Pendidikan

UB Tambah 2 Profesor Baru dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Senin, 08 Juli 2024 - 22:51 | 13.27k
Dua Professor dari FPIK UB, Prof Gede dan Prof Edi yang akan dari dikukuhkan sebagai guru besar. (FOTO: Achmad Fikyansyah/TIMES Indonesia)
Dua Professor dari FPIK UB, Prof Gede dan Prof Edi yang akan dari dikukuhkan sebagai guru besar. (FOTO: Achmad Fikyansyah/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANGUniversitas Brawijaya (UB) kembali menambah jumlah guru besar yang mereka miliki. Kali ini, ada dua orang profesor dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) yang akan dikukuhkan.

Mereka adalah Prof. Dr. Ir Dewa Gede Raka Wiadnya, M.Sc yang akan dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Eksplorasi Sumber Daya Ikan dan Prof. Dr. Ir. Edi Susilo M.S guru besar bidang sosiologi perikanan.

Prof. Dr. Ir Dewa Gede Raka Wiadnya merupakan Profesor aktif ke 22 di  FPIK dan Profesor aktif ke 216 di UB, serta menjadi Profesor ke 384 dari seluruh Profesor yang telah dihasilkan oleh UB.

Dalam pidato pengukuhanya, Prof Gede bakal memaparkan penelitian tentang deskripsi spesies ikan melalui pendekatan morfologi, osteo-staining, otolith, yang dikombinasi dengan DNA barcoding menjadi alat yang komprehensif dan meyakinkan dalam proses identifikasi spesies ikan.

"Morfologi eksternal dan analisis DNA sudah banyak digunakan peneliti lain, tulang telinga dan tulang di dalam tubuhnya ini yang baru saya gunakan,” ujar Prof Gede.

Prof Gede mengatakan, Indonesia merupakan salah satu negara dengan spesies ikan terbanyak. Sehingga teknik ini bisa dijadikan standar dalam validasi spesies ikan. Dijelaskan bahwa keraguan maupun kesalahan identifikasi terhadap spesies ikan telah beberapa kali dilaporkan oleh ahli taksonomi dan eksplorasi sumber daya ikan.

"Sehingga deposit spesimen morfologi, osteo-staining, otolih, dan DNA yang bisa diakses secara cepat akan sangat membantu peneliti lain dalam melakukan validasi spesirs yang sudah diidentifikasi maupun menjadi rujukan komparatif terhadap spcsies yang akan diteliti," terangnya.

Pihaknya mengaku, kini sudah ada sekitar seribu spesies ikan yang telah berhasil dia identifikasi. Dan hal tersebut dia unggah dalam Brawijaya Ichthyologicum Depository (BID). "Kombinasi teknologi ini menjadi keunggulan utama dalam deskripsi spesies. Setiap spesimen dikurasi dan diunggah pada laman BID dengan kode aksesi yang unik untuk memudahkan penelusuran bagi peneliti selanjutnya," kata dia.

Sementera itu,  Prof. Dr. Ir. Edi Susilo M.S akan menjadi Profesor aktif ke 23 di  FPIK dan Profesor aktif ke 217 di UB serta menjadi Profesor ke 385 dari seluruh Profesor yang telah dihasilkan oleh UB.

Pada hari pengukuhanya sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Sosiologi Perikanan dia akan menjelaskan soal Sruktur Sosial Progresif-Integratif (S2PI), yang merupakan sebuah konsep untuk mengurangi kemiskinan nelayan di Indonesia.

Menurutnya, struktur sosial tidak hanya mampu digunakan untuk menganalis kondisi dan perkembangan masyarakat lokal, namun dapat ditarik ke dalam analisis yang lebih makro. "Struktur sosial progresif-integratif memberi arti bahwa masyarakat selalu mengalami perkembangan," kata dia.

Konstruksi struktur sosial yang dibangun memiliki keterkaitan antara ekologi, ekonomi dan dan sosial sebagai landasan pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya berbentuk lingkaran, harus diubah menjadi piramida.

Piramida ini berupa sebuah konsep tentang religiusitas, Jika kegiatan ekonomi manusia merusakkan ekologi, maka dua kesalahan manusia ada dua. Pertama, manusia tidak bersifat amanah sebagai wakil Allah swt di bumi untuk menjaga alam secara berkelanjutan. Sumberdaya alam harus dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia saat sekarang, juga bagi generasi mendatang.

Kedua, jikakegiatan ekonomi manusia merusakkan ekologi, maka berpeluang mengalami kesulitan dalam kesejahteraan sosial. "Semua hal itu butuh gas dan rem. Sehingga sosiologi ini menjadi sebuah rem dalam pemanfaatan ikan hasil nelayan," pungkasnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES