Peristiwa Daerah

Wah! Wisata Parkir Kajoetangan Malang Terlihat di Google Maps

Selasa, 14 November 2023 - 17:28 | 67.44k
Google Maps menunjukkan lokasi Wisata Parkir Kajoetangan. (Foto: Tangkapan Layar)
Google Maps menunjukkan lokasi Wisata Parkir Kajoetangan. (Foto: Tangkapan Layar)
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, MALANG – Memang ada ada saja pembahasan warganet lewat caranya yang nyeleneh. Baru-baru ini saja di sejumlah Media Sosial (Medsos) muncul poin of interest bernama 'Wisata Parkir Kajoetangan' di Google Maps.

Bahkan, jika kalian membuka aplikasi Google Maps dan mencari Wisata Parkir Kajoetangan, bakal diarahkan menuju Jalan Jenderal Basuki Rahmat, Kecamatan Klojen, Kota Malang atau yang biasa dikenal kawasan wisata Kayutangan Heritage.

Advertisement

Apalagi jika menelusuri secara detail, rating point' of interest Wisata Parkir Kajoetangan tersebut mendapat bintang 4,8 atau hampir sempurna. 

Berbagai ulasan di Google Maps pun juga cukup menarik, seperti halnya "Tempat bagus untuk yang suka melihat parkiran," tulus Maulana Affandy dalam ulasan Google Maps.

"Pelayanan ramah, saat saya kesusahan mengambil motor yang berhimpitan dengan motor lain tidak ada percobaan membantu, tapi saat mau pergi, dia datang dengan semprotannya dan meminta ongkos parkir. Terimakasih bintang 5 untuk pelayanan. H3h3," tulis Reno S dalam ulasan Google Maps.

Wisata-Parkir-2.jpgSuasana parkir bahu jalan kawasan Kayutangan Heritage. (Foto: Rizky Kurniawan Pratama/TIMES Indonesia)

Sementara, salah satu warga asal Kecamatan Lowokwaru, Kota Mala g bernama Ulfa (23) saat ditemui di kawasan Kayutangan memberikan ekspresi tertawa usai mengetahui kawasan Kayutangan Heritage di Google Maps berubah nama menjadi Wisata Parkir Kajoetangan.

"Lucu ya, baru tahu saya. Sampai di google Maps kayak gitu, yang masukin effort (berupaya) banget," ujar Ulfa, Selasa (14/11/2023).

Ia menganggap, kejahilan tersebut merupakan kritikan pedas terkait situasi parkir di kawasan Kayutangan Heritage yang memang kerap kali dikeluh keluhkan masyarakat.

Dimana, kawasan tersebut di setiap pedestrian dipenuhi oleh parkir kendaraan roda dua maupun roda empat.

"Gatau ya, karena gak ada tempat parkir atau ada tapi jauh dan pengendara gak mau. Jadi orang-orang milih parkir di bahu jalan yang dekat," ungkapnya.

Ulfa mengaku, di hari-hari biasa ini ia berjalan ke Kayutangan Heritage untuk sekedar mencari udara segar sekaligus melihat suasana sehabis hujan hingga malam hari.

"Pingin aja jalan jalan, kan tadi habis hujan juga. Biar fresh, apalagi banyak pilihan makan, minum dan hiburan disini," katanya.

Terpisah, pengunjung lain asal Kecamatan Klojen, Kota Malang, Wawan (46) mengaku bahwa persoalan parkir di Kota Malang ini memang tidak pernah ada habisnya.

Terlebih, persoalan ini sudah sangat menggangu masyarakat dan kerap kali dikeluhkan.

"Di Malang ini serba repot, mau kemana-mana parkir. Ke ATM mau ambil uang aja parkir. Terus di Kayutangan ini, memang cukup semrawut tapi saya lihat gak semua sisi," tuturnya.

Ia juga membandingkan dengan Pulau Bali yang menjadi pusat Wisata Indonesia. Wawan bercerita, seperti halnya di kawasan Kuta ataupun Canggu, Bali itu memang soal parkir lebih parah dari Malang.

Para pengendara seenaknya menaruh kendaraan hingga menyebabkan macet yang berkepanjangan.

"Di Bali itu sudah jalannya sempit, parkir sembarangan, kendaraan roda empat lewat dua arah, macet dimana mana pasti," katanya.

Maka, ia berharap pemerintah bisa segera memperbaiki persoalan parkir di Kota Malang agar parkir ini tidak menjadi sumber kemacetan dikemudian hari.

"Ya saya berharap pemerintah bisa lah segera menata lebih baik. Biar rapi dan tak macet. Masyarakat juga gitu, harus sadar diri, gak boleh seenaknya parkir dan protes," tandasnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES