Advertisement
Peristiwa Daerah

Mobil Odong-Odong Menguntungkan Bagi Ekonomi dan PAD Ciamis

Kecelakaan mobil odong-odong yang sudah dua kali terjadi di Ciamis, Jawa Barat, menuai tanggapan juga dari Komunitas Tayo Perintis Ciamis (Katawis).

TIMES Indonesia,
Mobil Odong-Odong Menguntungkan Bagi Ekonomi dan PAD Ciamis
Mobil odong-odong (foto: Dok. Aris Maulana)
A-AA+

CIAMIS Kecelakaan mobil odong-odong yang sudah dua kali terjadi di Ciamis, Jawa Barat, menuai tanggapan juga dari Komunitas Tayo Perintis Ciamis (Katawis). Katawis tidak hanya mendapatkan keuntungan untuk sektor ekonomi saja dari mobil odong-odong.

Namun, Ciamis juga diuntungkan dari segi PAD-nya. Pasalnya, mobil odong-odong sering memuat banyak penumpang untuk ke berbagai wisata di Ciamis.

Advertisement

Odong Odong Ciamis 2
Salah satu anggota Katawis dan mobil odong-odong miliknya yang dipakai untuk berkunjung ke beragam wisata di Ciamis (foto: Dok. Aris Maulana)

"Jadi, Katawis ini mulai dirintis sejak munculnya pandemi Covid-19 di Ciamis. Sebab, banyak yang tidak punya pekerjaan karena pandemi. Maka, kami berinisiatif untuk menumbuhkan giat perekonomian dengan mobil odong-odong," jelas Ketua Umum Katawis, Dely Mulyana, Jumat (2/7/2021).

Pihaknya juga menjelaskan, tragedi dua kecelakaan odong-odong di Ciamis ternyata bukan dari Komunitas Tayo Ciamis. Namun, itu berasal dari mobil odong-odong Tasikmalaya.

"Bahkan, kami juga berusaha mendongkrak pariwisata di Ciamis. Sehingga, wisata lokal bisa berkembang dan PAD juga bisa bertambah," ucapnya.

Para anggota Katawis juga rupanya selalu mempromosikan beragam wisata daerah di Ciamis. Contohnya, wisata Cadas Ngampar di Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Advertisement

Odong Odong Ciamis 3
Ilustrasi mobil odong-odong (foto: instagram/@produsen_odong_odong)

"Bahkan, kualitas mobil odong-odong kami juga sudah ada perubahan. Kami tidak memakai barang rongsok. Selain itu, kami juga sudah melengkapi surat-surat kendaraan yang masih berlaku," tuturnya.

Terkait adanya larangan mobil odong-odong untuk beroperasi di Ciamis, pihaknya pun berharap adanya kelonggaran. "Namun, kami tidak meminta adanya izin. Kami minta adanya celah agar kami bisa berkembang. Khususnya, di bidang pariwisata," harapnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

N
PenulisNatasya Putri Suparman (MG-327) Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia