Peristiwa Daerah Tragedi Stadion Kanjuruhan

Bobotoh Aswaja Kota Banjar Doa Bersama untuk Korban Kanjuruhan

Selasa, 04 Oktober 2022 - 23:17 | 33.19k
Bobotoh Aswaja Kota Banjar Doa Bersama untuk Korban Kanjuruhan
Suasana doa bersama yang diinisiasi oleh Bobotoh Aswaja Kota Banjar di Tugu Pahlawan untuk korban tragedi Kanjuruhan Malang. (Foto: Susi/TIMES Indonesia)
FOKUS

Tragedi Stadion Kanjuruhan

TIMESINDONESIA, BANJAR – Bobotoh Aswaja Kota Banjar yang dipimpin Ajat Sudrajat, aliansi suporter dan tokoh agama menggelar doa bersama untuk korbam tragedi Stadion Kanjuruhan, Selasa (4/10/2022) malam di Tugu Pahlawan Kota Banjar,

"Para korban dianggap sebagai pahlawan yang gugur di medan perang sehingga para Bobotoh Aswaja secara kompak melakukan doa bersama untuk mendoakan arwah para korban tragedi Kanjuruhan," jelas Ajat saat dijumpai di sela-sela kegiatan doa bersama.

Suasana Tugu Pahlawan seketika menjadi hening dan khidmat dengan orasi mengharukan yang disampaikan Ketua Bobotoh Aswaja beserta koordinator Aliansi.

Sekeliling Tugu dipenuhi lilin putih yang menyala dan tulisan diatas sehelai kain putih berisikan Justice For Malang. Kemudian para Bobotoh Aswaja dan Aliansi nampak saling berangkulan untuk mengikuti kegiatan doa bersama.

"Kita berada disini untuk turut menyampaikan rasa belasungkawa atas tragedi Kanjuruhan yang mencoreng dunia persepakbolaan Indonesia. Insiden ini menjadi duka kita bersama dan sudah sepantasnya kita disini memberikan doa bagi para korban," tutur Ajat.

Menurutnya, sepakbola bukanlah media kekerasan atau penganiayaan. Sepakbola merupakan pemersatu bangsa.

Ajat menegaskan bahwa tidak ada suatu prestasi kemenangan yang bisa dibeli dengan nyawa karena hal tersebut tak ada artinya sama sekali.

"Sepakbola itu adalah sebuah pelepasan adrenalin, mau kalah atau menang itu ada euforia. Semoga ini adalah tragedi terakhir dan jangan sampai ada tragedi serupa yang terjadi di Negeri ini," serunya.

Hal senada disampaikan Rezky, koordinator Aliansi suporter yang menyampaikan bahwa kehadiran dirinya beserta aliansi adalah sebagai aksi solidaritas atas tragedi Kanjuruhan.

"Harapan kami kedepan tidak terulang kembali kejadian seperti ini karena ini tentunya sangat miris ya dimana saudara kita yang menyaksikan pertandingan sepakbola disana tidak bisa kembali ke rumah dengan selamat semoga ini menjadi refleksi bagi kita agar senantiasa menjaga kondusivitas dalam dunia persepakbolaan," paparnya.

Menurutnya, banyaknya postingan di medsos terkait tragedi Kanjuruhan yang membuat miris. Tidak sedikit korban nyawa yang melayang dan Kota Banjar Jawa Barat turut merasakan dan hadir di Tugu Pahlawan untuk menghargai nyawa para korban tragedi Kanjuruhan yang melayang dengan doa bersama.

"Kedepannya kami berharap Pemerintah dan Kepolisian dapat melindungi para supporter Sepakbola Indonesia ketika hadir di stadion melalui tindakan preventif yang lebih diutamakan dan mencegah terjadinya kekerasan. Saat ini saling mengalahkan bukanlah solusinya, jadi mari kita sama-sama untuk menjadikan hal ini sebagai suatu pelajaran berharga," urainya.

Sementara itu, Kapolres Banjar AKBP Bayu Catur Prabowo, menyampaikan rasa belasungkawa atas tragedi Kanjuruhan di Malang.

"Mari kita bersama-sama memanjatkan doa bagi para korban dan ini bisa menjadi pembelajaran bagi kita semua bahwa damai itu indah. Mari kita sama-sama pupuk rasa kekeluargaan dan saling memiliki. Kita tingkatkan kembali budaya Bangsa untuk saling mengasihi, gotong royong dan saling memahami antar sesama," imbaunya.

Kapolres berharap kondusivitas senantiasa terjaga di Kota Banjar sehingga menjadikan kota ini lebih aman.

"Ini adalah sebuah bentuk kepedulian terhadap saudara kita yang menjadi korban tragedi tersebut," imbuhnya.

Diakhir kegiatan, dilakukan tabur bunga secara bersama-sama diiringi lagu sendu yang mengiringi kepergian ratusan korban tragedi Stadion Kanjuruhan. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

KOPI TIMES