Pendidikan

Gazebo Numerasi, Inovasi Mahasiswa STKIP PGRI Pacitan Dongkrak Numerasi Siswa SD Negeri 4 Kemuning

Jumat, 14 Juni 2024 - 18:22 | 31.66k
GaNum (Gazebo Numerasi), Kolaborasi Mahasiswa Kampus Mengajar dalam sebagai upaya meningkatkan numerasi siswa SD Negeri 4 Kemuning. (Foto: Syahrul for TIMES Indonesia)
GaNum (Gazebo Numerasi), Kolaborasi Mahasiswa Kampus Mengajar dalam sebagai upaya meningkatkan numerasi siswa SD Negeri 4 Kemuning. (Foto: Syahrul for TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, PACITAN – Program Kampus Mengajar 7 di SD Negeri 4 Kemuning, telah usai. Menandai akhir penugasan, mahasiswa STKIP PGRI Pacitan menghadirkan satu program unggulan "Gazebo Numerasi" (GaNum). 

Program ini bertujuan untuk meningkatkan numerasi siswa, sesuai dengan permintaan Kepala Sekolah, Suwandi, S.Pd., saatmenggelar kegiatan Forum Komunikasi dan Koordinasi Sekolah ( FKKS II).

Selain penarikan oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), forum ini juga ditampilkan video kompilasi pelaksanaan Rencana Aksi Kolaborasi (RAK) dan laporan singkat capaian-sasaran-tantangan-rekomendasi oleh Ketua Kelompok.

"Betul, kami berharap melalui kolaborasi mahasiswa Kampus Mengajar 7 ini dapat menciptakan lingkungan sekolah yang kaya teks. Kami berterimakasih dengan adanya Gazebo Numerasi atau GaNum, kami akan melanjutnya pemanfaatannya. Kedepannya kami berharap adanya TaNum atau Taman Numerasi sebagai upaya meningkatkan literasi dan numerasi siswa kami," ujar Suwandi, Jumat (14/6/2024).

GaNum merupakan gazebo yang didesain khusus untuk menjadi tempat belajar numerasi yang menyenangkan bagi siswa. Di gazebo ini, terdapat berbagai permainan edukatif dan media pembelajaran yang terkait dengan numerasi.

Meskipun hanya bertiga, mahasiswa sukses melaksanakan RAK dengan seoptimal mungkin, salah satunya adalah "Kemah Literasi dan Numerasi" dikemas melalui "Fun Camp". Tentunya para mahasiswa mendapat pengalaman terbaiknya, belajar dan merajut kebersamaan selama 4 bulan di balik tantangan yang ada.

"Tantangan kami dalam melaksanakan Program Kampus Mengajar ini adalah pengondisian siswa, sehingga rekomendasi kedepannya adalah perlu komitmen pihak sekolah dalam pendampingan," ucap Ketua Kelompok, Syahrul. 

Dalam acara Pelepasan, FKKS III, dan sekaligus Penarikan, DPL STKIP PGRI Pacitan, Dr. Urip Tisngati, M.Pd. menekankan adanya keberlanjutan implementasi aksi kolaborasi kepada pihak sekolah, sesuai slogan kampus mengajar, #belajardanberdampak.

"Saya berterimakasih kepada keluarga besar SD Negeri 4 Kemuning, telah menjadi mitra kolaborator yang sangat baik, memberikan afirmasi positif sehingga para mahasiswa dapat melaksanakan RAK sesuai masa penugasan, kami berharap program yang telah diinisiasi mahasiswa dapat dilanjutkan dan ditingkatkan capaiannya oleh pihak sekolah," ujar Urip.

Sementara itu, rangkaian "Pamit" tidak hanya sebagai ajang pertemuan antara pihak sekolah, mahasiswa, dan DPL, namun juga diwarnai dengan isak tangis para siswa kelas I-VI melepas kakak-kakak mahasiswa. Ini menandai bahwa Program Kampus Mengajar memberikan makna dan manfaat.

Keberhasilan program tersebut menunjukkan kolaborasi yang kuat antara mahasiswa STKIP PGRI Pacitan, sekolah, dan masyarakat sehingga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi program-program serupa di masa depan. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES