Advertisement
Peristiwa Daerah

Hujan Lebat Guyur Samarinda, Genangan Banjir Ganggu Akses Keluar Kota

Hujan lebat tengah mengguyur Kota Samarinda, sejumlah titik jalan terendam banjir pada Sabtu, (25/02/20220 pagi. ...

TIMES Indonesia,
Hujan Lebat Guyur Samarinda, Genangan Banjir Ganggu Akses Keluar Kota
Kondisi jalan PM Nur Samarinda yang tergenang air. (FOTO: Amril/TIMES Indonesia)
A-AA+

SAMARINDA Hujan lebat tengah mengguyur Kota Samarinda, sejumlah titik jalan terendam banjir pada Sabtu, (25/02/20220 pagi.

Banjir Mengakibatkan sejumlah ruas jalan tidak bisa dilalui pengendara motor dan mobil. Bahkan hujan yang turun sejak tadi malam menyebabkan jalan menuju Kota Bontang yakni jalan D.I Panjaitan terendam banjir yang cukup tinggi, setinggi betis orang dewasa.

Advertisement

Warga sekitar mengatakan bahwa jalan D.I panjaitan kerap kali terendam banjir karena masi ada perbaikan.

Sisi-Jalan-PM-Nur-3.jpg
Sisi Jalan PM Nur yang sudah mulai surut (FOTO: Amril /TIMES Indonesia)

“Sering lewat sini, kalau kondisi hujan agak deras pasti banjir,”ujarnya.

Menurut pantauan TIMES Indonesia sekitar pukul 15.00 Wita beberapa titik banjir yang terendam sejak pagi tadi sudah mulai surut.

Sementara itu, Pemkot Samarinda melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tahun ini terus mengutamakan penanggulangan banjir di Kota Tepian Mahakam itu.

Advertisement

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Sumber Daya Air (Kabid SDA) Dinas PUPR Kota Samarinda, Hendra Kusuma. “Penganggaran tahun 2023 pengendalian banjir akan menjadi yang utama bagi kami, dikarenakan masih ada beberapa titik yang belum bisa diselesaikan di tahun 2022, sehingga dilanjutkan di tahun depan,” katanya, melansir dari ANTARA, Selasa (29/11/2022).

Hendra mengatakan, ada beberapa program pengendalian banjir. Yaitu pembangunan dan peningkatan drainase, pemeliharaan drainase serta normalisasi sungai kembali. Lokasi yang menjadi pekerjaan perioritas ditentukan berdasarkan dari hasil evaluasi program tahun sebelumnya. 

“Seperti, pada saat suatu lokasi dianggap belum selesai maka di tahun penganggaran berikutnya akan dilakukan pengajuan kembali,”tuturnya

Salah satu lokasi pekerjaannya berjalan di tahun 2022 dan masih tetap akan dilanjutkan di tahun 2023. Seperti lokasi subsistem simpang Sempaja Samarinda, dimana pada tahun depan akan direncanakan kegiatan lanjutan untuk pengendalian banjir. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Kusnadi
PenulisKusnadiSarjana Ekonomi Universitas Muslim Indonesia (1997). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2016 Meliput berbagai topik dan isu termasuk politik, hukum, umkm,ekonomi kreatif, wisata, olahraga hingga seni dan budaya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia