Peristiwa Daerah

InaRISK Manfaatkan Geospasial 'Maha Data' ArcGis, Penanganan Bencana Tak Sporadis

Senin, 27 November 2023 - 21:40 | 57.58k
Manager Pusdalops BPBD Jatim, Dino Andalananto membuka aplikasi InaRISK yang berbasis server geospasial ArcGIS, Senin (27/11/2023).(FOTO: Lely Yuana/TIMES Indonesia)
Manager Pusdalops BPBD Jatim, Dino Andalananto membuka aplikasi InaRISK yang berbasis server geospasial ArcGIS, Senin (27/11/2023).(FOTO: Lely Yuana/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Kantor Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana atau (Pusdalops-PB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Timur (BPBD Jatim) lebih sibuk dari biasa. 

Sejumlah layar monitor berukuran besar menampilkan gambar citra satelit, jarak, foto udara dan koordinat menggunakan data geospasial secara real time. 

Ada radar citra bumi, cuaca, kelembaban udara dan arah angin. Sementara para petugas fokus memantau komputer mereka masing-masing.

Manager Pusdalops BPBD Jatim, Dino Andalananto berjalan menyusuri ruangan utama di dalam kantor tersebut. 

Dino-Andalananto-2.jpgInaRISK memuat data lengkap tentang kebencanaan hingga proses mitigasi dan penanganan,  Senin (27/11/2023). (FOTO: Lely Yuana/TIMES Indonesia)

Kabar kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Gunung Penanggungan yang telah mereda masih menjadi pantauan. Sebab, hujan turun belum merata. Kemarau tahun ini memang lebih panjang karena dampak El Nino.

Namun, dalam waktu dekat juga diperkirakan ada potensi banjir. Bahayanya, sisa kayu gunung bisa menjadi penyebab luapan air.

Berdasarkan pengamatan Stasiun Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda, hujan diprediksi akan turun merata pada Januari di seluruh Jatim. Pusdalops BPBD Jatim juga mengintegrasikan radar BMKG di ruangan tersebut.

Pusdalops memiliki tugas pokok dan fungsi. Tugas pokok sebelum bencana. Antara lain memberikan dukungan kegiatan pada saat sebelum bencana.

Pusdalops bertindak sebagai pengumpul, pengolah, penyaji data dan informasi kebencanaan secara rutin.

Kemudian saat bencana, Pusdalops PB memberikan dukungan pada Posko Tanggap Darurat dan Pelaksanaan Kegiatan Darurat. Serta pasca bencana dengan memberikan dukungan kegiatan pada saat setelah bencana terjadi. Yaitu penyedia data dan informasi khususnya dalam pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi.

Sedangkan fungsi Pusdalops PB meliputi fungsi penerima sebagai pengolah dan pendistribusi informasi kebencanaan.

Pusdalops akan mengolah dan meneruskan peringatan dini kepada instansi terkait dan masyarakat. Selanjutnya, fungsi tanggap darurat sebagai fasilitator pengerahan sumber daya untuk penanganan tanggap darurat bencana secara cepat tepat, efisien dan efektif dan fungsi koordinasi, komunikasi serta sinkronisasi pelaksanaan penanggulangan bencana.

Dino kemudian membuka sebuah aplikasi terintegrasi bernama InaRISK Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Geoportal kebencanaan Indonesia. Berisi peta-peta, data, berita, hingga laporan kebencanaan. Akses satu pintu. Maha data dari segala penanggulangan bencana di Indonesia.

Aplikasi InaRISK telah menjadi panduan dalam penanganan potensi risiko bencana sepanjang periode lima tahunan. Termasuk potensi Karhutla hingga banjir bandang.

Sebagaimana akronim namanya, InaRISK mengumpulkan data "Indeks Risiko Bencana Indonesia". Memuat pendataan, laporan kegiatan kebencanaan dan masih banyak lainnya.

Ada tiga komponen penting. Meliputi kerawanan atau ancaman bahaya (hazard), kapasitas dan kerentanan. 

Dino ingat betul rumus sederhana dalam pemetaan risiko dan penanganan bencana. Bahaya dikalikan kerentanan dibagi kapasitas. Maka, akan ditemukan nilai risiko. Dan untuk menekan risiko, perlu meningkatkan kapasitas. 

InaRISK memuat perencanaan penanggulangan bencana pada fase pra bencana demi menjaga kesiapsiagaan. Namun terkadang, alam berkata lain. Kemarau panjang telah melahap kawasan hutan raya. Bukan salah musim, bukan salah cuaca. Tetapi disinyalir karena ulah manusia yang tidak bertanggung jawab.

Sebab pada dasarnya, kata Dino sangat kecil faktor peningkatan suhu dapat membakar kawasan hutan. Itu sudah jauh-jauh hari, lima tahun lalu menjadi pembahasan dan perencanaan penanggulangan.

Tak Ada Lagi Aksi Sporadis

Potensi-potensi seperti kebakaran hingga banjir bandang di Jatim tercantum dalam aplikasi InaRISK. Sementara Jatim sendiri juga dikenal memiliki sungai-sungai besar seperti Brantas. Bagi Pusdalops BPBD Jatim, InaRISK adalah acuan penting.

"Contoh dalam lima tahun itu kita tahu tren bencana di adalah bencana hidrometeorologi sehingga melalui perencanaan kita dorong program kegiatan yang sesuai dengan itu. Tidak ada lagi melakukan kegiatan tanpa ada data, karena akhirnya nanti sporadis," ucap Dino.

Ia pun membayangkan apa jadinya jika kepala daerah tidak memahami risiko bencana, maka anggaran penanggulangan akan sia-sia karena pembelian peralatan tidak sesuai peta data. 

Maka, data itu diperlukan sebagai acuan skala prioritas belanja peralatan. Tidak sporadis, artinya terarah dalam menentukan 'hijau, kuning dan merah'. Perhatian utama lima tahun penanggulangan dan penanganan bencana. Semuanya detail dan terencana.

Dino kemudian menunjukkan peta kerawanan bencana dalam InaRISK. Aplikasi ini telah memuat kelengkapan citra bumi geospasial.

Data geospasial, atau geodata merupakan data yang mencakup informasi yang berkaitan dengan lokasi di permukaan bumi. Memetakan objek, peristiwa, dan fenomena dunia nyata lainnya ke area geografis menggunakan koordinat garis lintang dan bujur.

Setelah dikumpulkan, data tersebut diolah dan dianalisis hingga menjadi informasi geospasial. Informasi ini dapat disajikan dalam berbagai bentuk, seperti model kota dan bangunan, peta tematik, serta model elevasi permukaan bumi. Ada lokasi masjid, sekolah, rumah, dan wilayah rentan bencana di suatu wilayah. Semua berinduk pada Geographic Information System (GIS). 

"GIS sangat bermanfaat sebagai analisa risiko bencana, bisa juga analisa kerusakan dan kerugian akibat bencana," katanya.

Manfaatkan Teknologi GIS 

BNPB memanfaatkan teknologi GIS untuk mengkoordinasikan aktivitas manajemen darurat secara lebih baik.

Pemetaan data itu kemudian dirangkum dalam InaRISK selama kurun lima tahunan untuk mengetahui bahaya yang mungkin terjadi selama masa-masa tersebut berdasarkan pantauan Geographic Information System (GIS) atau Sistem Informasi Berbasis Pemetaan dan Geografi.

GIS bekerja secara akurat. Memetakan kondisi bumi real time. Dari situ, BNPB meretas beberapa kategori indeks bencana. Ada potensi bahaya letusan gunung api, bahaya banjir bandang, risiko kebakaran hutan dan lahan, cuaca ekstrem, kekeringan, GEA, likuifaksi, tanah longsor, tsunami, multi bahaya, Covid-19, gempa bumi, gelombang ekstrem dan abrasi. Ada map server juga image server. Berikutnya directory layanan GIS.

BNPB akan melakukan review ulang tiap dua tahun sekali. Misal ada temuan sesar gempa bumi atau munculnya gunung baru.

"Aplikasi ini menjadi dasar untuk melakukan perencanaan. Dimulai dari kajian risiko bencana, menjadi rencana penanggulangan bencana baru dipecah dalam berbagai penanganan," ungkap Dino.

Kunci Keandalan InaRISK 

Keandalan InaRISK merupakan sentuhan ArcGis. Esri Indonesia sebagai aktor non negara sekaligus penyedia teknologi geospasial berbasis SIG yakni ArcGIS tersebut. Software maha data.

BNPB memilih ArcGis sebagai server InaRISK sejak sepuluh tahun lalu. Sementara tahun ini merupakan 'buku digital' panduan bencana ketiga. Artinya, InaRISK sudah ada 15 tahun lalu. Lima tahun pertama masih open source. Baru berpikir kapasitas dan keamanan data yang lebih besar.

"Server InaRISK ini menggunakan Esri nama aplikasinya ArcGIS," kata Dino seraya membuka standing monitor LCD berwarna hijau rumput segar.

Dino tahu banyak soal software. Ia bahkan piawai meracik perangkat lunak sesuai disiplin ilmunya dahulu. Maka, di Pusdalops ia juga merancang aplikasi khusus dan tematik sesuai budget yang tersedia. Soal acuan utama, tetap pada data InaRISK.

Peta dasar skala besar sebagai infrastruktur utama itu menjadi acuan membuat peta-peta tematik sesuai dengan kebutuhan BPBD masing-masing wilayah.

Karena data dalam InaRISK, boleh dimanfaatkan seluas-luasnya bagi BPBD di provinsi maupun kota. InaRISK juga dapat diakses oleh publik. Namanya InaRISK Personal. 

Seperti saat Karhutla 2019 dan 2023 di Gunung Arjuno-Welirang dan Penanggungan. Dino membuat peta tematik. Untuk kemudian jadi laporan ke BNPB.

Dino menilai ArcGis besutan Esri sangat mumpuni. Karena itulah, GIS juga digunakan oleh instansi lain. Dino mencontohkan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

"Kalau Esri untuk nasional sangat mumpuni, karena servernya bukan ditempatkan di BNPB. Namun ada di luar negeri dikelola oleh Esri," terangnya.

Teknologi GIS sendiri dapat digunakan untuk menjaga ketahanan Indonesia dari bencana gempa bumi, tsunami, tanah longsor, gunung meletus, banjir dan kekeringan.

Kilas balik. Kala itu, BNPB dan Ikatan Geografi Alumni Universitas Gadjah Mada (IGEGAMA), bersama dengan Esri Indonesia pada 2018 menjadi ujung tombak dalam penyelenggaraan Talkshow Tanggap Bencana.

Dr. Raditya Jati, S.Si, M.Si selaku Direktur Pengurangan Risiko Bencana BNPB mengatakan, teknologi geospasial yang sudah digunakan secara luas oleh pemerintah adalah untuk mendukung kegiatan tanggap darurat bencana.

Teknologi ini memegang peranan penting dalam memastikan negara kita siap memitigasi risiko-risiko potensial yang menjadi bencana. 

"Sangatlah penting bagi kita untuk memiliki pemahaman awal mengenai bencana dan pengelolaan darurat. Hal ini untuk memastikan kita mengambil langkah yang tepat untuk merespon dan memulihkan keadaan,” jelas Raditya. 

Teknologi GIS dapat melatih para responden untuk segera mengunggah dan berbagi informasi dengan semua pusat komando yang tersebar di berbagai wilayah dan kota.
Apalagi, Indonesia adalah salah satu negara paling rawan bencana di dunia. 

"Hal ini memudahkan semua pihak dapat mengambil keputusan mengenai langkah terbaik saat merespon situasi darurat,” tambahnya.

Senior Manager Solution & Technology Platform Esri Indonesia Khairul Amri dalam sebuah kesempatan mengatakan, bahwa melalui ArcGIS Enterprise advanced, pemerintah atau masyarakat dapat menerima siaran peringatan kondisi cuaca secara real-time, membagikan informasi gabungan pada platform berbasis web yang dapat diakses publik dan menyampaikan informasi real-time di area krisis.

ArcGIS Enterprise advanced dapat terhubung ke sistem internal Web-GIS (Geographic Information System) atau Sistem Informasi Berbasis Pemetaan dan Geografi.

Pemerintah bisa memperoleh informasi berkait dengan sistem pemetaan dan analisis terhadap segala sesuatu serta peristiwa-peristiwa yang terjadi di muka bumi.

Sekaligus juga membangun platform informasi terpusat untuk berbagi informasi siaran langsung dan memungkinkan pemantauan cuaca ekstrim di lokasi terpencil seperti InaRISK tersebut.

Pemantauan SIG secara real-time terhadap peristiwa bencana memungkinkan pemangku kepentingan untuk menganalisis risiko dan mengevaluasi dampak untuk menyelamatkan nyawa dan melindungi aset.

Teknologi GIS mengintegrasikan operasi pengolahan data berbasis database yang biasa digunakan saat ini, seperti pengambilan data berdasarkan kebutuhan, serta analisis statistik dengan menggunakan visualisasi yang khas serta berbagai keuntungan yang mampu ditawarkan melalui analisis geografis melalui gambar-gambar petanya dan dapat diakses oleh warga masyarakat secara langsung (real-time).

Aplikasi ini mampu mengintegrasikan semua data yang diperoleh dari hasil pencitraan yang dilakukan oleh satelit kemudian datanya akan diterima oleh server kemudian dari server akan dikirim ke client mengenai informasi keadaan alam yang ada pada suatu daerah. 

Aplikasi ini juga dapat memberikan tampilan informasi yang user friendly sehingga memudahkan user untuk mengoperasikannya dan memudahkannya untuk menyerap informasi yang dihasilkan.

"Diharapkan dengan aplikasi GIS, bencana alam memang tidak dapat dihindari namun setidaknya kerugian secara moril dan materil dapat dikurangi karena dengan warga masyarakat mengetahui informasi mengenai keadaan cuaca wilayah sekitar, mereka jadi lebih waspada terhadap datangnya bencana alam," kata Khairul Amri.

Seiring kemajuan zaman, pemanfaatan teknologi sangat diperlukan untuk meminimalisir segala bentuk potensi bencana di Indonesia. Pemanfaatan teknologi mitigasi yang tepat dapat membantu upaya pengurangan risiko bencana secara efektif. 

GIS sangat efektif dalam membantu pembentukan pengetahuan, prasangka, dan anggapan terhadap lingkungannya secara visual dan dapat memisahkan data-datanya, sehingga mampu menyajikan presentasi berbagai bentuk.

"GIS Mampu menguraikan unsur di bumi dalam beberapa layer atau coverage data spasial, yang nantinya dipresentasikan dalam bentuk nyata. Selain itu software yang digunakan bisa dikomunikasikan dengan software pengolah data atau bahasa pemrograman serta dapat bertindak sebagai map-server atau GIS-Server yang siap melayani permintaan (query) melalui jaringan internet," ujar Khairul Amri. 

Menurutnya, kemajuan teknologi dan inovasi telah menciptakan peluang baru untuk meningkatkan ketahanan bencana dana mengurangi risiko bencana. 

Perkembangan disrupsi teknologi seperti kecerdasan buatan (Artifical Intelligence), Internet untuk Segala (Internet of Things) dan Maha Data (Big Data) telah bertransformasi ke berbagai bidang, termasuk meminimalisasi risiko bencana dan manajemen bencana seperti InaRISK besutan BNPB yang menggunakan teknologi ArcGis.

Pentingnya Pengumpulan Data Bencana

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membuktikan resiliensi Jawa Timur dalam menghadapi bencana. Terutama karena Indonesia, termasuk Jawa Timur selama ini memang menjadi wilayah tropical ring of fire.

"Kita tidak pernah berharap ada bencana. Jadi kita harus waspada dan melakukan mitigasi secara komprehensif.  Karena kita sering dihadapkan dengan bencana, resiliensi kita jadi luar biasa," katanya.

Resiliensi terhadap bencana, ditegaskan Khofifah, bisa terwujud dengan adanya kolaborasi yang kuat seluruh elemen pentahelix.

Mulai dari media massa, akademisi, masyarakat, dunia usaha, pemerintah. Di mana, masyarakat yang di dalamnya termasuk relawan memiliki peran besar dalam kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana. 

Selain itu, penanggulangan bencana berbasis masyarakat juga gencar dilakukan di Jatim. Dimana, Pembentukan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) jumlahnya mencapai 30 lokasi sekolah di Jatim. Kemudian, Desa Tangguh Bencana (Destana) di Jatim jumlahnya mencapai 1.542 Desa. 

Lebih lanjut, dijelaskan Khofifah, dengan berbagai upaya yang telah dilakukan Indeks Resiko Bencana di Jatim turun drastis selama empat tahun berturut-turut sejak tahun 2019 sampai 2022.

Bahkan, tahun 2022 Jatim berada di angka 108,69 setelah sebelumnya mencapai 137,88 pada 2019. Kemudian turun pada tahun 2020 menjadi 126,42 dan tahun 2021 menjadi 117,26.

Meski begitu, Khofifah menegaskan, penanggulangan dan mitigasi bencana harus terus ditingkatkan setiap tahun.

Salah satunya dengan memanfaatkan digitalisasi lewat aplikasi Sistem Manajemen Informasi Terintegrasi Penanggulangan Bencana (SMART-PB). Juga lewat aplikasi InaRISK yang merupakan portal kajian risiko bencana dan pemantauan indeks risiko bencana di Indonesia.

"Tim BPBD Jatim juga melakukan pemantauan fenomena alam oleh Pusdalops (Pusat Pengendalian Operasi) BPBD Jatim. Mereka memantau aktivitas gunung api, titik api (Karhutla), aktivitas gempa bumi, cuaca, tinggi muka air sungai, arah pergerakan angin, dan pasang surut gelombang laut," terangnya.

"Dari data tersebut, barulah akan ada rekomendasi dan mitigasi yang sekiranya dapat dilakukan," imbuhnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Irfan Anshori
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES