Peristiwa Daerah

Satu Abad NU, PW IPNU DIY Launching Majelis Dialektika Pelajar

Senin, 23 Januari 2023 - 20:48 | 30.08k
Ketua PW IPNU DIY, Didi Manarul Hadi dalam sambutan di acara Launching Majelis Dialektika dan Pengukuhan Instruktur Kaderisasi. (Foto: Hendro S.B/TIMES Indonesia) 
Ketua PW IPNU DIY, Didi Manarul Hadi dalam sambutan di acara Launching Majelis Dialektika dan Pengukuhan Instruktur Kaderisasi. (Foto: Hendro S.B/TIMES Indonesia) 

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTA – Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melaunching Majelis Dialetika Pelajar serta Pengukuhan Team Instruktur Kaderisasi. Kegiatan PW IPNU DIY ini diadakan di Aula PWNU DIY, Suryadiningratan, Mantrijeron, Yogyakarta pada Senin (23/01/2023).

Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Departemen Kaderisasi dan Badan Student Crisis Center (SCC) PW IPNU DIY. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU DIY, Mashuri S Sos yang juga sekaligus narasumber pada kegiatan tersebut. Kemudian juga Ketua PW IPNU DIY, Didi Manarul Hadi dan perwakilan dari setiap Pimpinan Cabang IPNU se-DIY. 

Advertisement

Ketua PW IPNU DIY, Didi Manarul Hadi menjelaskan, IPNU sebagai organisasi pengkaderan harus senantiasa ada regenerasi dan kesinambungan kader. Oleh karenanya perlu di bentuk team Instruktur. Sehingga hal ini dinilainya cukup penting untuk dikukuhkannya Team Instruktur sebagai mesin kaderisasi yang ada di PW IPNU DIY. 

Selain itu, kata Didi, IPNU juga merupakan sebuah organisasi pelajar, maka salah satu ciri dari pelajar adalah terpelajar yang mana memiliki wawasan ilmu pengetahuan yang luas. 

"IPNU ini organisasinya pelajar, kadernya terpelajar, artinya kader IPNU harus memiliki ilmu dan wawasan intelektual yang luas. Maka sore ini Badan Student Crisis Center PW IPNU DIY melaunchingkan Majelis Dialektika Pelajar sebagai ruang dialektika dan diskusi pelajar NU di DIY," jelas Didi dalam sambutannya. 

Didi-Manarul-Hadi-2.jpg

Momen 1 Abad NU ini, pihaknya berharap agar IPNU tidak cukup hanya melakukan euforia saja melainkan harus mampu menggali esensi dan substansinya.

"Pada 1 Abad Nahdlatul Ulama ini, rekan-rekan IPNU jangan hanya sekedar mengikuti euforianya saja akan tetapi IPNU harus mampu merumuskan esensi dan substansi dari 1 Abad NU ini," harapnya.

Kemudian acara tersebut dilanjutkan dengan diskusi yang diisi oleh Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU DIY, Mashuri S Sos dengan mengangkat tema "Euforia 1 Abad NU: Menggali Esensi dan Substansi Bagi Kalangan Pelajar".

Mashuri yang juga pernah menjabat sebagai Sekjen PP IPNU Tahun 2000-2003 menyampaikan bahwa IPNU sebagai bagian dari Nahdlatul Ulama harus mampu menyelaraskan gagasan besar dan program NU di sektor pelajar.

Menurut Mashuri, IPNU sebagai bagian dari NU semestinya harus mampu menyelaraskan dan menjabarkan isu besar dari Nahdlatul Ulama. 
Kemudian ia mengharapkan IPNU DIY menjadi pionir dalam hal isu strategis pelajar nasional karena DIY memiliki faktor penunjang yang potensial di bidang pelajar.

"Saya terus terang selalu berharap IPNU DIYmenjadi pionir bagi isu strategis pelajar nasional, karena banyak faktor pendukung untuk itu, di antaranya Yogyakarta sebagai kota pelajar dan banyak fasiltas yang mendukung terhadap isu-isu pendidikan," tutup Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU ini. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES