Peristiwa Daerah

Tujuh Kasus Suspek Antraks Terendus di Kabupaten Pacitan, Inilah Hasil Uji Labnya

Rabu, 12 Juli 2023 - 19:36 | 87.54k
Plt Kepala Dinkes Pacitan dr Daru Mustikoaji. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)
Plt Kepala Dinkes Pacitan dr Daru Mustikoaji. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, PACITAN – Tujuh kasus suspek antraks terendus di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Sejumlah warga yang terindikasi tertular penyakit itu dideteksi melalui hewan ternak.

Guna memastikan apakah mereka benar-benar tak terjangkit bakteri Bacillus Anthracis, Dinkes Pacitan beberapa waktu lalu mengirimkan sampel enam pasien tersebut ke laboratorium Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Advertisement

"Semua sudah sembuh. Hasilnya baru saja negatif," kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Pacitan dr Daru Mustikoaji, saat dikonfirmasi TIMES Indonesia, Rabu (12/7/2023). 

Tujuh orang yang dinyatakan suspek itu, satu merupakan warga Kecamatan Kebonagung dan enam diantaranya berasal dari Desa Tinatar, Kecamatan Punung. Mereka mempunyai luka koreng. Sebagian di antaranya juga menderita demam.

"Satu di Kebonagung kasusnya sama, pertengahan Juni 2023 lalu sudah sembuh. Suspek enam orang lainnya dari Tinatar, Punung," terang Daru. 

Daru menambahkan, temuan itu bermula saat ada seorang pasien yang berobat ke puskesmas setempat karena dua minggu mengalami penyakit kulit. Karena tak sembuh-sembuh, pihaknya kemudian mencurigai bahwa pasien tersebut terinfeksi antraks. Dinkes Pacitan kemudian mendalaminya dengan melakukan pemeriksaan epidemiologi.

"Karena mengarah ke antraks, dilakukan penelitian epidemiologi. Ketemu lima orang lainnya dengan luka sejenis," ujar dia.

Berdasarkan temuan, enam warga Desa Tinatar tersebut diketahui berprofesi sebagai petani yang intensif dengan ternak. Dugaan sementara, mereka memiliki riwayat kontak dengan hewan mati akibat antraks. 

"Dari peternakan. Ada kematian hewan sebelumnya. Rata-rata ada riwayat pegang dan berdekatan," kata Daru. 

Lebih lanjut dirinya mengatakan, pada pertengahan Juni 2023 lalu, kondisi pasien suspek membaik meskipun mereka hanya mendapatkan perawatan di puskesmas setempat. 

Sementara itu, Kepala Desa Tinatar Himo Wahyudi membenarkan jika enam warganya ditemukan semacam luka koreng yang diduga mirip penyakit antraks. 

"Tapi dari enam orang tersebut ada yang ternaknya tidak kena penyakit.  Sejauh ini desa kami aman-aman saja," tandasnya. 

Sebagai informasi, umumnya, antraks menyerang hewan pemakan rumput, seperti sapi dan kambing. Penularan hanya dari hewan yang terpapar. Tidak antar manusia.

Pencegahan antraks pada hewan bisa dilakukan dengan vaksinasi rutin di daerah endemik, jangan memberi makan dari daerah beriwayat kasus antraks, bersihkan kandang setiap hari, pastikan kandang luas dan pisahkan hewan sakit dan sehat. 

Meski hasil laboratorium yang disodorkan Dinkes Pacitan kepada BBVet Wates DIY dinyatakan negatif, penyakit antraks patut diwaspadai, termasuk di Kabupaten Pacitan. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Ronny Wicaksono
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES