Peristiwa Daerah

Mitra Sunatan dan Pasuruan Mengaji Gelar Sunatan Massal Premium

Rabu, 20 Januari 2021 - 11:46 | 123.85k
Sekitar 30 Anak Yatim Dhuafa mengikuti kegiatan khitanan massal rutin yang di gelar oleh Pasuruan Mengaji bersama Mitra Sunatan.
Sekitar 30 Anak Yatim Dhuafa mengikuti kegiatan khitanan massal rutin yang di gelar oleh Pasuruan Mengaji bersama Mitra Sunatan.

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGO – Sekitar 30 Anak Yatim Dhuafa mengikuti kegiatan khitanan massal rutin yang di gelar oleh Pasuruan Mengaji bersama Mitra Sunatan, dengan metode pre,ium super ring bius tanpa jarum suntik,di Hotel Horison, Probolinggo, Minggu (17/01/2021).

Kooordinator panitia dari Pasuruan Mengaji, Suyitno, menyampaikan terima kasih kepada Mitra Sunatan selaku sponsor utama, juga kepada Muslimah Care Pandaan dan Takmir Masjid Al-Shalihin serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara khitanan massal.

Mitra Sunatan 2

"Semoga kegiatan ini bisa terlaksana kembali program seperti ini mengingat kemarin ada beberapa yg tidak bisa ikut karena kehabisan kuota,” kata Suyitno.

Suyitno menambahkan bahwa kegiatan ini mendapatkan respon yang sangat bagus. Pasca khitan pun tidak ada keluhan yang berarti dan rata-rata semua senang dan bersyukur bisa mengikuti khitan dengan metode modern super ring.

Metode Super Ring ini banyak diminati bukan hanya para yatim duafa tapi ada pendaftar umum yg memang memilih metode ini karena tanpa jarum suntik. Metode ini membuat anak langsung bisa beraktifitas. 

"Tidak seperti metode khitan konvensional yang butuh beberapa hari untuk pemulihan pasca khitan,” tambahnya.

Mubarok sebagai owner Mitra Sunatan Menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan serangkaian program Safari Sunatan massal 1000 Anak yatim dhuafa, yang dilakukan secara rutin, dan kegiatan ini baru di laukan pertama di pasuruan bersama Pasuruan Mengaji. 

“Kami ingin membantu anak-anak dari keluarga pra-sejahtera untuk menunaikan kewajiban tersebut sejak usia sedini mungkin," kata Mubarok. 

"Jangan sampai ada anak yatim / keluarga kurang mampu menunda untuk mengkhitan putranya dengan metode tebaik hanya karena faktor ekonomi kurang, itu harapan kami,”tambahnya. 

Salah satu wali peserta khitan, Nurhayatai pun mengapresiasi program ini. "Alhamdulillah ananda pulang dari kegiatan massal langsung lari main hujan – hujanan, sangat nyaman buat anak saya, terima kasih pada Pasuruan Mengaji dan Mitra Sunatan,” katanya.

Kegiatan ini bagian dari safari sunatan 1000 duafa Yatim piatu di beberapa kota di Indonesia, digelar Mitra Sunatan bekerjanya sama dengan berbagai pihak dan TIMES Indonesia. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES