Peristiwa Daerah

Ramai Keributan di Jalan Suhat Kota Malang, Diduga Maling Ternyata Ini Penyebabnya

Minggu, 04 Februari 2024 - 15:48 | 24.03k
Suasana lokasi pasca keributan terjadi di Jalan Suhat, Kota Malang. (Foto: Rizky Kurniawan Pratama/TIMES Indonesia)
Suasana lokasi pasca keributan terjadi di Jalan Suhat, Kota Malang. (Foto: Rizky Kurniawan Pratama/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Warga di kawasan Jalan Suhat (Soekarno-Hatta) Kota Malang dibikin heboh oleh adanya keributan pada Sabtu (3/2/2024) kemarin malam. Keributan ini sempat direkam warga dan diunggah di sejumlah akun media sosial (medsos).

Salah satu warga, Hariadi mengatakan, keributan itu terjadi sekitar pukul 21.00 WIB. Mulanya, ada tiga orang laki-laki berhenti di samping apartemen Suhat dan berteriak maling. "Gak tahu kenapa, tiba-tiba salah satu dari mereka berteriak maling," ujar Hariadi, Minggu (4/2/2024).

Mendengar teriakan maling, warga sekitar datang dan sempat memukuli seseorang yang diteriaki sebagai maling. "Orang-orang berdatangan, karena ada teriakan maling. Lalu, seseorang yang diteriaki sebagai maling itu sempat dipukuli," ungkapnya.

Kemudian, sekitar pukul 22.00 WIB, pihak kepolisian dari Polsek Lowokwaru pun mendatangi lokasi dan mengamankan dua sepeda motor matic serta ketiga orang yang berkelahi.

Sementara, Kapolsek Lowokwaru, Kompol Anton Widodo membenarkan bahwa pihaknya sudah mengamankan ketiga orang yang membuat keributan di Suhat, Kota Malang.

"Anggota telah mendatangi lokasi dan masing-masing pihak yang bertikai langsung kami ajak ke Polsek untuk kita mintai keterangan," katanya.

Ia menjelaskan, sesuai keterangan ketiga orang tersebut, keributan terjadi akibat permasalahan pinjam uang dengan jaminan kendaraan. Jadi, keributan tersebut bukan dikarenakan permasalahan debt collector ataupun maling sepeda motor.

"Jadi mereka itu berselisih paham, karena permasalahan pinjam uang dengan jaminan kendaraan," ungkapnya.

Kronologinya, kata Anton, bermula dari A pemilik sepeda motor, karena butuh uang akhirnya menggadaikan sepeda motornya ke B dengan perjanjian dalam jangka waktu 3 hari akan ditebus. Lalu, setelah batas perjanjian selesai. A janjian dengan B bertemu di dekat Apartemen Suhat Kota Malang untuk menebus motornya.

"Lalu A ini mengajak dua orang teman. Namun, A ini cerita kepada kedua temannya berbeda dengan faktanya. Jadi A ini menyampaikan bahwa motornya dibawa B dan sampai sekarang belum dikembalikan," jelasnya.

Kemudian, kedua teman A ini yang tersulut emosi akhirnya mau menemani A untuk bertemu B. Setelah itu, terjadi salah paham dan keributan pun terjadi hingga viral di media sosial. Dari hasil mediasi yang dilakukan Polsek Lowokwaru, akhirnya disepakati bahwa permasalahan keributan ini berakhir dengan damai.

"Mereka sepakat berdamai dan permasalahan sudah selesai. B telah memaafkan dan tidak menuntut secara hukum atas kejadian ini. Untuk sepeda motor sudah dikembalikan ke A dan si B juga sudah menerima uang dari A," tandasnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ronny Wicaksono
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES