Peristiwa Daerah

Produktifitas Tembakau Probolinggo Menurun, Tapi Harga Jual Meroket

Minggu, 25 September 2022 - 15:33 | 35.85k
Tingginya harga jual tembakau Probolinggo membuat petani mampu membayar upah buruh tani. (FOTO: Abdul/Jalil TIMES Indonesia)
Tingginya harga jual tembakau Probolinggo membuat petani mampu membayar upah buruh tani. (FOTO: Abdul/Jalil TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGO – Cuaca yang tak bersahabat membuat produktifitas hasil tembakau di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur menurun. Namun di sisi lain, menurunnya produktifitas itu justru mengangkat harga jual tembakau Probolinggo ini. Pasalnya, harga tembakau saat ini mencapai Rp 52-57 ribu perkilogram.

Berdasarkan data dari Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo, harga tembakau Probolinggo saat ini berkisar di angka Rp 35 ribu hingga Rp 52 ribu per kilogram. Tergantung kualitas dari pada tembakau itu sendiri. Harga itu juga dibandrol pada tembakau jenis Paiton VO.

Harga tersebut dipasarkan pada tembakau yang berada di 9 kecamatan. Yaitu Kecamatan Pakuniran, Paiton, Kotaanyar, Besuk, Krejengan, Pajarakan, Maron, Gading, dan Kraksaan.

"Harga itu ditawarkan pada panen pertama tembakau. Setiap kecamatan harganya berbeda-beda. Tergantung kualitas tembakau petani masing-masing. Itu harga tembakau petani yang ditawar tengkulak (belandang tembakau)," ungkap Kepala Bidang Sarana Penyuluhan dan Pengendalian pertanian Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Probolinggo, Bambang Suprayitno, Minggu (25/9/2022).

tembakau-Probolinggo-b.jpgUntuk menghasilkan tembakau Probolinggo yang berkualitas dan terjual mahal, proses penjemuran penting diperhatikan. (FOTO: Abdul Jalil/TIMES Indonesia)

Menurut dia, harga itu akan terus bertambah mahal di panen tembakau selanjutnya. Biasanya, di tanaman tembakau ini, petani bisa panen hingga 3-4 kali panen. Namun karena cuaca kurang baik, rata-rata saat ini petani bisa panen hingga 3 kali saja. Setiap kali panen harga yang ditawarkan berbeda-beda.

"Biasanya panen pertama sekian, panen kedua bisa lebih tinggi harganya dari pada panen sebelumnya. Karena kualitas daun tembakau kedua itu berbeda. Biasanya lebih bagus," kata Bambang.

Karena anomali cuaca ini, produktifitas tembakau menurun dan sulit untuk memenuhi target daerah. Areal tanam pun tidak bisa terpenuhi lantaran banyak petani yang alih penanaman. Itu sebabnya, harga tembakau saat ini meroket dan cukup mahal.

Sebagaimana yang disampaikan Saiful Najib, petani tembakau asal Desa/Kecamatan Krejengan. Harga tembakaunya di panen pertama terjual dengan harga Rp 47 ribu perkilogram. Pada panen kedua, tembakaunya terjual di harga Rp 52 ribu perkilogram. Sedangkan di panen ketiga ini, tembakaunya dibandrol dengan harga Rp 57 ribu perkilogram.

Ia tak menampik bila cuaca saat ini menjadi kendala terberat yang harus dihadapi selama masa tanam tembakau. Dirinya harus lebih bekerja ekstra dan cukup banyak mengeluarkan biaya perawatan dan pemeliharaan.

Namun dirinya masih bersyukur lantaran tembakaunya masih bisa panen lagi untuk kali keempat. Tak semua hasil tanam tembakau petani bisa panen hingga empat kali di cuaca yang tak bersahabat. "Maksimal sekarang 3 kali panen. Keempat kali itu beberapa petani saja," kata dia.

Saiful merasa harga itu sudah cukup setimpal dengan upaya dan kerja kerasnya dalam menanam tembakau di cuaca yang buruk ini. Jika harganya jatuh dan harga murah, Saiful meyakinkan bahwa semua petani bakal menjerit. Sebab, modal yang dikeluarkan tidak berbanding lurus dengan pendapatan dari tanam tembakau itu.

"Sekarang harganya cukup tinggi musim sebelumnya murah sekali. Ada yang dijual Rp 28 ribu sampai Rp 35 ribu.Ini tidak sesuai harapan. Tapi tahun ini cukup bagus harganya," ungkapnya.

Sekadar informasi, berdasarkan Analisis Data Tembakau Jawa Timur 2018 yang dirilis BPS Jatim, Kabupaten Probolinggo merupakan penghasil tembakau nomor empat di Jatim. Produksi tembakau Probolinggo sebanyak 10.042 ton pada tahun 2018.

Di atas Kabupaten Probolinggo, ada Kabupaten Sumenep dengan produksi 13.135 ton. Kemudian Kabupaten Jember dengan produksi 13.391 ton. Adapun penghasil tembakau tertinggi adalah Kabupaten Pamekasan dengan produksi 27.508 ton.

Tahun ini, areal tanam tembakau Probolinggo jenis Paiton VO di Kabupaten Probolinggo seluas 6.833 hektar, produksi yang sedang berlangsung mencapai 3.636 ton. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Muhammad Iqbal
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES