Peristiwa Daerah

Jelang Hari Jadi Banjarnegara, 12 Pusaka Dibersihkan

Jumat, 23 Februari 2024 - 18:43 | 20.05k
Prosesi jamasan benda pusaka milik Kabupaten Banjarnegara jelang peringatan hari jadi Banjarnegara ke 453 Tahun 2024. (FOTO: Tangkapan Layar)
Prosesi jamasan benda pusaka milik Kabupaten Banjarnegara jelang peringatan hari jadi Banjarnegara ke 453 Tahun 2024. (FOTO: Tangkapan Layar)

TIMESINDONESIA, BANJARNEGARA – Suara gamelan mengumandangkan di Pendapat Dipayuda Adigraha Banjarnegara, Jumat Kliwon (23/2/2024)

Tampak 12 orang berbusana adat Jawa memasuki Pendapa Dipayudha Adigraha membawa 12 pusaka milik Kabupaten Banjarnegara.

Hari itu adalah upacara ritual jamasan atau memandikan pusaka Banjarnegara yang menjadi salah satu kegiatan dalam rangkaian peringatan hari jadi ke-453 Kabupaten Banjarnegara.

Ada empat (4) buah tombak pusaka, 1 buah payung dan 7 buah keris yang diikutsertakan dalam acara jamasan pusaka serta 1 buah gong. Namun untuk gong tidak ikut dalam iringan - iringan ini.

Jamasan kemudian dilakukan oleh Paguyuban Budaya Tosan Aji Banjarnegara. Tampak benda - benda pusaka yang sudah dibersihkan dengan air kembang kemudian dibersihkan dengan kain putih.

Setelah itu benda - benda pusaka tersebut dikembalikan ke tempatnya masing - masing. Pusaka juga diberikan kalungan bunga melati sebagai tanda selesai dijamas. 

Ke 12 buah pusaka kemudian kembali diserahkan kepada pembawa pusaka untuk disimpan kembali dalam Sasana Pusaka.

Untuk selanjutnya akan diarak pada puncak peringatan hari Jadi Banjarnegara ke 453 pada tanggal 26 Pebruari 2024.

Pj Bupati dan Sekda Ikut Jamasan

Prosesi-jamasan-benda-pusaka-milik-Kabupaten-Banjarnegara-a.jpg

Jamasan pusaka juga dihadiri Pj Bupati Banjarnegara Tri Harso Widirahmanto dan sekretaris daerah Drs Indarto. Ia kemudian ikut memandikan pusaka tersebut.

Tampak hadir pula utusan dari berbagai perkumpulan penggiat benda - benda pusaka serta para seniman dan budayawan. 

Menurut Kepala dinas Pariwisata dan Kebudayaan Banjarnegara Tursiman, jamasan adalah proses memandikan atau menyucikan sekaligus merawat pusaka.

“Jamasan ini sebagai wujud sebagai wujud rasa terima kasih dan menghargai peninggalan atas karya seni budaya nan adiluhung para generasi pendahulunya kepada generasi berikutnya,” kata Tursiman.

Jamasan ini, jelas Tursiman dilakukan bukan bertujuan untuk menuhankan benda-benda buatan manusia, namun lebih kepada penghormatan terhadap para leluhur dan menjaga kelestarian benda-benda pusaka milik Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Irfan Anshori
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES