Peristiwa Daerah

Banjir Melanda Kabupaten Demak, Lebih dari 8.000 Warga Mengungsi

Jumat, 09 Februari 2024 - 10:35 | 31.45k
Sejumlah warga mengungsi di Musala Desa Kalianyar, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Jumat (9/2/2024). (FOTO: ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif)
Sejumlah warga mengungsi di Musala Desa Kalianyar, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Jumat (9/2/2024). (FOTO: ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif)

TIMESINDONESIA, DEMAKBanjir hebat melanda Kabupaten Demak, Jawa Tengah, mengakibatkan ribuan warga mengungsi dari rumah mereka. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak merilis data terbaru yang mencatat jumlah pengungsi dan dampak banjir di wilayah tersebut.

BPBD Kabupaten Demak, Jawa Tengah, mengonfirmasi bahwa banjir yang melanda wilayah tersebut telah mengakibatkan lebih dari 8.000 warga mengungsi dari rumah mereka. Data ini merupakan hasil pendataan terbaru per Kamis (9/2/2024) pukul 22.00 WIB.

Menurut Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Demak, M Agus Nugroho Luhur, jumlah pengungsi tersebut tersebar di berbagai daerah yang terdampak banjir. Banjir tersebut terjadi akibat jebolnya tanggul Sungai Wulan dan Sungai Jratun, menyebabkan empat desa di Kecamatan Karanganyar terendam banjir.

Dari data yang diterima, ribuan pengungsi tersebut mengungsi ke tempat-tempat seperti tempat ibadah, balai desa, dan sekolah. Desa Kedungwaru Lor dan Desa Undaan Kidul merupakan desa dengan jumlah pengungsi terbanyak, mencapai 4.500 jiwa dan 2.569 orang secara berturut-turut.

M Agus Nugroho Luhur juga menjelaskan bahwa tanggul Sungai Jratun jebol akibat debit air yang tinggi, sedangkan tanggul Sungai Wulan jebol di dua titik, terutama di Dukuh Norowito. Akibatnya, sekitar 1.350-an rumah terdampak banjir di empat desa yang terkena dampak di Kecamatan Karanganyar.

"Kami masih melakukan pendataan di Kecamatan Karanganyar karena data yang masuk baru dari dua desa," ujarnya.

Salah satu warga yang terdampak, Rofiatun dari Desa Kalianyar, Kecamatan Wonosalam, mengungkapkan bahwa dia terpaksa mengungsi ke musala terdekat karena rumahnya terendam banjir hingga ketinggian lutut kaki akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang.

Data juga menunjukkan bahwa total wilayah terdampak banjir mencakup 30 desa yang tersebar di tujuh kecamatan. Jumlah keluarga terdampak mencapai 16.389 keluarga dengan jumlah jiwa mencapai 63.465 jiwa. Selain itu, ratusan hektare areal pertanian juga terdampak oleh banjir.

Banjir ini juga mengakibatkan terputusnya akses Jalan Pantura Timur Demak-Kudus karena tergenang banjir dengan kedalaman mencapai 140-an cm.

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES