Pendidikan

Hadapi Perubahan Iklim, Pelajar hingga Akademisi Tanam Mangrove di Banyuwangi

Sabtu, 22 Juni 2024 - 04:58 | 24.07k
Komunitas muda Pramuka SMK N Darul Ulum menanam bibit mangrove di Teluk Pang-pang. (Foto : ITB For TIMES Indonesia)
Komunitas muda Pramuka SMK N Darul Ulum menanam bibit mangrove di Teluk Pang-pang. (Foto : ITB For TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Kolaborasi ITB, Untag Banyuwangi dan Pramuka SMK Negeri Darul Ulum adakan aksi menanam ratusan Mangrove di Teluk Pang-pang, Desa Wringinputih, Kecamatan Muncar sebagai bentuk menghadapi isu dari perubahan iklim.

Antusias para akademisi hingga pelajar itu bahu-membahu menanam kurang lebih 120 bibit Mangrove dalam menghadapi perubahan iklim dan persoalan abrasi di kawasan Teluk Pangpang. Mangrove sendiri dianggap sebagai solusi efektif untuk menghambat abrasi karena akar mangrove dapat menstabilkan substrat lumpur di pantai dan membantu mencegah erosi tanah.

Diketahui, Isu perubahan iklim masih menjadi permasalahan global yang dampaknya dapat dirasakan secara regional dan bahkan lokal, termasuk di Indonesia. Pengaruh perubahan iklim yang berbahaya terhadap lingkungan pesisir laut diantaranya adalah kenaikan muka air laut yang konsisten.

Mitigasi kenaikan muka air laut akibat perubahan iklim memberi pengaruh mundurnya garis pantai yang apabila tidak ditangani dengan bijak akan menjadi bencana di kemudian hari seperti hilangnya kawasan permukiman yang sedang terjadi di pesisir utara Pulau Jawa. Melalui pendekatan empiris, pohon mangrove sudah diteliti mampu menjadi solusi alternatif yang tepat.

Atas dasar itulah, ITB sebagai salah satu perguruan tinggi di Indonesia menggandeng komunitas muda yakni Pramuka SMKN Darul Ulum untuk bersama-sama lebih peka dalam merespon perubahan iklim global melalui pendekatan akademis.

Dengan melibatkan dosen dan mahasiswa dari Kelompok Keahlian (KK) Ilmu Kemanusiaan dan KK Hidrografi, serta lintas Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) dan Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB). Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 12 hingga 15 Juni 2024 ini juga didukung oleh akademisi lokal dari Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi, Mega Yuniartik M.Pi, yang sudah memahami situasi di lapangan.

Menurut peserta dari Komunitas muda Pramuka SMKN Darul Ulum Raihan mengatakan, kegiatan ini merupakan kali kedua komunitasnya melakukan penanaman Mangrove, tetapi kali ini dibedakan dari segi keilmuan yakni pembelajaran, tujuan, manfaat hingga penjelasan dasar-dasar penanaman mangrove.

Selain itu, Raihan menambahkan, pihaknya juga menerima modul pembelajaran terkait perubahan iklim oleh Miga Magenika Julian, S.T., M.T., dan character capacity building oleh Dr. Prima Roza, S.E., M.Ed.

“Kami sangat menyukasi kegiatan langsung ke lapangan, tetapi tak luput dengan pembelajarannya di dalamnya, ” kata Raihan, Sabtu (22/6/2024).

“kami berharap, keterlibatan lebih banyak lagi komunitas pemuda untuk aktif berpartisipasi dalam memberikan solusi atas permasalahan perubahan iklim agar dampak yang dihasilkan semakin meluas jangkauannya,” imbunya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES