Advertisement
Peristiwa Daerah

Kisah Klampis Ireng dan Misteri Kerajaan Gaib di Ponorogo

Kabupaten Ponorogo selama ini dikenal dengan kesenian Reognya, namun banyak orang-orang tua menyebut Ponorogo menyimpan sisi lain yang cukup menyeramkan. Salah satunya ...

TIMES Indonesia,
Kisah Klampis Ireng dan Misteri Kerajaan Gaib di Ponorogo
Pintu gapura masuk petilasan Klampis Ireng Ponorogo. (Foto:Marhaban/TIMES Indonesia)
A-AA+

PONOROGO Kabupaten Ponorogo selama ini dikenal dengan kesenian Reognya, namun banyak orang-orang tua menyebut Ponorogo menyimpan sisi lain yang cukup menyeramkan. Salah satunya adalah petilasan Klampis Ireng.

Sebagian besar masyarakat menganggap Klampis Ireng sebagai tempat paling angker di Ponorogo.  “Bapak saya dulu menyebut Ponorogo itu ada dua, satu kelihatan dan satunya tidak,” kata salah satu warga sepuh bernama Bambang Laspito, Jumat (8/9/2023).

Advertisement

Bambang sendiri yang kini sudah berusia 74 tahun menyebut, yang dimaksud tampak seperti kehidupan masyarakat yang terlihat seperti kita ini  “Dan yang tidak terlihat Klampis Ireng seperti kerajaan gaib yang di dalamnya terdapat makhluk halus dan roh leluhur,” sebutnya.

Klampis Ireng sendiri berada di Dukuh Krajan Desa Sragi Kecamatan Sukorejo Ponorogo. “Orang-orang tua dulu mengatakan Klampis Ireng merupakan situs padepokan milik Eyang Ismoyo atau Mbah Semar,” terangnya.

Dulunya Klampis Ireng diyakini sering digunakan sebagai tempat pertapaan sekaligus mengajarkan ilmu kejawen manunggaling kawula gusti, yakni ilmu untuk bersatu dengan Tuhan. Di Klampis Ireng ini pula Eyang Ismoyo meninggal dan juga dimakamkan.

Petilasan-Klampis-Ireng-1.jpg

Menurut Bambang Laspito, dulu ada dalang kondang di Ponorogo bernama Mbah Gembloh yang menggelar wayang di Klampis Ireng.

Advertisement

"Biasanya wayangan hanya semalam suntuk, namun Mbah Gembloh merasa sangat lama mayang di Klampis Ireng, akhirnya Mbah Gembloh mengeluarkan tokoh Semar, dan ternyata sudah tengah hari bolong tempatnya di tengah sawah, " cerita Bambang Laspito.

Kesan mistis itu sampai sekarang masih terjadi, karena masyarakat sering mendengar pergelaran wayang di Klampis Ireng. Namun ketika ditelusuri di Klampis Ireng, warga tak menemukan pergelaran tersebut.

Nama Klampis Ireng sendiri di ambil dari jenis pohon yang tumbuh di sana, yakni Klampis (Acacia Tomentosa). Di mana pohon yang memiliki duri panjag dan berambut kuning ini memiliki warna batang hitam, atau dalam Bahasa Jawa disebut ireng. Tak ayal jika masyarakat kemudian menyebutnya sebagai Klampis Ireng.

Kini petilasan Klampis Ireng telah dibangun dan direnovasi oleh Pemerintah Daerah Ponorogo sehingga dapat dikunjungi sebagai tempat wisata religi yang menarik. Ada gapura masuk, pagar, hingga jalan setapak yang dapat memudahkan pengunjung ketika berziarah.

Selain wisata religi, petilasan Klampis Ireng di Kabupaten Ponorogo ini juga dapat digunakan untuk berdoa dan meditasi. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

M. Marhaban
PenulisM. MarhabanSekolah Tinggi Publisistik (STP) Jakarta, KLW PWI Jawa Timur 1999. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2019, meliput berbagai topik, termasuk Politik, Hukum, Olahraga, Budaya, dan Pemerintahan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia