Advertisement
Peristiwa Daerah

Siang Ini Hari Tanpa Bayangan di Ponorogo, Fenomena Apa?

Hari tanpa bayangan atau kulminasi akan terjadi di Ponorogo pada hari ini Sabtu (14/10/2023). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap fenomena lan ...

TIMES Indonesia,
Siang Ini Hari Tanpa Bayangan di Ponorogo, Fenomena Apa?
Ilustrasi - Salah satu ruas jalan di Ponorogo (Foto: Dok. TIMES Indonesia)
A-AA+

PONOROGO Hari tanpa bayangan atau kulminasi akan terjadi di Ponorogo pada hari ini Sabtu (14/10/2023). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap fenomena langka ini akan terjadi pada pukul 11.20 WIB.

Mengutip laman resmi BMKG Juanda, kulminasi atau transit atau istiwa' adalah ketika matahari tepat berada di posisi paling tinggi di langit. Saat deklinasi matahari sama dengan pengamat, fenomenanya disebut sebagai kulminasi utama.

Advertisement

Pada saat itu, matahari akan tepat berada diatas kepala pengamat atau titik zenit. Akibatnya, bayangan benda tegak akan terlihat "menghilang", karena bertumpuk dengan benda itu sendiri. Karena itu hari kulminasi utama dikenal juga sebagai hari tanpa bayangan.

Seperti yang dikatakan Novi Fitia Maliha, peneliti Wathoe Dhakon Observatory IAIN Ponorogo, bahwa fenomena ini disebabkan karena nilai deklinasi matahari pada periode tersebut akan sama dengan lintang geografis wilayah Indonesia. Hal inilah yang menyebabkan matahari akan berada tepat diatas kepala.

"Karena nilai deklinasi matahari sama dengan lintang geografis wilayah Indonesia, maka matahari akan berada tepat diatas kepala kita saat tengah hari.
Ketika matahari di atas wilayah Indonesia, tidak ada bayangan yang terbentuk oleh benda tegak tidak berongga saat tengah hari, sehingga fenomena ini dapat disebut sebagai Hari Tanpa Bayangan," ujar Novi Fitia Maliha.

Menurutnya, tidak semua tempat di bumi bisa merasakan fenomena ini karena bidang ekuator bumi/bidang rotasi bumi  tidak tepat berimpit dengan bidang ekliptika/bidang revolusi bumi, sehingga posisi matahari dari bumi akan terlihat terus berubah sepanjang tahun antara 23,5 derajat LU hingga 23,5 derajat LS, hal ini disebut gerak semu matahari.

"Tahun 2023 ini, matahari tepat berada di khatulistiwa pada bulan Maret hingga bulan September. Adapun bulan Juni  matahari berada di titik balik Utara, dan pada bulan Desember 2023, matahari berada di titik balik selatan," tukas Novi Fitia Maliha.

Advertisement

Selain Ponorogo hari tanpa bayangan Sabtu (14/10/2023) juga akan terjadi di beberapa daerah di Jawa Timur, yakni Jember, Lumajang, Malang, Batu, Blitar, Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

M. Marhaban
PenulisM. MarhabanSekolah Tinggi Publisistik (STP) Jakarta, KLW PWI Jawa Timur 1999. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2019, meliput berbagai topik, termasuk Politik, Hukum, Olahraga, Budaya, dan Pemerintahan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia