Pendidikan

Seminar AMA Malang, Inovasi dan Belajar AI Perlu di Era Sekarang

Senin, 01 Juli 2024 - 11:13 | 11.44k
Risa Santoso saat tampil sebagai pembicara di acara Seminar AMA Malang. (FOTO A: widodo irianto/TIMES Indonesia)
Risa Santoso saat tampil sebagai pembicara di acara Seminar AMA Malang. (FOTO A: widodo irianto/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Sekarang dunia sudah banyak berubah, maka mau tidak mau kita semua harus mulai belajar berinovasi serta mau belajar  pentingnya tentang AI (artificial intelligence).

Kalau kita ingin berubah maka perlu berinovasi dan harus mengenali dan mengetahui insight perusahaan.

Itu antara lain catatan akhir dari acara Seminar Marketing yang digelar AMA Malang, di Keraton Ballroom Hotel Tugu dengan menghadirkan pembicara Risa Santoso, B.A., M.Ed.

Risa Santoso adalah Rektor Institut Teknologi dan Bisnis ASIA Malang. Wanita kelahiran 27 Oktober 1992 lulusan University of California, Amerika Serikat ini adalah rektor termuda di Indonesia.

Malam itu ia berbicara tentang From Insights to Impact yakni sebuah "Transforming Strategic  Insights into Innovative User Experience".

Menurut Risa Santoso, kalau tidak mau berubah, maka yang lain yang mencoba belajar dan tidak ada yang sama. "Sekarang ini kita, yang muda-muda ini seperti bersama-sama startnya. Karena itu bagaimana kalau kita terlihat ada opportunity atau peluang baru, kita coba eksplore disana," ujar Risa.

"Dulu, staynya ada Facebook, ganti Instagram, sekarang ke tik-tok sekarang sudah seperti capek. Tapi untuk AI, pada saatnya semuanya akan belajar hal yang sama," katanya lagi.

"Bagaimana kita bisa menggunakan itu untuk leverage kita," tambah Risa Santoso.

Leverage adalah kemampuan perusahaan untuk mengunakan aset atau dana yang mempunyai biaya tetap ntuk memperbesar tingkat penghasilan (return) bagi pemilik perusahaan.

Acara seminar malam itu begitu gayeng. Dua sesi tanya jawab yang diberikan moderator, Ida Galih seolah tak cukup karena banyaknya peserta.

Saking banyaknya jumlah peserta, sampai-sampai pihak panitia juga menambah meja kursi dari yang sudah dipersiapkan sejak sore.

Apalagi para peserta itu antara lain berasal dari kalangan muda HIPMI, Universitas Brawijaya, Malang Creative Fushion, serta para peserta lain, dan tentu saja anggota AMA Malang.

Executive Vice President AMA Malang, Sundjoyo mengucapkan terimakasih atas kehadiran Risa Santoso yang sebenarnya sedang menjalankan kesibukan di Jakarta, namun secara khusus malam itu ia balik ke Malang untuk menjadi  pembicara di AMA Malang.

Diawal pembukanya, Eda Galuh menyatakan senang sekali karena bisa menyapa peserta seminar yang
Sama sama belajar ingin mengubah wawasan strategis bagi pengguna yang inovatif.

Malam itu Risa Santoso mengawali dengan contoh  demo besar besaran sopir blue bird yang membuat Netizen yang kemudian memunculkan komentar What would you do?.

Contoh dalam bentuk video itu menyajikan bagaimana owner tadi blue bird Noni Purnomo, tujuh tahun lalu menghadapi tekanan berat dan endingnya justru dikagumi dan positif.

"Berubah itu tidak mudah. Mungkin baru yang belia dan lincah berubah itu mudah. Kami dengan 45 ribu kerabat berubah itu tidak mudah," ucapnya.

"Kami sadar ada masanya tuli dan buta. Kami sadar sekarang, bahwa seorang kawan bukan hanya berpegang pada kenyamanan yang pernah ada. Namun seorang kawan juga harus berjalan bersama, melaju di tengah hiruk pikuk dunia. Beri kami kesempatan. Kami ingin bersama-sama ikut pertandingan. Kami sedang berbenah, karena kami mau berubah," begitu ungkapan Noni Purnomo di vedio itu.

Risa Santoso mengatakan, ini hebatnya sebuah Campaign, yang semula orang orang pressing blue bird, kemudian menjadi penilaian positif.

"Ini menarik dari masalah bisa mengubah menjadi kesempatan," ujar Risa.

Seminar-AMA-Malang-b.jpgSemua peserta seminar AMA Malang foto bersama usai acara itu ditutup (FOTO B: widodo irianto/TIMES Indonesia)

Kadang kita punya pandangan kalau ada masalah dengan perusahaan kita lalu memberi diskon atau promo. Melawan harga dengan harga.

Menurut Risa Santoso, yang penting, bagaimana kita bisa membuat inovasi baru untuk perusahaan, dan kalau bisa lebih unggul dari yang lain.

"Bagaimana customer kita tetap mampu membeli ke kota meskipun harga kota premium daripada yang lain. Kalau bisa customer susah meninggalkan kita. Apa yang kita lakukan tetap ikut," kata dia.

Risa Santoso menegaskan hendaknya inovasi itu dibuat  karena pengalaman pelanggan. "Jadi kalau kita berinovasi, kita harus tahu, akan memberikan pelayanan  seperti apa kepada pelanggan.

"Pikirkan bahwa inovasi itu adalah bagian dari sistem. Inovasi itu tidak harus yang sangat besar, tetapi inovasi  yang dimulai dari yang kecil-kecil," ujar Risa Santoso.

Selain itu, kata Risa Santoso dalam Seminar AMA Malang itu, buatlah sebuah proses disiplin inovasi dimana kita bisa menginventaris orang-orang yang ada di dalam perusahaan kita untuk mempunyai budaya yang bisa menginovasi produk-produk yang ada. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES