Peristiwa Daerah

Polisi Gerak Tangkap Pelaku Perusakan Kantor Arema FC

Minggu, 29 Januari 2023 - 16:16 | 90.72k
Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Budi Hermanto saat mendatangi kantor Arema FC pasca kerusuhan. (Foto: Rizky Kurniawan Pratama/TIMES Indonesia)
Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Budi Hermanto saat mendatangi kantor Arema FC pasca kerusuhan. (Foto: Rizky Kurniawan Pratama/TIMES Indonesia)
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, MALANG – Pihak kepolisian langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) usai kericuhan pasca demo ratusan massa dari Arek Malang Bersikap di Kantor Arema FC, Minggu (29/1/2023). Terlihat garis polisi pun sudah membentang di Kantor Arema FC, Jalan Mayjend Pandjaitan, Kota Malang.

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Budi Hermanto nampak terjun langsung ke lokasi kerusuhan. Usai bertemu sejumlah perwakilan dari Arema FC, pria yang akrab disapa Buher menegaskan bahwa dirinya telah memerintahkan anggota untuk melakukan penangkapan paksa terhadap para pelaku tindak kekerasan pengerusakan.

Advertisement

"Kami akan lakukan penangkapan paksa terhadap para pelaku tindakan kekerasan pengerusakan yang ada di wilayah Kota Malang," ujar Buher, Minggu (29/1/2023).

Hingga kini, pihak Polresta Malang Kota mulai menyisir sejumlah wilayah di Kota Malang. Buher mengaku, telah mengamankan sejumlah orang dan peristiwa ini akan terus didalami.

"Kita baru mengamankan beberapa orang, nanti kita dalami. Ini yang parah rusaknya ada di store Arema," ungkapnya.

Sejauh ini, lanjut Buher, setidaknya ada tiga orang yang terluka akibat kerusuhan demo Arek Malang Bersikap atas usut tuntas Tragedi Kanjuruhan di Kantor Arema FC.

Kantor-Arema-FC-6.jpgKaca official Store Arema FC pecah akibat demo yang berakhir rusuh. (Foto: Rizky Kurniawan Pratama)

"Ada tiga yang terdeteksi luka, sudah ditangani medis. Satu warga sekitar, dua dari pihak Arema FC itu sendiri," katanya.

Buher sendiri menyayangkan atas peristiwa yang terjadi hingga menyebabkan sejumlah orang terluka. Kini, inventarisir kerugian hingga evakuasi korban masih terus dilakukan.

"Kita inventarisir semua. Kami terima laporan dari pihak manajemen Arema FC juga. Soal kerugian, belum kami taksir," tandasnya.

Sebagai informasi, aksi demo usut tuntas Tragedi Kanjuruhan yang dilakukan oleh ratusan massa aksi dari Arek Malang Bersikap ini merupakan kali kedua.

Pertama, mereka mendatangi kantor Arema FC pada Minggu (15/1/2023) lalu. Saat ini mereka datang kembali untuk menagih apa yang telah dituntutkan pada dua Minggu yang lalu sesuai janji yang tertera.

Adapun tuntutan yang mereka buat, diantaranya menuntut Arema FC selaku klub untuk mundur dari kompetisi Liga 1. Kemudian, mereka menolak segala aktivitas dari PT AABBI sebagai salah satu pihak yang terlibat dalam Tragedi Kanjuruhan Malang. Terakhir, Arek Malang Bersikap mendesak PT AABBI sebagai subjek hukum untuk ikut berpartisipasi aktif dalam upaya usut tuntas Tragedi Kanjuruhan serta kooperatif dalam proses hukum yang berjalan. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES