Pendidikan

Siap Jadi Perguruan Tinggi Islam Mendunia, UIN KHAS Jember Libatkan Media Massa

Kamis, 06 Juni 2024 - 05:17 | 16.28k
Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Hepni, saat menberikan sambutan dalam. Rapat koordinasi dengan pimpinan media massa (FOTO: UIN KHAS for TIMES Indonesia)
Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Hepni, saat menberikan sambutan dalam. Rapat koordinasi dengan pimpinan media massa (FOTO: UIN KHAS for TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BONDOWOSO – Di bawah kepemimpinan Profesor Hepni, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Ahmad Shiddiq (UIN KHAS) Jember terus berbenah. Apalagi rektor yang baru tujuh bulan dilantik ini mempunyai cita-cita agar UIN KHAS bisa menjadi perguruan tinggi Islam yang mendunia. 

Salah satu upaya yang dilakukan untuk mencapai itu adalah melalui kerja sama dengan media massa. Total ada 20 media massa mulai televisi, media cetak, online dan radio. Salah satu di antaranya adalah TIMES Indonesia. 

Menurut Rektor UIN KHAS Jember, Profesor Hepni, 20 media massa yang telah menandatangani MoU merupakan media partner dengan paradigma kerja sama. Tentu harapannya nanti adalah saling menguntungkan, mengingatkan dan menguatkan.

“Ini menjadi semacam sindikasi media,” kata dia saat memberikan sambutan dalam rapat koordinasi dengan pimpinan media massa di Gedung Kuliah Terpadu UIN KHAS Jember, Rabu (5/6/2024). 

Ia juga mengungkapkan, produk berita tentang UIN KHAS Jember yang dibuat di media massa nanti akan di-support 59 PTKIN (Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri) se-Indonesia. 

“Kemudian  dipublish  oleh 59 media PTKIN se-Indonesia,” terang dia. 

Tentu kerja sama ini lanjut dia, dengan tujuan untuk mencapai target dalam empat tahun ke depan.

Menurutnya, media yang diajak kerja sama ada yang sudah berjalan dan ada juga yang baru bergabung. Jadi yang lama tetap diakomodasi, kemudian ditambah yang baru. 

“Ini kerja sama, bukan membeli jasa, karena ada unsur kekeluargaan. Ada pertalian hati, jeritan UIN KHAS juga menjadi jeritan teman-teman media,” tegas dia. 

Tentu keberadaan media partner ini tidak harus selalu mempublikasikan kegiatan UIN KHAS Jember, tetapi juga bisa memberikan kritik membangun. “Bentuk kasih sayang ada dinamikanya, bisa kritik membangun, namun tetap terkendali,” terang dia. 

Menurutnya, sudah saatnya UIN KHAS Jember memberikan catatan sejarah baru. Sebab upaya yang dilakukan hari ini, buahnya baru akan bisa dipetik di kemudian hari.

“Kita seperti sedang menanam kelapa, hasilnya tidak dinikmati hari ini tapi 10-m hingga 20 tahun yang  akan datang,” ucap dia. 

Ia juga menegaskan, saatnya membuka gerakan kata hati untuk menjunjung tinggi nama UIN KHAS Jember. “UIN KHAS dari Jember untuk Indonesia dari Jember untuk dunia,” imbuh dia. (d)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES