Peristiwa Daerah

Dekatkan Layanan Kesehatan Peternakan di Lamongan, Pak Yes Resmikan UPT Puskeswan Mantup

Jumat, 26 April 2024 - 17:49 | 13.50k
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi didampingi Kepala Disnakeswan Lamongan dan Kabid Dinas Peternakan Provinsi Jatim meresmikan UPT Puskeswan Mantup, Jum'at (26/4/2024), Foto : Prokopim Lamongan for TIMES Indonesia)
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi didampingi Kepala Disnakeswan Lamongan dan Kabid Dinas Peternakan Provinsi Jatim meresmikan UPT Puskeswan Mantup, Jum'at (26/4/2024), Foto : Prokopim Lamongan for TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, LAMONGAN – Sebagai upaya mendekatkan layanan peternakan kepada masyarakat, khususnya para peternak di Kabupaten Lamongan, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Hewan (Puskeswan) Mantup telah diresmikan. 

Kehadiran UPT Puskeswan Mantup ini diharapkan bisa berjalan dengan baik dan memenuhi ekspektasi masyarakat, terutama dalam memberikan kebutuhan konsultasi kesehatan hewan. 

Hal ini disampaikan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi usai meresmikan UPT Puskeswan Mantup, Jum'at (26/4/2024). 

"Hadirnya UPT ini bisa mendekatkan layanan konsultasi kesehatan hewan, inseminasi buatan (IB), pengawinan, pakan, dan lainnya. Sehingga mereka tidak perlu jauh-jauh ke Lamongan (Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lamongan)," ujar Pak Yes, 

Kehadiran UPT Puskeswan Mantup menambah jumlah UPT Puskeswan di Lamongan menjadi 7, yang tersebar di Solokuro, Sukodadi, Tikung, Kedungpring, Modo, dan Sukorame. 

"UPT ini juga diharapkan dapat melayani populasi ternak di Kabupaten Lamongan yang terdiri dari 96.632 ekor sapi potong, 7 ekor sapi perah, 94.632 ekor kambing, 70.238 ekor domba serta hewan ternak unggas," katanya. 

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, drh. Iswahyudi mengapresiasi, langkah nyata Pemkab Lamongan dalam menyediakan layanan bagi peternak. 

"Puskeswan ini mampu memberikan layanan paripurna dengan membangun kedekatan dengan para peternak," tutur drh Wahyudi. 

Namun, Wahyudi berpesan agar UPT Puskeswan tidak hanya berfokus pada bangunan fisik, tetapi juga memenuhi kebutuhan tenaga medis ternak agar terwujudnya layanan paripurna bagi masyarakat. 

"Pendekatan seperti ini, layanan kepada masyarakat dapat tercapai dan kemudian peternak bisa beternak dengan baik," ujarnya.

Dikesempatan yang sama, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lamongan, Shofiah Nurhayati, mengungkapkan, saat ini Puskeswan Mantup memiliki 3 dokter hewan dan 7 paramedis IB.

Lebih lanjut, Shofiah menjelaskan, pelayanan Puskeswan terbagi menjadi dua macam yakni pelayanan pasif dan aktif. 

"Untuk yang pasif, pemilik hewan datang ke puskeswan dengan membawa hewannya. Sedangkan aktif, petugas mendatangi ternak di kandang-kandang peternak," kata Shofiah. 

Selain meresmikan UPT Puskeswan Mantup, Pak Yes juga menyerahkan bantuan hibah unit olahan pakan ternak senilai Rp 400 juta kepada 8 (delapan) kelompok tani ternak (KTT).

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Irfan Anshori
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES