Tambangan, Transportasi Andalan Melintasi Sungai Brantas
Transportasi menggunakan perahu di sungai Brantas yang biasa disebut Tambangan, beroperasi mengangkut penumpang selama 24 jam. Tambangan ini menghubungkan antara Desa/Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang dengan Desa Betro, Kecamatan Kemlagi,

JOMBANG – Transportasi menggunakan perahu di sungai Brantas yang biasa disebut Tambangan, beroperasi mengangkut penumpang selama 24 jam. Tambangan ini menghubungkan antara Desa/Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang dengan Desa Betro, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto.
Pantauan TIMES Indonesia, Sabtu (10/8/2019), hingga kini masih ada dua tambangan yang beroperasi. Tambangan berbentuk perahu dengan bahan dasar dari kayu itu tersebut, bisa mengangkut setidaknya 15 kendaraan roda dua dan 30 orang penumpang. Waktu untuk menyeberang hanya 5 menit saja.

Pemilik tambangan, Samiin (63) mengatakan, hingga saat ini transportasi tersebut memang aktif melayani masyarakat selama 24 jam. "Caranya ya gantian. Kalau saya dari jam 11 siang sampai jam 2 siang. Nanti diganti dengan yang lain," katanya.
Tidak hanya itu, ayah dari lima anak tersebut menjelaskan, pekerjaan yang dilakukan sebagai penupang ekonomi keluarga besarnya tersebut dari masa remajanya dulu. Untuk tarif, satu orang tetap dipungut hanya Rp 2000 saja. "Itu dengan motornya juga. Ya kadang juga tidak tentu penumpang ngasi berapa," ujarnya.

Dari pengakuan beberapa penumpang, mereka sangat bersyukur dengan tetap adanya transportasi Tambangan tersebut. Selain mempersingkat jarak tempuh, sejak dulu untuk para pelajar tidak dipungut bayaran sepeserpun. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


