Pendidikan

SD Unggulan Cahaya Cendekia Dilaunching, Gus Haris Apresiasi Langkah Non Hafidz

Minggu, 23 Juni 2024 - 14:15 | 68.29k
Pemotongan pita saat peluncuran SD Unggulan Cahaya Cendikia oleh Gus Haris, didampingi Non Hafidz dan Non Hadi. (Foto: Ryan Haryanto/TIMES Indonesia)
Pemotongan pita saat peluncuran SD Unggulan Cahaya Cendikia oleh Gus Haris, didampingi Non Hafidz dan Non Hadi. (Foto: Ryan Haryanto/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGO – Kabupaten Probolinggo kini memiliki sebuah sekolah unggulan baru, SD Unggulan Cahaya Cendekia. Sekolah ini terletak di Desa Glagah, Dusun Nyato, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Peresmian sekolah yang berlangsung pada Jumat (21/6/2024) ini dihadiri oleh Gus Haris, KH. Abdul Hadi Noer selaku Ketua Yayasan Nurul Qadim, pengawas pendidikan Kecamatan Pakuniran, serta beberapa tokoh masyarakat lainnya.

Acara launching ini semakin meriah dengan penampilan Jam’iyah Shalawat Syubbanul Muslimin yang turut memeriahkan suasana.

SD Unggulan Cahaya Cendekia hadir dengan kurikulum holistik yang dirancang untuk mencetak siswa-siswi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan keterampilan hidup yang mumpuni.

Berada di bawah naungan Pesantren Nurul Qodim, SD Unggulan Cahaya Cendekia membawa harapan besar untuk menjadi pelita pendidikan di Kabupaten Probolinggo.

Pendiri SD Unggulan Cahaya Cendekia, KH. Hafidzul Hakim Noer, mengungkapkan, pendirian sekolah ini sebagai bukti nyata dari usaha bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan berlandaskan nilai-nilai keislaman. 

"Kami berkomitmen untuk menciptakan generasi yang tidak hanya pintar secara akademis, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual,” ujar Khadimul Majlis Syubbanul Muslimin itu, Minggu (23/6/2023).

Sekolah ini tidak hanya fokus pada pencapaian akademis, tetapi juga pada pengembangan karakter siswa.

Melalui berbagai program dan kegiatan, SD Unggulan Cahaya Cendekia berupaya mewujudkan visinya untuk mencetak generasi yang kritis, taat beribadah, dan gigih berusaha. 

"Visi kami adalah mencetak ahli fikir yang kritis, ahli dzikir yang taat, dan ahli ikhtiar yang gigih," tambah pria yang akrab dipanggil Non Hafidz itu.

Pembinaan moral dan spiritual menjadi perhatian khusus di SD Unggulan Cahaya Cendekia.

SD-Unggulan-Cahaya.jpgSuasana kegiatan belajar mengajar SD Unggulan Cahaya Cendekia di Desa Glagah. (Foto: Ryan Haryanto/TIMES Indonesia)

Nilai-nilai keislaman yang diajarkan di sekolah ini diharapkan dapat membentuk karakter siswa yang religius, berintegritas, dan berbudi pekerti luhur. 

Dengan demikian, siswa tidak hanya siap secara akademis, tetapi juga secara moral dan etika.

Selain itu, sekolah ini juga menekankan pentingnya kemandirian dan keterampilan hidup bagi siswa-siswinya.

Melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler dan program pembinaan mental, siswa diajarkan untuk menjadi individu yang mandiri, kreatif, dan inovatif. 

"Kami ingin mencetak generasi yang tidak hanya pintar, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perubahan zaman," tambah Non Hafidz saat dihubungi melalui selulernya.

Sebagai bentuk komitmen menjaga kualitas dan pencapaian visi dan misi, SD Unggulan Cahaya Cendekia sangat mengutamakan peran serta masyarakat dan orang tua dalam proses pendidikan.

Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan suportif sehingga kompetensi siswa dapat berkembang secara optimal dan meraih prestasi gemilang.

Keberadaan SD Unggulan Cahaya Cendekia menurut Non Hafidz, merupakan bentuk dukungan terhadap cita-cita bangsa Indonesia untuk memiliki generasi muda yang berkualitas dan kompeten.

Dengan pendidikan yang komprehensif, sekolah ini bertujuan mencetak lulusan yang memiliki daya saing tinggi di berbagai bidang.

Mereka diharapkan mampu berkontribusi secara positif bagi kemajuan bangsa dan negara, serta mampu bersaing di kancah global.

"Berdirinya SD Unggulan Cahaya Cendekia adalah langkah awal yang cerah menuju masa depan yang lebih gemilang bagi dunia pendidikan di Kabupaten Probolinggo," harap Non Hafidz.

Dengan komitmen yang kuat dan dukungan dari berbagai pihak, kami berharap sekolah ini dapat terus bersinar dan menjadi penerang yang menginspirasi generasi muda untuk meraih cita-cita luhur mereka.

Dalam jangka panjang, kehadiran SD Unggulan Cahaya Cendekia diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi masyarakat Kabupaten Probolinggo.

Dengan mencetak generasi yang cerdas dan berbudi pekerti luhur, diharapkan daerah ini dapat berkembang menjadi kawasan yang maju dan sejahtera.

"Pendidikan yang berkualitas adalah kunci untuk membuka pintu-pintu kesempatan dan kemajuan bagi seluruh masyarakat," tandas tokoh dengan jutaan penggemar itu.

SD-Unggulan-Cahaya-2.jpgSuasana kelas lain SD Unggulan Cahaya Cendekia di Desa Glagah. (Foto: Ryan Haryanto/TIMES Indonesia)

Di tengah rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Probolinggo yang menempati posisi keempat terbawah di Jawa Timur, Gus Haris mengapresiasi langkah Non Hafidz atas dedikasinya dalam meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi usaha Non Hafidz yang terus berupaya meng-upgrade kebutuhan pendidikan di Kabupaten Probolinggo,” ujar Gus Haris.

Tingkat IPM Kabupaten Probolinggo cukup rendah, dan upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan serta mengajak masyarakat mensyiarkan pendidikan, kata Gus Haris, sangatlah penting.

"Tingkat IPM kita nomor empat terendah di Jawa Timur, sehingga perlu adanya upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan seperti yang dilakukan oleh Non Hafidz ini," ungkap Gus Haris.

Menurut Gus Haris, pendidikan adalah kunci untuk keluar dari lingkaran kemiskinan dan menghadapi tantangan ekonomi.

Oleh karena itu, ia menekankan, meskipun kondisi ekonomi saat ini sulit, penting bagi masyarakat untuk tetap fokus menyekolahkan anak-anak mereka agar tidak putus sekolah.

“Jangan sampai keadaan ekonomi membuat kita menyerah. Pendidikan adalah harapan untuk masa depan yang lebih baik,” tegasnya.

Gus Haris berharap langkah-langkah yang diambil oleh Non Hafidz ini dapat menginspirasi banyak pihak untuk ikut serta dalam upaya memajukan pendidikan di Kabupaten Probolinggo.

“Terima kasih sekali lagi kepada non hafidz atas dedikasinya terhadap dunia pendidikan,” tutup Gus Haris dengan penuh apresiasi.

Dengan adanya SD Unggulan Cahaya Cendekia, ia berharap dapat mencetak generasi yang tidak hanya pintar, tetapi juga memiliki akhlak yang baik dan mampu berkontribusi positif bagi lingkungan sekitar.

Dengan fasilitas yang memadai dan tenaga pengajar yang kompeten, SD Unggulan Cahaya Cendekia bertekad untuk memberikan pendidikan terbaik bagi siswa-siswinya.

Diharapkan, keberadaan sekolah ini dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk terus meningkatkan mutu pendidikan. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ryan Haryanto
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES