Peristiwa Daerah

Pj Bupati Morotai Lanjutkan Program dan Pembangunan Sesuai RPD Tahun 2022-2026 

Sabtu, 10 Februari 2024 - 22:03 | 22.77k
Pj Bupati Pemkab Morotai, Muhammad Umar Ali, SE. (FOTO: Munces For TIMES Indonesia).
Pj Bupati Pemkab Morotai, Muhammad Umar Ali, SE. (FOTO: Munces For TIMES Indonesia).

TIMESINDONESIA, MOROTAI – Pemkab Morotai pastikan untuk tahun 2024 masih tetap berpedoman dengan program dari pemerintahan definitif sebelumnya. Karena tugas Penjabat (Pj) Bupati hanya melanjutkan program-program fisik dan nonfisik yang telah tertuang dalam dokumen Rencana Pembangunan Daerah (RPD) 2022-2026.

Hal tersebut disampaikan dengan tegas oleh Penjabat (Pj) Bupati Pemkab Morotai, Muhammad Umar Ali saat bertatap muka dengan seluruh aparat desa dan pemerintahan kecamatan Morotai Selatan Barat di Desa Wayabula, Kabupaten Morotai, Provinsi Maluku Utara, Sabtu (10/2/2024).

"Seluruh perencanaan dan penganggarannya sudah tertuang dalam RDP, ya itu kami lanjutkan. Nanti saat sudah ada bupati definitif, baru punya RPJM yang baru sampai 5 tahun ke depan, karena ada visi misi baru. Itu artinya ada program-program unggulan yang ditawarkan oleh Bupati definitif yang akan datang," ungkapnya.

Ia mengatakan, tahun 2024 ini masih dengan pembangunan infrastruktur, yaitu pendidikan, kesehatan, jalan, serta lainnya. Dan, masih dengan program pemberdayaan yang gratis-gratis masih tetap jalan. 

"Pendidikan masih gratis, tapi levelnya kami naikkan sedikit dengan IP-nya yang ditentukan. Jadi tidak seperti dulu lagi, nol koma sekian juga dikasih gratis, sekarang sudah pakai standar 2,75.  Kalau semester 1 dan 2 mahasiswa itu IP-nya tidak mencapai 2,75 maka, tidak dibiayai oleh Pemerintah Daerah," tegasnya.

Ia menambahkan, untuk kesehatan Pemda sudah punya 13 prototype Puskesmas yang bulan depan diresmikan lagi satu Puskesmas yang di Desa Morodadi. Selanjutnya Puskesmas di Desa Cio dan rencana masih ada dua Puskesmas yang akan Pemda buat prototipenya juga.

Sementara itu, untuk Rumah Sakit Pangeo sarananya sudah selesai semua, sekarang ada pemasangan lift. RSUD Ir Soekarno juga dalam tahapan melengkapi karena beberapa minggu ke depan rencananya Menteri Kesehatan berencana datang, tetapi dokter masih menahan karena liftnya masih macet dan dalam upaya perbaikan.

Kemudian, untuk jalan dari titik tikungan mau ke Desa Tutuhu sampai masuk Desa Wayabula itu statusnya masih jalan Kabupaten. Tetapi, jalan di Koramil sama SPBU maasuk jalan Nasional dan tahun kemarin 2023, titik Wayabula -Daruba 10 Kilo 200 meter sudah dikerjakan, sehingga jalan yang lubang-lubang sudah diselesaikan. 

"Untuk tahun 2024, proyek jalan titik tikungan Wayabula ke Tutuhu sampai Cio Gerong sudah ditenderkan dengan status rehab. Kemudian jalan titik Daruba-Daeo dan Daeo-Bere-bere juga sudah tender, yang sementara belum tender titik Bere Bere-Sopi. Jadi untuk jalan lingkar Morotai itu rehab, peningkatannya akan selesai di 2024," paparnya.

Muhammad Umar Ali juga menerangkan bahwa dirinya telah mengusulkan jembatan tambatan perahu sebanyak lima titik, di antaranya Desa Wayabula, Posi-Posi, Ngele-Ngele, Galo-Galo, Kolorai, dan Desa Sangowo. 

Hanya, hasil verifikasi lapangan lolos dua, yaitu jembatan untuk Desa Wayabula dan Posi-Posi, tetapi difinalkan di Bappenas dengan melihat data kembali. Sedangkan, untuk Wayabula dicoret, karena Desa Wayabula sudah ada jembatan sesuai datanya Kementerian Perhubungan.

"Untuk jembatan Desa Wayabula sementara ini akan direhab agar bisa digunakan. Namun, Pemda sudah mengusulkan kembali Kementerian Perhubungan tetapi memakai nama Desa Bobula bukan Wayabula. Karena pakai Wayabula tetap akan dicoret kembali, karena sudah ada datanya termuat di situ ada jembatan," jelasnya.

Intinya, kata Umar Ali, masih tetap ada pembangunan peningkatan infrastruktur di beberapa sektor. Seperti sektor pendidikan ada pembangunan sekolah Negeri  untuk SMP maupun SD, swasta ada Gemih, Al Khairat ,dan Muhammadiyah.
Untuk itu, ia minta yang punya yayasan agar disiapkan dan untuk pelayanan anak sekolah akan ada tambahan bus. 

"Untuk kepala desa, terkait APBDes itu sudah diketok pada tahun 2023 untuk 2024. Namun, pada 27 Desember ada surat lagi masuk untuk perubahan dan peruntukan. Jadi Dana Desa (DD) ada peruntukan 20 persen untuk ketahanan pangan. Ketahanan pangan dimaksud pemerintah pusat dalam rangka inflasi dan El Nino," pungkas Pj Bupati Morotai Muhammad Umar Ali. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Hendarmono Al Sidarto
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES