapnya.

Prof Ratih menyebut, idealnya, untuk menentukan arah pengembangan institusi, memang dibutuhkan masukan dari stakeholder di berbagai bidang. Baik dari industri, pemerintah daerah, universitas, media massa, serta instansi pendidikan.

Polinema-2.jpg

"Diharapkan dari hasil pertemuan hari ini kita bisa dapat masukan untuk arah pengembangan Polinema supaya lebih relevan dan lebih bisa menjawab tuntutan zaman," terangnya.

Di dalam Rencana Induk Pengembangan Polinema tahun 2024 - 20245, diterangkan bahwa pada tahun 2020 - 2024, Polinema berada pada tahap penguatan daya saing regional atau di kawasan Asia Tenggara. Secara umum, Prof Ratih menyebut bahwa tahapan ini sudah berada di tahap akhir dan segera tuntas. Kemudian akan masuk pada tahap pengembangan daya saing global pada tahun  2025 - 2029.

"Kemudian pada tahun 2030 -2034 kita memasuki tahapan penguatan daya saing global," terangnya.

Berlanjut pada tahun 2035 - 2039, Polinema akan memasuki tahapan perluasan daya saing global. Dan terakhir pada tahun 2040 -2045 perguruan tinggi Vokasi ini ditargetkan sudah bisa menjadi World Class Polytechnic. Setelah acara FGD ini, ada banyak insight dan rekomendasi baru yang didapatkan Polinema, sehingga akan ada beberapa tambahan dalam Renstra yang berhubungan dengan kepentingan masyarakat di daerah.

"Program-program dalam Renstra kita memang kita akui ada beberapa yang belum mengcover program dari pemerintah yang sifatnya lebih banyak ke permasalahan daerah, seperti kemiskinan, ketahanan pangan, nanti akan kita sisipkan di Renstra kita juga," kata dia.

Meskipun target punya target untuk menjadi politeknik kelas dunia, namun pihaknya menegaskan bahwa sebagai perguruan tinggi, Polinema akan tetap memegang teguh Tri Darma Perguruan Tinggi dimana dalamnya ada pengabdian untuk masyarakat. "Sehingga nilai-nilai kearifan lokal dan pengembangan masyarakat tetap akan kita lakukan," pungkasnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES