Advertisement
Peristiwa Daerah

Rencana Pemasangan Patung Firaun di Museum The Mummy, Almuktabar Buka Suara

Aliansi Umat Muslim Kota Banjar (Almuktabar) kembali buka suara terkait hasil kesepakatan yang digelar dalam pertemuan kemarin di Setda Kota Banjar. ... ...

TIMES Indonesia,
Rencana Pemasangan Patung Firaun di Museum The Mummy, Almuktabar Buka Suara
Konsep Museum The Mummy yang akan menampilkan patung Firaun dikhawatirkan Almuktabar
A-AA+

BANJAR Aliansi Umat Muslim Kota Banjar (Almuktabar) kembali buka suara terkait hasil kesepakatan yang digelar dalam pertemuan kemarin di Setda Kota Banjar. Dalam pertemuan tersebut, disepakati progres wahana wisata edukasi Museum The Mummy yang akan menampilkan patung raksasa berwujud Sping dan Firaun di depan bangunan museum. 

Asep Hizbah, Ketua Almuktabar menegaskan bahwa pihaknya tidak ikut menyepakati hasil dari pertemuan tersebut. 

Advertisement

"Kami tidak hadir dalam pertemuan tersebut sebagai bentuk pernyataan sikap kami bahwa kami sampai kapanpun tidak menyetujui adanya patung Firaun," ucapnya kepada TIMES Indonesia, Rabu (29/3/2023). 

Menurutnya, ketetapan sikap Almuktabar dan beberapa tokoh agama atas penolakan patung Firaun bukan berarti menolak Museum The Mummy. 

"Kami hanya tidak menyetujui patung tersebut diposisikan di depan, otomatis para pengunjung akan berfoto di depan patung tersebut. Wali Kota kan sempat bilang bahwa patung itu memang bukan untuk disembah ya tapi justru saya pribadi merasa miris, di kala melihat dari sisi aqidah warga banyak yang merasa bangga bisa berfoto di depan patung yang notabene adalah Spinx ciri khas raja Fir'aun," jabarnya. 

Untuk itu, lanjut Asep, ketidakhadirannya di pertemuan kemarin juga karena tidak ingin menyia-nyiakan puasa dengan berdebat yang tak ada ujungnya jika akhirnya keputusannya ada di Wali Kota Banjar. 

"Sekarang kamin serahkan pada kebijakan Wali Kota, hanya saja kami mewakili suara masyarakat lainnya di medsos, menyuarakan ketidaksetujuan kami. Kenapa tidak kearifan lokalnya saja atau religi lainnya misalnya miniatur Ka'bah," sambungnya. 

Advertisement

Asep kemudian mengingatkan bahwa jika ada konsekuensi dari pembangunan Museum dengan keberadaan patung Firaun itu pihaknya tidak tahu menahu. 

"Karena sudah ramai sampai luar Banjar ya, sebelumnya sudah siap turun ya tapi saya masih tahan dan sekarang karena kesepakatannya begini, mau dilanjutkan silahkan tapi kami tidak tanggungjawab kalau setelahnya ada apa-apa," tegasnya. 

Menurutnya, kalau Kota Banjar berharap menjadi kota dinamis religius kenapa yg ditampilkan Mesir dan Firaun Lanatulloh tidak mencontoh nabi Muhammad SAW. 

"Mesir itupun sebelum islam dan yang namanya patung terbuat dari bahan apapun tetap saja patung," Ketua Almuktabar, Asep Hizbah. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia