Peristiwa Daerah

Angkat Kopi Lokal Melalui Workshop dan Pameran Lukisan Kopi

Sabtu, 03 Desember 2022 - 17:08 | 60.70k
Dicky sebagai pemateri kelas barista V60 Aroma Nusantarabdalam DKM Malang, Sabtu(03/12/2022)(Foto: Laela Rohadatul Aisy/Times Indonesia)
Dicky sebagai pemateri kelas barista V60 Aroma Nusantarabdalam DKM Malang, Sabtu(03/12/2022)(Foto: Laela Rohadatul Aisy/Times Indonesia)
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, MALANG – Mahasiswa MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) di TIMES Indonesia menggelar kegiatan bertajuk Aroma Nusantara Workshop Budidaya Kopi, Barista Class V60 dan Pameran Lukisan Kopi, Sabtu, (3/12/22) di Gedung Dewan Kesenian Malang (DKM). Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan dan menguatkan usaha kopi lokal, 

Workshop menghadirkan Wirastho, pemilik Kedai Cangkir Laras serta Dicky Johan Fahlevi seorang barista. Selain Workshop, kegiatan ini juga dilengkapi dengan kelas barista V60.

Advertisement

Wirastho menjelaskan bahwa rasa yang dihasilkan dari biji kopi tidak bisa seragam. Ini terjadi karena setiap proses bisa menghasilkan sesuatu yang berbeda, tergantung dari banyak faktor. Mulai dari kualitas biji kopi, suhu saat melakukan proses sangrai hingga peralatan yang digunakan. 

DKM-Malang-b.jpgWirastho menerima sertifikat pemateri Aroma Nusantara, Sabtu(03/12/2022). (Foto: Larasati)

Mantan guru seni budaya ini menyarankan, bagi pemula atau yang memang sudah berkecimpung dalam dunia kopi untuk memahami kopi secara utuh, dari proses biji, pengeringan dan roasting. 

"Termasuk memahami tentang alat-alat yang digunakan. Coffee roastery harus paham misalnya, kalau alat A ketebalan platnya 7mm sehingga butuh suhu sekian derajat dan berapa lama, dan alat B ketebalan platnya 5mm yang artinya harus dengan suhu sekian dan waktu tertentu," ucapnya. 

Wisrastho yang juga dikenal sebagai pelukis dari ampas kopi melanjutkan, insting dan ketajaman panca indera, hidung, telingga serta mata juga dibutuhkan untuk proses penyiapan kopi. Ia mencontohkan, selama proses penyangraian. Aroma dan suara yang muncul juga harus dicermati. Mesin atau drum akan mengeluarkan suara yang berbeda saat kopi matang.

"Kematangan kopi bisa kita tengarai dengan munculnya suara “krek,”  yang mana itu terjadi 2 Kali krek, dan krek ke 2 suaranya sangat halus serta berkelanjutan, ini merupakan tanda kopi benar benar matang," imbuh Wirastho.

Pembicaraan tentang kopi masih berlanjut pada sesi kedua. Barista profesional, Dicky Jorin Fahlevu mendemonstrasikan pembuatan kopi V60. Dicky menjelaskan langkah melakukan teknik V60 dalam membuat secangkir kopi.

DKM-Malang-c.jpgFoto bersama peserta dan panitia Aroma Nusantara, Sabtu(03/12/2022). (Foto: Larasati/Times Indonesia)

Proses pembuatan kopi V60 yang didemokan merupakan proses manual.  Diawali dengan menuang air panas ke biji kopi yang telah dihaluskan ke filter atau kertas penyaring. Proses blooming ini menjadi penentu kesegaran kopi yang diseduh. 

"Tuangan ini berguna untuk mengeluarkan karbondioksida pada kopi.  Kita tuang selama 30 detik sebelum menuang kembali air panas, " sambung Dicky.

Sesi kedua adalah praktik bersama peserta Workshop. 2 volunteer yang membuat Kopi V60 langsung dibimbing oleh Dicky. Pembuatan kopi juga disertai penjelasan bahwa lama waktu yang diperlukan dalam menyeduh kopi juga bisa menonjolkan hal berbeda dalam kopi misalnya, keasaman, rasa manis, dan pahit yang sesuai. 

Acara diakhiri dengan pembukaan pameran lukisan ampas kopi karya Wirastho. Total lukisan yang dipamerkan pada acara ini sebanyak 18 lukisan dari ampas kopi yang bertema realitas sosial.

Kesuksesan penyelenggaraan kegiatan Aroma Nusantara ini, didukung TIMES Indonesia, Rosella Coffee, kopi studio24, 7chicken, Lapis Malang, Ono Kabeh Group,  Tarara Radio, Mhs Malang, Malang Media, Malang Kami Story. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES