Peristiwa Daerah

Mahasiswa UM Teliti Konsep Ratu Adil sebagai Panduan Memilih di Pilpres 2024

Senin, 12 Februari 2024 - 17:21 | 20.89k
Mahasiswa Universitas Negeri Malang yang menjadi bagian Tim Riset Ratu Adil (Foto: M. Isnaini Wijaya/TIMES Indonesia)
Mahasiswa Universitas Negeri Malang yang menjadi bagian Tim Riset Ratu Adil (Foto: M. Isnaini Wijaya/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) teliti sosok Ratu Adil untuk menjawab kebingungan menentukan calon presiden di Pilpres 2024. Uniknya, penelitian itu mendapat pendanaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, (Kemendikbudristek) pada tahun 2023 lalu.

Dimas Bagus Firmandy, Ketua Penelitian Ratu Adil, menjelaskan alasan kenapa riset Ratu Adil perlu dilakukan. Menurut Dimas, sebagai generasi muda yang melek politik sudah seharusnya memberikan edukasi kepada masyarakat soal pemimpin yang membawa kesejahteraan bagi tanah air. 

“Riset ini berawal untuk menjawab pertanyaan seperti apa, sih, sosok pemimpin yang harus ada dan hadir itu? Seperti apa sih pemimpin yang diidam-idamkan masyarakat?” ungkap Dimas.

Sosok Ratu Adil memang menjadi pengharapan masyarakat, khususnya masyarakat Jawa. Sosok itu kerap disebut sebagai Satrio Piningit. Masyarakat menganggap bahwa Ratu Adil akan membawa perubahan besar. Ia (Ratu Adil) dipercaya membawa keadilan, kesejahteraan, kemakmuran, dan dapat mengentaskan masyarakat dari kemunduran. 

Masyarakat juga percaya, bahwa Ratu Adil akan muncul di zaman ini, Zaman Edan (Kaliyuga). Zaman Edan (Kaliyuga) merupakan kondisi masyarakat yang menunjukkan adanya kemerosotan moral, larang pangan, munculnya wabah penyakit, merebaknya praktik korupsi, kriminalitas, dan ketimpangan-ketimpangan lain yang menyertai.

Dalam risetnya, Dimas menyatakan bahwa konsep Ratu Adil memang menjanjikan. Namun, selama ini konsep itu begitu simpang-siur. Sosok Ratu Adil atau Satrio Piningit ini hanya menjadi bayang-bayang dan melegenda di pikiran masyarakat, tanpa pernah tahu pasti seperti apa wujudnya. 

“Untuk mendapat validitas soal Ratu Adil itu, akhirnya kami membuat riset tentang Ratu Adil. Jadi, kami ingin memberi sumbangsih kepada masyarakat dan mereka bisa paham secara struktural, supaya mereka tidak miskonsepsi soal Ratu Adil itu,” tambahnya.

Pernyataan Dimas yang demikian juga disebabkan kondisi masyarakat selama ini. Masyarakat cenderung ‘sembarang’ menyematkan Ratu Adil kepada paslon tertentu, tanpa memperhatikan seperti apa indikator yang harus ada dalam diri Ratu Adil.

Riset Ratu Adil ini diajukan Dimas dan kelompoknya untuk mengikuti Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) pada tahun 2023 dan berhasil mendapat pendanaan dari Kemendikbudristek. Selama proses meneliti, Dimas mengaku banyak menemukan fakta-fakta baru atas konsep Ratu Adil yang selama ini disalahpahami.

“Ratu Adil selama ini dianggap mitos belaka oleh masyarakat. Maksudnya, masyarakat hanya berandai-andai soal Ratu Adil ini. Tetapi sebenarnya konsep Ratu Adil atau Satrio Piningit itu dapat direpresentasikan melalui sifat. Jadi, pemimpin yang memiliki sifat-sifat tertentu itulah yang merepresentasikan Ratu Adil,” ungkapnya.

Hasil dari riset Ratu Adil yang diketuai oleh Dimas menunjukkan bahwa Ratu Adil bukanlah sosok perorangan, melainkan sebuah sifat yang harus dipenuhi oleh pemimpin. Dimas berhasil mengelompokkan sifat-sifat itu menjadi 12, yakni bertuhan, mawas diri, resilien, ikhtiar, tidak menghakimi, disiplin, cinta Tanah Air, introspeksi diri, peduli, berprinsip, bertanggung jawab, dan konsisten. (*)

 

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES