Kucing-kucingan, Belasan Mobil Parkir Liar di RSSA Malang Digembok

TIMESINDONESIA, MALANG – Belasan mobil yang parkir liar di sekitaran area Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang kembali digembok oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang.
Dari pantauan, setidaknya ada 15 mobil dari berbagai jenis digembok di Jalan Pattimura (depan RSSA) Kota Malang.
Advertisement
Lokasi tersebut, diketahui memang kerap menjadi sasaran utama Dishub Kota Malang saat operasi penertiban parkir.
Ternyata, para pengendara pun nampaknya kucing-kucingan. Sebab, sudah lama Dishub Kota Malang tak melakukan operasi, ternyata dimanfaatkan oleh pengendara untuk kembali parkir di area terlarang itu.
"Kemarin hampir 1 bulan lebih tidak ada operasi penertiban parkir sembarangan di bahu jalan. Kemudian kami mendapat informasi dari media sosial mulai ramai lagi parkir liar," ujar Kabid Parkir Dishub Kota Malang, Mustaqim, Selasa (10/10/2023).
Ia mengakui, padahal sebelumnya di kawasan tersebut setelah beberapa kali ditindak, tak ada lagi yang berani parkir.
Namun, setelah lama tidak operasi, pengendara mobil kembali memarkir kendaraannya di kawasan tersebut.
"Sebelumnya dikawasan RSSA itu sudah tidak ditemukan parkir liar. Tapi setelah kami tidak operasi agak lama, banyak masyarakat yang kembali parkir sembarangan dan akhirnya kami tindak dengan pengembokan," ungkapnya.
Mustaqim pun menyayangkan kondisi ini. Bahkan, rambu-rambu dilarang parkir yang sudah terpasang, tidak diindahkan oleh pengendara.
"Disitu sudah ada rambu dilarang parkir, tapi mereka tetap saja. Sedangkan parkir sembarangan itu kan bakal menggangu akses jalan dikawasan tersebut yang bisa merugikan banyak orang," jelasnya.
Selain belasan mobil di Jalan Pattimura, petugas Dishub Kota Malang juga melakukan penggembokan mobil di area jembatan Celaket Kota Malang.
Total dari hasil operasi ini, sekitar 20 mobil ditindak oleh Dishub Kota Malang.
"Kami juga sudah memberikan rambu dan pembatas agar tidak ada yang parkir di jembatan Celaket. Tapi, ada saja yang tidak mau masuk dan memilih untuk parkir dibahu jalan," katanya.
Sementara, salah satu pemilik mobil yang digembok, Doni (28) mengakui dirinya memang salah memarkirkan kendaraannya sembarangan. Hal itu ia lakukan karena dia tidak mendapat tempat parkir untuk kendaraan di RSSA Malang.
"Saya asalnya dari Probolinggo, nganter adek rawat inap di RSSA. Kebetulan tidak ada fasilitas parkir mobil, karena dibangun. Makannya saya parkir disini. Tahu-tahu saya keluar lihat mobil udah digembok," tuturnya.
Awalnya, Doni kebingungan bagaimana cara melepas gembok tersebut. Ketika ia mencari tahu ternyata harus datang ke kantor Dishub Kota Malang dan akhirnya ia memberanikan diri untuk datang.
"Pertama call center Dishub saya telpon gak angkat, akhirnya saya beranikan diri untuk datang ke kantor Dishub dan ngurus surat pernyataan. Ini rencana mau dibuka gemboknya nunggu petugas," jelasnya.
"Ini pertama memang saya salah. Kedepan tidak akan saya ulangi lagi," tandasnya. (*)
**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.
Editor | : Ferry Agusta Satrio |
Publisher | : Lucky Setyo Hendrawan |