Peristiwa Daerah

Takut Serangan Jenglot, Warga di Probolinggo Jaga Kuburan 7 Malam

Kamis, 26 Agustus 2021 - 12:12 | 68.41k
Kuburan yang dijaga warga diberi pengaman berupa anyaman bambu agar tak dimasuki binatang dan jenglot.(Foto: Dicko W/TIMES Indonesia)
Kuburan yang dijaga warga diberi pengaman berupa anyaman bambu agar tak dimasuki binatang dan jenglot.(Foto: Dicko W/TIMES Indonesia)
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGO – Takut akan serangan jenglot yang diyakini mahkluk pemakan jasad manusia yang baru meninggal, warga Desa Racek, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, berjaga dan tidur di atas kuburan warga baru meninggal selama tujuh malam. Hal ini sudah menjadi tradisi warga setempat.

Budaya unik biasa dilakukan oleh warga setempat. Warga menjaga dan tidur di atas kuburan hingga mendirikan tenda di atas kuburan, selama tujuh malam secara bergantian.  

Advertisement

Informasi yang dihimpun TIMES Indonesia dari sejumlah warga. Konon, penjagaan tersebut biasa dilakukan sudah turun temurun, dengan tujuan agar mayat yang baru dikubur aman dari jenglot, si pemakan mayat manusia yang baru meninggal.

Kuburan b

Di atas kuburan, warga memberinya sebuah pengaman berupa ayaman bambu. Anyaman bambu itu sebagai penangkal akan masuknya jenglot ke dalam kubur untuk memangsa mayat manusia.

Saher, salah satu warga mengatakan, tradisi jaga dan tidur di atas kuburan, hingga kini masih terus dilakukan oleh seluruh warga desanya. Menjaga dan tidur di atas kuburan yang masih belum di beri batu nisan, adalah suatu ke harusan bagi mereka.

“Warga meyakini bahwa ada binatang buas dan jenglot akan memakan jasad manusia yang baru meninggal dunia. Itu kata warga dan sesepuh dahulu. Dari itu hingga sekarang, jika ada yang baru meninggal harus dijaga selama tujuh malam,” katanya.

Tradisi ini juga dibenarkan oleh sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh agama di desa setempat. Meski saat ini jenglot dan bintang buas lainnya disebut sudah tidak ada lagi, namun warga masih terus melestarikan tradisi yang sudah turun temurun tersebut.

Sementara itu, Ustaz Imron Hamzah, Pengurus MUI Tiris mengatakan, jika ada warga yang baru meninggal dalam menggali liang lahat atau kuburan, hendaknya kedalaman kuburan tersebut di sesuaikan dengan syariat Islam, sehingga jasad yang dikubur baunya tidak terciuam oleh binatang buas atau jenglot yang selama ini disebutkan oleh warga setempat.

“Warga hanya meneruskan tradisi saja. Yang mana dahulu katanya jika ada yang baru meninggal itu bisa dimakan binatang buas dan jenglot, tapi sekarang peristiwa seperti itu sudah tidak pernah terjadi lagi. Serangan jenglot dan binatang buas lainnya sudah tidak pernah terjadi. hanya saja warga tetap menjaga kuburan selama tujuh malam,” terang Ustaz Imron.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES