Dukung Ecoprint Inklusif, SLBN Ngadirojo Berkolaborasi dengan STKIP PGRI Pacitan

TIMESINDONESIA, PACITAN – SLBN Ngadirojo Pacitan kembali menjalin kolaborasi dengan STKIP PGRI Pacitan dalam program magang mahasiswa guna mendukung pendidikan inklusif serta pengembangan keterampilan bagi peserta didik berkebutuhan khusus (PDBK).
Program yang telah berjalan dua tahun ini tidak hanya memberikan pengalaman belajar bagi mahasiswa, tetapi juga memperkaya wawasan dan keterampilan PDBK dalam dunia seni dan kewirausahaan.
Advertisement
Pada 19 Februari 2025, SLBN Ngadirojo bersama mahasiswa magang mengadakan pelatihan ecoprint yang melibatkan peserta didik tingkat SMPLB dan SMALB dengan berbagai hambatan, seperti pendengaran, intelektual, gerak dan motorik, serta autisme. Pelatihan ini bertujuan untuk mengembangkan kreativitas peserta didik sekaligus mengenalkan teknik membatik ramah lingkungan.
Ecoprint bukan sekadar teknik mencetak motif daun dan bunga pada kain, tetapi juga menjadi media pembelajaran yang interaktif. Peserta didik dikenalkan pada berbagai bentuk daun, warna, dan bunga di sekitar mereka.
Metode ini membantu mereka membedakan karakteristik daun seperti bentuk menjari, menyirip, serta memahami aneka tekstur dan warna alami.
Lebih dari itu, kegiatan ini juga berperan dalam melatih keterampilan motorik halus peserta didik. Dengan menyusun pola daun dan bunga pada kain, mereka belajar koordinasi tangan serta meningkatkan ketelitian dalam berkarya.
Antusiasme peserta didik SLBN Ngadirojo mengikuti pelatihan membatik bersama Mahasiswa STKIP PGRI Pacitan. (Foto: Fahrul for TIMES Indonesia)
Kepala SLBN Ngadirojo, Rini Susilawati, mengapresiasi inisiatif ini sebagai langkah positif dalam pengembangan keterampilan peserta didik.
“Kegiatan seperti ini memberikan pengalaman baru dan memotivasi mereka untuk lebih kreatif. Kami berencana melanjutkan program ini dengan mengeksplorasi pola dan teknik yang lebih variatif agar keterampilan mereka semakin berkembang,” ujarnya, Senin (24/2/2025).
Selain sebagai media edukasi, ecoprint juga memiliki potensi ekonomi. Dengan proses pembuatan yang minim limbah, ecoprint menjadi alternatif industri tekstil yang lebih ramah lingkungan.
Hasil karya peserta didik SLBN Ngadirojo kini telah diolah menjadi taplak meja dengan motif alami yang unik dan menarik. Produk ini diharapkan dapat menjadi ikon kreativitas inklusif dari Pacitan sekaligus membuka peluang usaha bagi komunitas PDBK.
Selain ecoprint, peserta didik juga dikenalkan dengan teknik batik shibori. Teknik ini menggunakan metode pelipatan dan pencelupan untuk menciptakan pola unik pada kain. Dengan variasi teknik ini, peserta didik memiliki lebih banyak pilihan dalam mengembangkan keterampilan tekstil mereka.
Salah satu peserta pelatihan, Nurkholis, mengungkapkan kegembiraannya. “Kegiatan yang asik, hasilnya bagus sekali. Saya senang, besok bisa dicoba lagi bersama teman-teman dengan banyak bentuk lainnya,” tuturnya.
Sementara itu, mahasiswa magang yang terlibat dalam pelatihan ini juga merasakan pengalaman berharga. Fahrul, mahasiswa jurusan PGSD, mengaku antusias.
“Saya sangat senang bisa ikut serta dalam pelatihan ecoprint ini. Melihat antusiasme peserta didik dalam mengenal dan mencoba teknik baru membuat kami semakin termotivasi untuk terus mendampingi mereka," katanya.
Melalui keterampilan ecoprint dan batik shibori, mereka berkesempatan untuk mengembangkan usaha mandiri yang berkelanjutan di masa depan.
Dengan adanya bimbingan yang tepat, pelatihan ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana belajar, tetapi juga menumbuhkan jiwa kewirausahaan bagi peserta didik SLBN Ngadirojo Pacitan. (*)
**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.
Editor | : Ronny Wicaksono |
Publisher | : Sholihin Nur |