Peristiwa Daerah Bencana Banjir di Indonesia

Banjir Demak, Kementerian PUPR RI: Perbaikan Tanggul Sungai Wulan Dimulai

Sabtu, 10 Februari 2024 - 16:19 | 30.33k
Tangkapan layar terkait aktivitas perbaikan tanggul kiri Sungai Wulan di Desa Ketanjung, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Sabtu (10/2/2024). (FOTO: ANTARA/HO-Bud.)
Tangkapan layar terkait aktivitas perbaikan tanggul kiri Sungai Wulan di Desa Ketanjung, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Sabtu (10/2/2024). (FOTO: ANTARA/HO-Bud.)
FOKUS

Bencana Banjir di Indonesia

TIMESINDONESIA, DEMAK – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia (Kementerian PUPR RI) telah memulai proses perbaikan tanggul kiri Sungai Wulan di Desa Ketanjung, Kabupaten Demak, yang mengalami kerusakan akibat banjir.

Langkah ini diambil Kementerian PUPR RI sebagai upaya untuk mengatasi dampak banjir yang telah meresahkan warga setempat.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR RI, Bob Arthur Lombogia, mengonfirmasi bahwa proses perbaikan tanggul kiri Sungai Wulan sudah dimulai sejak Jumat sore. Dalam kunjungannya untuk meninjau langsung pengerjaan tersebut, Sabtu (10/2/2024), di Jembatan Tanggulangin perbatasan Kudus dan Demak, Bob Arthur Lombogia menjelaskan bahwa pihaknya telah menerjunkan sejumlah alat berat untuk mempercepat proses perbaikan.

Alat berat yang disiapkan Kementerian PUPR RI termasuk tiga unit excavator standar, dua unit amphibious excavator yang dapat beroperasi di atas sungai, dan excavator long arm. Bob Arthur Lombogia menyebutkan bahwa tanggul Sungai Wulan yang mengalami kerusakan memiliki panjang yang bervariasi, antara 10 hingga 30 meter.

Salah satu tahap penting dalam perbaikan tanggul adalah menutupnya kembali untuk mencegah genangan banjir susulan. Untuk mengurangi genangan banjir, pihak terkait telah menyiapkan 12 unit mesin pompa penyedot air dengan kapasitas 500 liter per detik. Saat ini, lima unit mesin pompa penyedot air sudah aktif dalam mengurangi debit air yang keluar dari jebolan tanggul.

Namun, Bob Arthur Lombogia mengakui bahwa proses perbaikan tidaklah mudah, terutama dalam hal aksesibilitas. Alat berat yang digunakan harus melewati tanggul, sementara bahan material harus diangkut melalui sungai. Untuk mengatasi kendala ini, amphibious excavator digunakan untuk melangsir bahan material.

Karena tingginya debit air, pengerjaan perbaikan tanggul harus dilakukan dengan sangat hati-hati untuk memastikan keselamatan dan keamanan. Pihak terkait berusaha secepat mungkin menyelesaikan penutupan tanggul yang jebol untuk mengantisipasi banjir susulan.

Kementerian PUPR RI menargetkan bahwa pengerjaan perbaikan tanggul selesai secepatnya. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi dampak banjir dan membantu pemulihan wilayah yang terkena dampak. "Kami menargetkan pengerjaan tanggul jebol selesai pada hari Senin lusa," ujarnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES