Peristiwa Daerah

Penari Jathil, Sisi Cantik Mempesona di Balik Kegarangan Reog Ponorogo

Senin, 18 Mei 2020 - 14:06 | 282.80k
Penari Jathil Ponorogo. (Foto: dok TIMES Indonesia)
Penari Jathil Ponorogo. (Foto: dok TIMES Indonesia)
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, PONOROGO – Selama ini kita mengenal Reog Ponorogo adalah kesenian yang identik dengan kesan garang dan perkasa. Dibalik keperkasaannya tersebut, ada sisi manis yang rugi kalau tidak kita kenal, yakni penari Jathil.

Tidak jarang yang paling ditunggu-tunggu adalah penampilan mereka. Bahkan dalam perkembangannya, mereka memiliki penggemar sendiri. 

Advertisement

Lebih-lebih Pemerintah Ponorogo begitu intens dalam memproteksi kesenian mereka, bahkan mereka mampu menanamkan kebanggaan tersendiri pada masyarakat Ponorogo, terkait kesenian reog. 

Hal ini menumbuhkan sisi positif pada kelangsungan kesenian tersebut. Bahkan anak-anak muda juga ikut bangga menampilkan kesenian Reog. 

Sehingga wajar jika Ponorogo kedepan tidak begitu khawatir jika harus dihadapkan pada regenerasi pelaku seni Reog Ponorogo.

Jathil begitu populer di Ponorogo, bahkan masyarakat dalam setiap pertunjukan sampai hafal nama-nama penari Jathil yang mereka sambut bak artis ibukota. 

Di Ponorogo sendiri banyak penari Jathil yang naik daun sebelum mewabahnya Covid-19.

Jathil adalah sosok penari, sedangkan nama tariannya adalah Jathilan. Tari Jathilan banyak disebut sebagai tarian paling tua di tanah Jawa. Melihat dari skema tarian dan sejarahnya, Jathil adalah prajurit berkuda yang mengiringi kesenian Reog.

Dalam tariannya, Jathilan menggambarkan ketangkasan prajurit yang sedang berlatih diatas kuda. Tariannya ditunjukkan dengan semangat dan berapi-api, satu kaki diangkat, sedangkan tangannya seolah tengah ancang-ancang menarik panah, begitu piawai.

Awalnya Jathil diperankan oleh penari pria. Tetapi dalam perkembangannya mengalami tranformasi. Gemblak, laki-laki yang berperangai halus dan lebih mirip wanita kerap memerankan Jathil. Perubahan ini tidak lepas ketika di era 80an, tim kesenian Ponorogo berangkat ke Jakarta untuk tampil di PRJ (Pekan Raya Jakarta).

Kini, penari Jathil harus istirahat sejenak, melepaskan irama rancak dan tariannya. Roda kesenian di Ponorogo sementara harus berhenti. Mewabahnya Covid-19 sendiri memaksa Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni untuk menggelar kesenian Reog Ponorogo setiap bulannya harus dibatalkan.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Irfan Anshori
Publisher : Adhitya Hendra
Sumber : TIMES Ponorogo

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES