Pendidikan

Guru Honorer Jadi Wisudawan Terbaik Program Magister Unisma, Lulus Tanpa Tesis hingga IPK 4.0

Kamis, 06 Juni 2024 - 16:28 | 22.58k
Sania Alinda Mouli Asnas, wisudawan terbaik dari Program Magister Unisma, dalam wisuda periode 73 Unisma yang akan digelar pada Sabtu (8/6/2024). (Foto: Achmad Fikyansyah/TIMES Indonesia)
Sania Alinda Mouli Asnas, wisudawan terbaik dari Program Magister Unisma, dalam wisuda periode 73 Unisma yang akan digelar pada Sabtu (8/6/2024). (Foto: Achmad Fikyansyah/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Semangat dan keseriusan Sania Alinda Mouli Asnas dalam menempuh akademik di Prodi Magister Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Islam Malang (Unisma) ini bisa menjadi motivasi bagi banyak orang. Di tengah aktivitasnya sebagai guru honorer di salah satu SD swasta di Kabupaten Malang, dia masih bisa menempuh pendidikan jenjang S2-nya dengan baik.

Sania lulus dalam pendidikan magisternya di semester 3. Dia lulus tanpa membuat Tesis sebagai tugas akhir.  Karena dia berhasil menerbitkan artikel di Jurnal Sinta 2 atau salah satu kategori jurnal yang diakui secara nasional di Indonesia. Tak hanya itu, dia juga berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna, yakni 4,0. 

Ia pun akhirnya didapuk sebagai wisudawan terbaik Unisma dalam wisuda periode 73 yang akan digelar pada Sabtu (8/6/2024) nanti.
Perempuan asal Singosari Kabupaten Malang ini menceritakan, di akhir perkuliahan S1-nya pada 2022 lalu, dia memang sudah sudah diterima mengajar di salah satu SD swasta. Karena keinginannya untuk mengembangkan keilmuanya masih sangat tinggi, dia pun memutuskan untuk melanjutkan studi S2 setelah lulus S1.

"Jadi dulu S1 di Unisma di Prodi Pendidikan Bahasa Inggris. Lulus pada tahun 2022. Kemudian setelah itu langsung lanjut S2 sambil mengajar," ucapnya.

Sania mengaku, membagi waktu mengajar dan berkuliah merupakan tantangan tersendiri baginya. Namun, manajemen waktu menjadi kunci utama baginya hingga akhirnya bisa menyelesaikan studi tepat waktu dan dengan hasil yang memuaskan.

Pihaknya menyebut, tak ada trik khusus yang dia terapkan sehingga bisa memperoleh IPK sempurna. Dia hanya berusaha untuk menguasai seluruh materi yang diajarkan di kelas, serta aktiv bertanya kepada teman atau pun dosen tentang sebuah pelajaran.
"Apabila presentasi, saya berusaha untuk bisa menguasai materi yang saya bawakan, sehingga ketika ada teman yang bertanya, maka saya bisa menjawab dengan benar. Begitu juga ketika ada teman atau dosen presentasi, saya berusaha untuk aktif bertanya," tuturnya.
Sania sendiri percaya, keberhasilannya ini tak luput dari doa dan dukungan orang-orang terdekatnya. Khususnya orangtua. Karena dia sadar, sebenarnya masih ada banyak orang yang lebih aktif darinya saat berada di kelas. Namun tak mendapatkan IPK lebih bagus darinya.

"Sebenernya awalnya saya tidak ada target untuk bisa mendapatkan IPK yang tinggi. Namun di tengah semester, saya ada keinginan untuk itu, sehingga saya berusaha semaksimal mungkin yang saya bisa bagaiamana saya bisa menguasai seluruh materi yang ada di kelas," katanya.

Dia berharap, prestasinya ini bisa menjadi motivasi, khususnya bagi dirinya sendiri, agar lebih tekun dan serius ketika menempuh pendidikan.

"Harapanya bagi orang-orang yang sedang menempuh pendidikan dan sambil kerja, bisa tetap lulus tepat waktu, dan dengan nilai sesuai yang mereka inginkan," pungkas mahasiswa Unisma ini. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Hendarmono Al Sidarto
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES