Advertisement
Peristiwa Daerah

Sukosewu Ponorogo Saksi Sejarah Perjuangan Pangeran Diponegoro

Taman Sukosewu pernah menjadi tempat persinggahan Pangeran Diponegoro dan prajuritnya. ... ...

TIMES Indonesia,
Sukosewu Ponorogo Saksi Sejarah Perjuangan Pangeran Diponegoro
Pohon ini konon pernah menjadi persinggahan Pangeran Diponegoro.
A-AA+

PONOROGO Mungkin tidak banyak orang yang tahu kalau Taman Sukosewu yang berada di Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo ini salah satu saksi bisu napak tilas Pangeran Diponegoro. Taman Sukosewu pernah menjadi tempat persinggahan Pangeran Diponegoro dan prajuritnya.

Dulunya, karena kurang terawat, lokasi ini jadi terasa seram dan angker. Namun sekarang, di lokasi ini sudah ada beberapa fasilitas untuk bersantai seperti satu gazebo besar dan empat gazebo kecil.

Advertisement

Seperti namanya, Sukosewu dulunya ada sewu (seribu) pohon jenis Suko atau pohon Asoka. Saat ini, masih terdapat pohon tersebut tapi jumlahnya tidak sampai seribu pohon.

Tepat di tengah-tengah area, ada satu pohon besar yang diyakini sebagai tempat persinggahan Pangeran Diponegoro.

"Memang di Sukosewu ini dulu diyakini sebagai tempat persinggahan Pangeran Diponegoro dan pasukannya saat hendak bertempur melawan penjajah,” kata Kepala Desa Sukorejo, Supriyanto.

Menurut Supriyanto, Pangeran Diponegoro dan pasukannya singgah di Sukosewu diperkirakan pada tahun 1825 sampai 1830. Selain pohon Asoka, ada juga pohon trembesi dan pohon prih.

"Meski tidak pernah ada reboisasi, pohon-pohon ini selalu ada yang tumbuh baru, sedangkan yang berusia tua tumbang dengan sendirinya," ungkap Supriyanto.

Advertisement

Sementara Suyono, salah satu pemerhati situs-situs kuno di Ponorogo mengatakan, taman Sukosewu di Kecamatan Sukorejo tersebut adalah saksi bisu perjuangan Pangeran Diponegoro saat berjuang melawan kompeni Belanda. 

Menurut Suyono atau yang akrab dipanggil Mbah Yono ini menyebut, di tengah Sukosewu, selain ada pohon besar juga ada Linggayoni (Lingga-Yoni), yaitu alat menumbuk masa lampau di Ponorogo yang juga disebut alu dan lumpang.

"Alu sebagai alat penumbuk dan lumpang sebagai wadahnya. Uniknya, alu dan lumpang ini juga disertai pahatan yang diyakini sebagai jalan cerita Sukosewu," jelas mbah Yono.

Ketika TIMES Indonesia menanyakan mengapa dinamakan Sukosewu, Mbah Yono mengatakan di tempat tersebut banyak pohon Asoka.

"Itu mungkin orang-orang tua dulu yang menamai tempat tersebut menjadi Sukosewu, karena pohon Asokanya banyak, disebutlah Sukosewu," sebut mbah Yono. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

M. Marhaban
PenulisM. MarhabanSekolah Tinggi Publisistik (STP) Jakarta, KLW PWI Jawa Timur 1999. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2019, meliput berbagai topik, termasuk Politik, Hukum, Olahraga, Budaya, dan Pemerintahan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia