Peristiwa Daerah

Sejarah Paling Kelam Matinya GP Ansor Kraksaan Probolinggo, Kader: Kantor Sudah Tidak Terawat

Rabu, 25 Januari 2023 - 11:58 | 38.87k
Haul satu tahun Gerakan Pemuda Ansor Kota Kraksaan, Kabupaten Probolinggo dan menyambut perayaan 1 Abad NU.(Foto: GP Ansor Kraksaan)
Haul satu tahun Gerakan Pemuda Ansor Kota Kraksaan, Kabupaten Probolinggo dan menyambut perayaan 1 Abad NU.(Foto: GP Ansor Kraksaan)

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGO – Ratusan kader PC GP Ansor Kota Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jatim, mempertanyakan matinya kegiatan. Para kader menggugat vakumnya kepemimpinan selama setahun terakhir ini.

Kader menyebut, sejak 2021 lalu hingga saat ini adalah yang paling kelam dalam sejarah Ansor. Ansor Kota Kraksaan seperti tidak adanya kaderisasi.

Advertisement

"Malam ini, sekaligus memperingati haul 1 tahun Gerakan Pemuda Ansor Kota Kraksaan. Salah satunya adalah kantor yang tidak terawat karena memang tidak ada kegiatan," kata Ketua PAC GP Ansor Banyuanyar, Sahabat Roby Robson, mengawali orasi dalam acara menyambut perayaan 1 Abad NU (Nahdlatul Ulama), pada Selasa (24/1/2023) malam.

Para kader itu, menggelar kegiatan di selatan Kantor PC GP Ansor Kota Kraksaan, Jalan Rengganis, Kelurahan Patokan, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Kantor di timur Islamic Center itu, dalam 1 tahun terakhir tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Sahabat Siswanto menyebut Konferensi ke-3 pada 18 Desember 2021 adalah yang paling kelam dalam sejarah Ansor. Karena setelah terpilih sebagai Ketua PC GP Ansor Kraksaan, Zen Ubaidillah tidak berkegiatan dalam 1 tahun terakhir.

"Saya sangat malu, karena menghasilkan ketua yang hanya mementingkan kepentingan pribadi atau perutnya. Yang paling menyakitkan, Ansor Kraksaan punya ribuan kader, namun tidak dimanfaatkan. Malah yang bersangkutan berkegiatan di luar daerah," ucap ketua Konfercab ke-3 itu.

"Kepada pimpinan pusat, pertimbangan segala kebijakannya, jangan membuat kebijakan yang membuat dilema. Sebab Sahabat Ansor Kraksaan rindu dengan segala kegiatan," sambung dia.

Sedangkan Sahabat Mahrus mengatakan, Ansor Kota Kraksaan lagi sakit. Ia mengibaratkan dengan orang yang lagi salat. Dimana ketika imam memimpin salat dengan baik, maka wajib diikuti dengan baik. Namun, ketika imam itu kentut, maka makmum harus keluar dari shaf salat.

"Sama juga dengan ketika mengikuti ketua terpilih, maka kita harus keluar dari barisan ketika ketuanya melenceng. Karena upaya dari sahabat -sahabat dalam sudah dalam jalur yang benar," kata Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Kraksaan periode 2014-2018 tersebut.

Sementara Chatiburrahman menceritakan proses pembentukan GP Ansor Kota Kraksaan pada masa kepemimpinan Sahabat Nuriz Zamzami. Dimana pada proses pemekaran dari PC GP Ansor Kabupaten Probolinggo, PAC-PAC belum terbentuk. Banyak PAC mati suri dan tidak ada kader sama sekali. "Mobil kita bahkan hampir masuk jurang di Krucil," tutur ia.

Ia lantas meminta PW GP Ansor Jatim  merivisi kepengurusan yang sekarang. Sebab, tidak ada kegiatan. Juga diisi oleh pengurus  yang tidak pernah menempuh pengkaderan Ansor Banser.

"Ujug-ujug pasang bendera dan banner merayakan 1 Abad NU di Kota Probolinggo. Nah, itu otaknya dimana, karena ribuan kadernya disini ditinggal," kata pengurus harian yang mengundurkan diri dari kepemimpinan Zen Ubaidillah.

"Lengserkan ato dilanjutkan! (disambut teriakan para kader dengan kata lengserkan). Mudah-mudahan apa yang dilakukan malam ini didengar oleh PW, diperhatikan oleh PP, diridhoi muassis NU dan takdir Allah," tandas yang karib dipanggil Ipung itu.

Itulah yang menjadi keluhan para kader Ansor Kota Kraksaan.

Ketua GP Ansor Kraksaan Bantah Vakum

Secara terpisah, Zen Ubaidillah membantah hal tersebut. Menurutnya, kegiatan Selasa malam itu adalah kegiatan liar yang diadakan tanpa koordinasi dengan PC GP Ansor Kota Kraksaan.

Menurut Zen, kegiatan tersebut dimotori oleh 10 orang mantan Ketua Pimpinan Anak Cabang di lingkungan PC Ansor Kota Kraksaan, yang tidak punya landasan hukum untuk membahas soal apa pun tentang GP Ansor. Sebab karena secara struktur, SK kepengurusan mereka sudah berakhir sejak November 2022.

Zen menyatakan, pada tanggal 27 April 2022 PC GP Ansor Kota Kraksaan mengadakan peringatan Harlah ke -88 di Ridho Out Bound, Kecamatan Krejengan.

"Saat itu semua pengurus PAC yang saat itu SK-nya masih berlaku kami undang, dan hanya ada 4 PAC yang hadir di kegiatan itu, sisanya (10 PAC, Red) tidak ada yang hadir," sebut Zen.

Menurutnya, hal itu menunjukkan bahwa 10 PAC tersebut tidak mengindahkan undangan dan instruksi  pimpinan di atasnya. "Ini sebuah tindakan indisipliner yang tidak dibenarkan dalam organisasi," sebutnya dalam keterangan tertulis kepada TIMES Indonesia.

Zen menyebut, mereka juga melakukan intimidasi, provokasi, bullying dan fitnah kepada sahabat-sahabat yang menhadiri acara resmi PC GP Ansor Kota Kraksaan tersebut. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Muhammad Iqbal
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES