Peristiwa Daerah

Nono, Bocah Jenius Asal NTT Itu Ternyata Suka Makan Kelor

Kamis, 19 Januari 2023 - 18:40 | 46.03k
Archangels Hendrik Meo Tsunay (Nono) bocah berusia 8 tahun peraih juara 1 matematikan Internasional dari Provinsi NTT.(Foto: Dream.co)
Archangels Hendrik Meo Tsunay (Nono) bocah berusia 8 tahun peraih juara 1 matematikan Internasional dari Provinsi NTT.(Foto: Dream.co)

TIMESINDONESIA, KUPANGBocah jenius asal NTT (Nusa Tenggara Timur) Caesar Archangel Hendrik Meo Tsunay (8) awal tahun 2023 ini ramai diberitakan di media massa tentang prestasi gemilang yang diraihnya sebagai juara I matematika internasional.

Caesar Archangel Hendrik Tsunay anak yang akrab disapa Nono ini adalah siswa SD Inpres Buraen 2 di Kabupaten Kupang, Provinsi NTT, mengikuti kompetisi matematika hingga internasional yang diselenggarakan Internasional Abacus Brain Gym.

Advertisement

Prestasi Nono mengikuti kompetisi hingga menjadi juara I matematika ditingkat internasional menjadikan Pemeritah Provinsi (Pemprov) NTT maupun masyarakat NTT bangga dengan prestasi yang didapatkannya. Namun dibalik kecerdasannya, Nono itu ternyata suka makan kelor.

“Tentu saya sebagai orang tua sangat bangga kalau anak saya mendapat juara I lomba matematika di tingkat internasional. Orang-orang bertanya saja kalau Nono itu makan apa sehingga jenius dan cerdas. Saya bilang Nono ini suka makan kelor,” ungkap Ibu Nono Nur Yati Ussanak Seran, Kamis (19/1/2023).  

Nur menuturkan, selain suka makan kelor Nono juga kesehariannya jika akan mengawali aktivitasnya harus dengan berdoa dan membaca Alkitab. Setelah itu pergi ke sekolah kemudian sepulangnya Nono di rumah sambil belajar menekuni tugas-tugas pelajaran sekolah, juga menyelesaikan tugas yang diberikan Internasional Abacus Brain Gym.

Nur menceritakan jika anak bungsunya itu suka makan kelor sejak kecil hingga saat malam hari. Sebelum tidur Nono selalu minta kepada kakaknya untuk memasak dan menyiapkan kelor.

“Dia makan kelor itu setiap pagi hari maupun malam, entah itu dalam bentuk sayur atau dicampur dengan bubur. Itu dia makan sebelum ke sekolah,”ujarnya.

Nur mengungkapkan, kepintaran dan kecerdasan Nono salah satunya tidak terlepas dari kebiasaannya mengkonsumsi kelor. Kesehariannya senang bermain bersama teman-teman seusianya sambil belajar sambil mengerjakan tugas yang diberikan sekolahnya.

“Nono hidup bersama kami sebagai orangtuannya dengan dua bersaudara di Buraen, wilayah pedalaman Kabupaten Kupang yang jarak tempuhnya dari Kota Kupang berkisar 60 kilometer,” jelasnya.

Nur mengaku, jika pekerjaan Ayah Nono sebagai seorang petani biasa sementara ia sendiri sebagai guru.

“Meskipun berada di wilayah pedalaman, kami bangga dengan sosok Nono bisa menjadi motivasi bagi anak-anak seumurnya untuk terus belajar dan mencapai prestasi dan cita-cita yang diharapkan,” kata Nur.   

Menurut Nur, prestasi gemilang yang didapatkan anaknya tentu peran guru dianggap penting dalam dunia pendidikan dalam mendidik anak menjadi cerdas.  Karena itu, bocah jenius asal NTT ini menjadi kebanggaannya sebagai orangtua. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Hendarmono Al Sidarto
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES