Pendidikan

Mahasiswa Polinema Juara Kompetisi Internasional BIM Innovation Contest 2024

Rabu, 29 Mei 2024 - 21:16 | 23.77k
3 Mahasiswa Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang meraih juara 1 Kejuaraan BIM Internasional di UniversitasDiponegoro tahun 2024, Minggu (5/5/2024). (FOTO: Politeknik Negeri Malang/TIMES Indonesia)
3 Mahasiswa Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang meraih juara 1 Kejuaraan BIM Internasional di UniversitasDiponegoro tahun 2024, Minggu (5/5/2024). (FOTO: Politeknik Negeri Malang/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Mahasiswa jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang (Polinema) meraih juara pertama di ajang Internasional BIM Innovation Contest yang diselenggarakan Universitas Diponegoro, pada bulan Mei 2024. 

Sebagai informasi, Internasional BIM Innovation Contest adalah kompetisi bagi peserta untuk merancang bangunan gedung dengan mengimplementasikan Building Information Modelling (BIM).

Tiga mahasiswa yang mengarumkan nama Polinema adalah Rohman Suprayogi, Nur Rochmad Zulianto, serta Moch. Aril Asyhari Putra. Ketiganya di bawah bimbingan dosen Bobby Asukmajaya R,St., MT.

Bersaing dengan banyak peserta dari penjuru Indonesia datang dengan ide-ide kreatif yang menakjubkan, tim dari Politeknik Negeri Malang yang berhasil memenangkan kejuaraan dengan strategi yang unik. 

"Kami bertiga menggunakan dimensi BIM samapai 7D yang tidak digunakan oleh tim-tim lain," kata Moch. Aril Asyhari Putra, mewakili tim dari Politeknik Negeri Malang. 

Mereka memanfaatkan teknologi Gamma AR untuk melihat data bangunan secara real-time dalam Augmented Reality (AR), yang membantu meningkatkan efisiensi inspeksi, pemeliharaan, dan pelatihan staf operasional. 

Tim ini bercerita mengenai tantangan besar dalam kompetisi tersebut. Mulai kendala alat hingga persiapan mepet yang membuat mereka kurangnya jam tidur dan juga tekanan tinggi.

Namun, meskipun dihadapkan dengan hambatan tersebut, tim tetap mampu maju dengan hasil yang memuaskan, berkat kerja sama yang solid dan diskusi yang terbuka antara sesama anggota tim dan juga dukungan dari Polinema.

“Perangkat-perangkat lunak yang bisa dibilang lumayan mahal karena pada waktu itu kami hanya menggunakan lisensi student dan trial, lalu keterbatasan waktu dalam pengerjaan yang singkat dan juga kewajiban tugas-tugas kuliah yang harus kami kerjakan,” ujar Nur
Rochmad Zulianto. 

Bagi ketiganya, menjuarai kontes ini sangatlah berarti. Tidak hanya sebagai prestasi pribadi. Bagi mereka kemenangan dalam Kejuaraan Internasional BIM Innovation Contest di Universitas Diponegoro menjadi kebanggan bagi Polinema sekaligus menjadi bukti mahasiswa Indonesia mempunyai kemampuan dalam ilmu teknik sipil dan industri konstruksi secara keseluruhan. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES