Peristiwa Daerah

Jalan Tol Yogyakarta-Bawen Tak Kepras Bukit, Menteri PUPR Janji Buatkan Terowongan

Selasa, 24 Januari 2023 - 19:25 | 30.84k
Ilustrasi jalan tol Jalan Tol Yogyakarta-Bawen, Jawa Tengah. (FOTO: Dok. TIMES Indonesia)
Ilustrasi jalan tol Jalan Tol Yogyakarta-Bawen, Jawa Tengah. (FOTO: Dok. TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTA – Jalan Tol Bawen-Yogyakarta akan dibangun sepanjang 75,82 kilometer yang melintasi dua provinsi, yaitu Provinsi Jawa Tengah sepanjang 67,05 kilometer dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sepanjang 8,77 kilometer.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimoeljono, menegaskan proyek Tol Bawen-Yogyakarta tidak akan mengepras bukit.

Advertisement

"Saya kira tidak ada masalah, pembangunan Tol Bawen-Yogyakarta jalan terus. Saya tidak ingin pembangunan jalan tol ini mengepras bukit
seperti Tol Semarang-Solo. Maka akan dibuat terowongan," jelas Basuki, Selasa (24/1/2023).

Basuki mengatakan dengan menggunakan terowongan akan lebih baik, apalagi di kawasan itu merupakan tempat wisata. "Kita punya hutan kopi hanya tinggal di Banaran itu, kalau itu rusak (dikepras), eman-eman (sayang)," tutur Basuki.

Diungkapkan dalam pembangunan jalan tol Bawen-Yogyakarta, akan dibangun dua terowongan. Pembangunan jalan tol Bawen-Yogyakarta di wilayah Jawa Tengah, terutama di Kabupaten Magelang dan Kabupaten Temanggung secara bertahap tengah dilakukan pembayaran ganti rugi tanah.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Bina Marga, Hedy Rahadian, pembangunan jalan tol yang melintas di dua provinsi tersebut akan meningkatkan
konektivitas DIY dan Jawa Tengah.

"Pembangunan jalan tol ini juga akan memperkuat posisi Yogyakarta dalam industri khususnya pariwisata yang sedang tumbuh dan berkembang dengan baik, sehingga akan meningkatkan peran Yogyakarta sebagai daerah untuk perkembangan ekonomi di Pulau Jawa bagian Selatan," ujarnya.

Dengan nilai investasi yang cukup besar senilai Rp14,26 triliun, Dirjen Bina Marga menyebutkan, pembangunan jalan tol ini harus mampu memberikan dorongan perkembangan ekonomi di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Pembangunan jalan tol ini dilaksanakan oleh PT Jasamarga Jogja Bawen (JJB) selaku Badan Usaha Jalan Tol yang dibentuk oleh konsorsium pemenang lelang.

"Kepada konsorsium kontraktor untuk melibatkan tenaga kerja lokal dan produk lokal sebanyak mungkin, sehingga dampak ekonominya akan terasa sangat kuat," ujar Hedy.

Hedy menilai, pembangunan jalan tol Bawen-Yogyakarta memiliki tantangan yang cukup tinggi karena tetap harus menjaga kawasan cagar budaya (heritage) dan kelestarian lingkungan, trase yang melewati potensi gempa, sungai lahar dingin hingga wilayah mata air yang harus dijaga.

"Dalam membangun jalan tol ini kita harus cepat, tapi juga tetap harus menjaga kualitas/mutu, memastikan keselamatan konstruksi, dan harus tetap jaga keseimbangan alam," tuturnya.

Sekretaris Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian PUPR, Triono Junoasmono mengatakan, jalan tol ini terdiri dari enam seksi yaitu Seksi Sleman-Banyurejo (8,25 Km), Seksi II Banyurejo-Borobudur (15,26 Km), Seksi III Borobudur-Magelang (8,08 Km), Seksi IV Magelang-Temanggung (16,46 Km), Seksi V Temanggung-Ambarawa 22,56 Km, Seksi VI
Ambarawa-Junction Bawen Tol Semarang-Solo (5,21 Km).

"Untuk Seksi I ditargetkan selesai konstruksi pada kuartal 4 2023. Secara keseluruhan, jalan tol ini ditargetkan dapat tersambung seluruhnya secara
bertahap pada kuartal 4 2024," terang Triono.

Jalan tol Bawen-Yogyakarta dengan total panjang 75,82 Km ini merupakan konsorsium PT Jasamarga Persero Tbk. PT Adhi Karya Persero Tbk, PT PP Persero Tbk, PT Waskita Karya Persero Tbk dan PT Abipraya Persero. Jalan Tol Yogyakarta-Bawen melintasi dua wilayah yaitu Provinsi Jawa Tengah sepangang 68,17 Km dan Daerah Istimewa Yogyakarta sepanjang 7,65 Km.

Jalan Tol Bawen-Yogyakarta, Jalan Tol Semarang-Solo, dan Jalan Tol Solo-Yogyakarta-Yogyakarta Internasional Airport (YIA) Kulonprogo akan
membentuk 'segitiga emas' yang dapat meningkatkan perekonomian dan konektivitas wilayah khususnya Yogyakarta, Solo dan Semarang.

Ketiga jalan tol tersebut selain menghubungan pusat-pusat pertumbuhan juga meningkatkan kemudahan akses dari dan menuju Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Candi Borobudur dan sekitarnya serta Candi Prambanan Kalasan dan sekitarnya.

Terdapat empat simpang susun dan satu juction yang akan dibangun pada jalan tol Bawen-Yogyakarta ini. Dimulai dari Juction Bawen, Simpang Susun Ambarawa, Simpang Susun Temanggung, Simpang Susun Magelang hingga Simpang Susun Banyurejo yang akan terhubung dengan juction Sleman Kecamatan Melati Kabupaten Sleman DIY dan akan terkoneksi dengan jalan tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulonprogo. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES