Peristiwa Daerah

Kisah Inspiratif Mulyono, Disabilitas di Pacitan yang Pantang Menyerah Jalani Hidup

Minggu, 03 Desember 2023 - 21:52 | 42.98k
Mulyono, disabilitas asal Pacitan yang hidup sebatangkara. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)
Mulyono, disabilitas asal Pacitan yang hidup sebatangkara. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, PACITAN – Di pelosok terpencil Kecamatan Nawangan, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur ada sosok penyandang disabilitas yang berjuang untuk menghadapi tantangan hidup dengan penuh ketabahan.

Namanya Mulyono. Pria yang lahir pada 1966 silam ini memiliki keterbatasan fisik sejak lahir. 

Mulyono sebatang kara tinggal di RT 001 RW 014 Dusun Pakel, Desa Mujing. Ia tidak memiliki jari-jari di kedua tangan dan kakinya. Ukuran tangan dan kakinya tidak sesuai dengan ukuran sewajarnya.

Keterbatasan fisik ini membuatnya sulit untuk melakukan tugas sehari-hari, seperti memasak. Apalagi ia hidup seorang diri. 

Untuk makan sehari-hari, Mulyono mengaku masih mampu membuat menu ala kadarnya. Terkadang, tetangga yang berjarak 200 meter dari rumahnya mengantarkan makanan untuknya.

"Alhamdulillah, Gusti Allah masih memberi hidup sampai saat ini," ujar Mulyono saat ditemui TIMES Indonesia, Minggu (3/12/2023).

Mulyono mengaku sempat tinggal bersama kerabatnya, namun beberapa tahun ini ia lebih memilih hidup sendiri. Kedua orang tuanya diketahui telah lama meninggal. "Tak ingin merepotkan orang lain saja, saya pilih hidup tenang," ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

Meski demikian, Mulyono tidak mengeluh terhadap takdir Ilahi. Kondisinya yang fakir justru ia jalani dengan penuh semangat. Bahkan, tanpa harus meminta-minta.

"Kalau dipikir dengan akal, sepertinya tidak mungkin. Tapi kenyataannya, saya masih diberi kesehatan," terangnya.

Semasa masih belia, Mulyono mengaku sempat ingin mengakhiri hidupnya lantaran merasa kecil hati dengan nasibnya yang kurang beruntung. Tak jarang bahkan dikucilkan oleh sebayanya.

"Dulu sempat terbesit rasa putus asa. Akhirnya, Allah masih menunjukkan kekuasaan-Nya, sehingga saya yakin Allah itu Maha Adil," tuturnya. 

Satu hal yang membuat penulis kagum kepada Mulyono adalah memiliki daya ingat cukup kuat. Tak jarang ia akan bercerita banyak hal soal pengalaman saat menjalani hari-harinya. 

Menurut Mulyono, hakikat manusia di mata Allah SWT sejatinya sama. Adapun yang membedakan adalah tingkat keikhlasan dalam hidup sebagai hamba. "Saya ikhlas seperti ini," pungkasnya.

Kisah Mulyono, penyandang disabilitas asal Kabupaten Pacitan yang pantang menyerah menjalani hidup dalam keterbatasan ini harusnya memberi inspirasi bagi kita untuk lebih positif menjalani kehidupan. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ronny Wicaksono
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES