Peristiwa Daerah

Mengenal Masjid Muhammad Cheng Hoo, Masjid Bergaya Tionghoa di Jember

Selasa, 29 Mei 2018 - 11:47 | 416.49k
Masjid Muhammad Cheng Hoo. (FOTO: Merah Putih)
Masjid Muhammad Cheng Hoo. (FOTO: Merah Putih)
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, JEMBER – Serambi Jember edisi kali ini akan membahas sebuah masjid di Kabupaten Jember yang memiliki daya tarik tersendiri bagi pengunjungnya. Masjid tersebut bernama Masjid Muhammad Cheng Hoo.

Terletak persis di belakang Kantor Lurah Sempusari, Kaliwates, Jember di Jalan Hayam Wuruk, bangunan masjid ini nyaris luput dari perhatian orang-orang yang berlalu lalang di jalan raya nasional yang tidak pernah sepi. Namun sebuah bangunan menara masjid yang mirip pagoda berfungsi menjadi 'mercusuar' yang mampu memantik perhatian orang-orang di luar kawasan masjid tersebut.

Advertisement

Ya, Masjid Muhammad Cheng Hoo merupakan masjid bernuansa budaya Tiongkok satu-satunya di Kabupaten Jember. Warna merah menyala dipadukan dengan kuning keemasan terlihat sangat mencolok dari kejauhanan. Perpaduan warna tersebut identik dengan warna bangunan klenteng, tempat peribadatan umat Tionghoa. Namun, adanya kubah kecil dengan warna kuning kemasan yang menjulang memastikan bahwa bangunan tersebut merupakan sebuah masjid. Terdapat papan nama bertuliskan Masjid Muhamad Cheng Hoo dalam bahasa Indonesia dan bahasa Mandarin.

Banyak masyarakat yang mendatangi masjid Muhamad Cheng Hoo yang diresmikan pada 13 September 2015 silam itu untuk berwisata religi. Ada juga yang sekedar melihat-lihat dan berswafoto di depan bangunan pagoda masjid tersebut. Karena tidak semua masjid memiliki pagoda khas klenteng. Pagoda itu memiliki lima tingkatan. Tidak begitu tinggi seperti Menara masjid besar lainnya, namun cukup mencolok untuk menarik perhatian para pengendara di sepanjang jalan. 

Pagoda Masjid Muhammad Cheng Hoo yang ada di Jember memiliki keunikan tersendiri. Di dalam pagoda terdapat sebuah kubah dengan bentuk angka delapan. Kubah dengan bentuk angka delapan memiliki filosofi tersendiri, yakni simbol keberuntungan. 

Pengunjung yang berdatangan tidak hanya dari umat muslim tapi juga umat agama lain. Para pengurus atau takmir masjid tidak pernah memberikan perbedaan terhadap pengunjung yang datang. Bagi pemeluk agama lain yang berkunjung, takmir hanya menyarankan untuk menutup aurat dan berpakaian pantas. 

Masjid bergaya Tionghoa yang diresmikan Bupati Jember MZA Djalal tersebut digagas oleh Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI). Ketua PITI Jember Adi Dermawan kepada Times Indonesia yang menjumpainya di Masjid Muhammad Cheng Hoo beberapa waktu lalu mengatakan,  tujuan awal dibangunnya masjid ini adalah sebagai wadah berkumpulnya para anggota PITI untuk melakukan dakwah dan kegiataan sosial lainnya. 

"Masjid ini juga memiliki beberapa program untuk misi dakwahnya. Program-program tersebut meliputi pelajaran membaca Alquran kepada masyarakat umum dengan metode tajdid, sholat subuh berjamaah, dan kegiataan-kegiatan yang melibatkan komunitas pemuda," kata Adi.

Lebih dari itu, dia juga mengatakan bahwa para pendiri Masjid Muhammad Cheng Hoo tersebut punya cita-cita mulia. Yakni masjid tersebut mampu menjadi pemersatu perbedaan dan membangun kemaslahatan antargolongan masyarakat, khususnya di Kabupaten Jember. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Widodo Irianto
Publisher : Rochmat Shobirin

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES